Tampilkan postingan dengan label bupati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bupati. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Bupati Maros Mutasi Kepala Sekolah


Foto PenggunaMedia Pembaharuan Maros,- Bupati Maros M Hatta Rahman memutasi dan melantik 88 kepala SD dan SMP se-Kabupaten Maros. Hatta Rahman menegaskan, mutasi dilakukan terkait Peraturan Kementrian Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang mengharuskan mengganti ataupun memutasi kepala sekolah yang menjabat cukup lama.
Sebanyak 88 kepala sekolah itu terdiri atas 15 kepala SMP dan 73 kepala SD. Mereka dilantik di ruang pola Kantor Bupati Maros, Senin (13/04/2015). Hatta juga melantik tiga pengawas sekolah.
Dari 88 kepala sekolah, enam kepala sekolah diturunkan jabatannya menjadi guru biasa. “Sesuai Permendiknas, pemerintah harus memutasi kepala sekolah yang telah menjabat sebanyak dua periode. Bagi kepala sekolah yang memiliki prestasi baik dan telah menjabat dua periode, dimutasi lagi menjadi kepala sekolah yang memiliki akreditasi rendah,” kata Hatta.
Hatta menyebutkan, rencana mutasi kepala sekolah sudah direncanakan sejak tahun 2012. Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Maros masih akan melakukan mutasi kepala sekolah tingkat SMA pekan depan. Mutasi dilakukan setelah ujian nasional berakhir.(*)

Selasa, 27 Januari 2015

Cegah Banjir, Bupati Maros Programkan Perbaikan Drainase

Media Pembaharuan Maros, – Bupati Maros HM Hatta Rahman memprogramkan memperbaikan drainase pada tahun anggaran 2015 ini. Perbaikan drainase ini dimaksudkan agar tidak lagi terjadi banjir besar ataupun genangan air di daerah hilir.
Naik Motor
Bupati Maros HM Hatta Rahman saat pantau banjir beberapa waktu lalu. (Foto: Ilham)
Pasalnya, banjir kerap terjadi bukan hanya disebabkan daerah tersebut berada di dataran rendah atau hilir tapi juga drainase yang sudah rusak. Drainase yang akan diperbaiki ini akan difokuskan pada daerah yang memang menjadi langganan banjir dengan drainase yang buruk seperti Kecamatan Maros Baru dan Lau.
Untuk perbaikan ini, disiapkan sedikitnya Rp2 Miliar  anggaran yang berasal dari APBD Maros 2015.
“Setelah meninjau, kami melihat ada beberapa drainase yang memang perlu perbaikan tapi ada juga yang sebenarnya masih bagus tapi buntu karena banyaknya sampah, ada juga yang mengalami pendangkalan sehingga perlu dikeruk,” paparnya, Senin (26/1/2015) kemarin.
Ditambahkannya, kesadaran masyarakat juga diperlukan untuk tidak membuang sampah baik di sungai, kanal maupun saluran drainase. Sebab pencegahan banjir tidak hanya menjadi tugas pemerintah tapi masyarakat memiliki peranan penting untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.
Karenanya, dirinya sepekan terakhir cukup sering meninjau kondisi daerah. Termasuk daerah-daerah yang akan dibanguni jembatan, lanjutan pekerjaan betonisasi serta drainase ini.
Sementara Kabag Humas Pemkab Maros Kamaluddin mengatakan, kunjungan Bupati Maros untuk melihat kebutuhan masyarakat Maros.
“Setiap tahun beliau melakukan ini, untuk mengecek langsung serta mendengar kebutuhan masyarakatnya. Beberapa hari yang lalu meninjau rencana pembangunan jembatan, ada 15 jembatan yang akan dibangun tahun 2015 ini,” jelasnya.
Dilanjutkannya, Bupati Maros juga meninjau pembangunan dan perbaikan jalan yang masih tersisa dan belum rampung, setelah itu perbaikan drainase untuk mencegah banjir. Agar pembangunan ini bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat Maros. (Alim/Alfi)

Minggu, 11 Januari 2015

Pemkab Bantaeng Tetapkan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS)

Media Pembaharuan Bantaeng,- Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng kembali menggagas inovasi dibidang Perhubungan Darat, yaitu akan menjadikan Bantaeng menjadi Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di Indonesia. Alasannya sangat berdasar, dimana Kabupaten Bantaeng telah meraih 2 kali Piala Wahana Tata Nugraha di tahun 2013 dan 2014.
Minggu, 11 Januari 2015
Pemkab Bantaeng Tetapkan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS)

Bantaeng,- Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng kembali menggagas inovasi dibidang Perhubungan Darat, yaitu akan menjadikan Bantaeng menjadi Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di Indonesia. Alasannya sangat berdasar, dimana Kabupaten Bantaeng telah meraih 2 kali Piala Wahana Tata Nugraha di tahun 2013 dan 2014.

Hal ini terungkap, pada saat pelaksanaan rapat rencana penertiban poros jalan nasional dan rencana usulan penetapan rute aman selamat sekolah atau disingkat dengan RASS. Kegiatan rapat ini berlangsung pada hari Sabtu, 10/1, di D’Gonny Cafe dan dihadiri beberapa Kepala SKPD dan dari Polres Bantaeng dan Perwakilan dari Balai LLAJSDP Palu.

“Pertemuan ini menjadi penting artinya, karena pihak Pemkab Bantaeng pada prinsipnya menyetujui dan merespon secara positif pelaksanaan kegiatan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS). Ini semua atas bimbingan dari Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI” ujar M. Nur Alam selaku Sekretaris Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng.

Tambah M. Nur Alam bahwa pertemuan ini juga menetapkan zona RASS yang terdiri dari di Jalan TA. Gani Kecamatan Bissappu, dan Jalan Poros Banntaeng – Bulukumbaa (Kampung Tanetea, Desa Nipa Nipa), dimana kawasan ininmerupakan kawasan sekolah SD, SMP dan SMA dan dapat diakses dari berbagai Kecamatan di Bantaeng.

Selain itu pula, telah menyepakati pelaksanaan kegiatan sosialisasi keselamatan jalan secara berkesinambungan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab, terhadap pendidikan berkarakter dibidang keselamatan jalan pada pendidikan formal dan non formal yang akan ditandai dengan pencanangan Dekade Aksi Keselamatan Jalan Nasional.

Pertemuan ini dihadiri Kepala SKPD diantaranya Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dari Polres Bantaeng, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng, Kepala Bagian Kesra Setda Bantaeng yang juga Sekretaris Pokja Kabupaten Layak Anak dan juga tampak hadir Drs. H. Benny Nurdin Yusuf, A.Md.LLAJ., MH selaku Kasie Jaringan Pelayanan dan Prasarana Balai LLAJSDP Palu.

Kehadiran pejabat dari Balai LLAJSDP Palu yang mencakup wilayah tugas di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, tidak lain dan bukan telah memberikan inspirasi yang banyak dalam pertemuan ini dan terutama sekali pada terwujudnya Banteng sebagai Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di maksud.

“Kami sangat mendukung dan merespon keinginan Pemkab Bantaeng untuk menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di Indonesia. Dan dalam rangka tersebut, kami akan menjembataninya melalui Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, yaitu mengasistensi pengadaan sarana umum jalan dan pejalan serta transportasi Bantaeng yang baik, diantaranya bertambahnya beberapa sarana transportasi, jalur sepeda dan beberapa rambu jalan untuk penataan kota nantinya. Khususnya Bantaeng yang kecil tapi ternyata telah membuktikan diri dengan penataaan kota dan sarananya yang baik dan rapi” tambah H. Benny Nurdin selaku Kepala Seksi Jaringan Pelayanan dan Prasarana Balai LLAJSDP Palu.

Bupati Bantaeng HM. Nurdin Abdullah tentunya sangat mengapresiasi atas iniasi rencana yang baik ini, khususnya penataan Bantaeng yang lebih baik nantinya dimasa masa datang.

Dirilis oleh Bagian Humas dan Protokol Pemkab. Bantaeng
Dari Bantaeng. (ABS) Hal ini terungkap, pada saat pelaksanaan rapat rencana penertiban poros jalan nasional dan rencana usulan penetapan rute aman selamat sekolah atau disingkat dengan RASS. Kegiatan rapat ini berlangsung pada hari Sabtu, 10/1, di D’Gonny Cafe dan dihadiri beberapa Kepala SKPD dan dari Polres Bantaeng dan Perwakilan dari Balai LLAJSDP Palu.
“Pertemuan ini menjadi penting artinya, karena pihak Pemkab Bantaeng pada prinsipnya menyetujui dan merespon secara positif pelaksanaan kegiatan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS). Ini semua atas bimbingan dari Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI” ujar M. Nur Alam selaku Sekretaris Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng.
Tambah M. Nur Alam bahwa pertemuan ini juga menetapkan zona RASS yang terdiri dari di Jalan TA. Gani Kecamatan Bissappu, dan Jalan Poros Banntaeng – Bulukumbaa (Kampung Tanetea, Desa Nipa Nipa), dimana kawasan ininmerupakan kawasan sekolah SD, SMP dan SMA dan dapat diakses dari berbagai Kecamatan di Bantaeng.
Selain itu pula, telah menyepakati pelaksanaan kegiatan sosialisasi keselamatan jalan secara berkesinambungan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab, terhadap pendidikan berkarakter dibidang keselamatan jalan pada pendidikan formal dan non formal yang akan ditandai dengan pencanangan Dekade Aksi Keselamatan Jalan Nasional.
Pertemuan ini dihadiri Kepala SKPD diantaranya Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dari Polres Bantaeng, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng, Kepala Bagian Kesra Setda Bantaeng yang juga Sekretaris Pokja Kabupaten Layak Anak dan juga tampak hadir Drs. H. Benny Nurdin Yusuf, A.Md.LLAJ., MH selaku Kasie Jaringan Pelayanan dan Prasarana Balai LLAJSDP Palu.
Kehadiran pejabat dari Balai LLAJSDP Palu yang mencakup wilayah tugas di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, tidak lain dan bukan telah memberikan inspirasi yang banyak dalam pertemuan ini dan terutama sekali pada terwujudnya Banteng sebagai Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di maksud.
“Kami sangat mendukung dan merespon keinginan Pemkab Bantaeng untuk menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Percontohan Keselamatan Jalan Nasional di Indonesia. Dan dalam rangka tersebut, kami akan menjembataninya melalui Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, yaitu mengasistensi pengadaan sarana umum jalan dan pejalan serta transportasi Bantaeng yang baik, diantaranya bertambahnya beberapa sarana transportasi, jalur sepeda dan beberapa rambu jalan untuk penataan kota nantinya. Khususnya Bantaeng yang kecil tapi ternyata telah membuktikan diri dengan penataaan kota dan sarananya yang baik dan rapi” tambah H. Benny Nurdin selaku Kepala Seksi Jaringan Pelayanan dan Prasarana Balai LLAJSDP Palu.
Bupati Bantaeng HM. Nurdin Abdullah tentunya sangat mengapresiasi atas iniasi rencana yang baik ini, khususnya penataan Bantaeng yang lebih baik nantinya dimasa masa datang.
Dirilis oleh Bagian Humas dan Protokol Pemkab. Bantaeng
Dari Bantaeng. (ABS),

Senin, 29 Desember 2014

Puncak acara Peringatan Hari Ibu ke 86 di ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Media Pembaharuan  Makassar,- Puncak acara Peringatan Hari Ibu ke 86 di ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Puncak acara Peringatan Hari Ibu ke 86 di ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Dinilai Mengusung Pengarus Utamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan terhadap Anak pada kebijakan Pemerintah, Kabupaten Bantaeng mendapatkan beberapa Penghargaan,Antara lain 1. Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (PUG) Tingkat Madya Nasional dari Presiden RI melaui Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, yang diserahkan oleh Ibu Yohana Susana Yembise kepada Bupati Bantaeng, yang diwakili oleh Wakil Bupati Bantaeng Bapak Drs.H.Muh.Yasin,MT, 2. Penghargaan Lomba P2WKSS Tk.Provinsi untuk Kel.ereng-ereng Kec.Tompobulu Kab.Bantaeng, sebagai Juara Pakarti Utama 1 Sul-Sel, pada tanggal 18 Desember 2014 di Jakarta. 3. Peringkat I Akselerasi Peningakatan Kwalitas Hidup Perempuan & Anak Sulawesi Selatan yang diserahkan oleh Bapak Gubernur Sulsel kepada Bapak Bupati Bantaeng pada Puncak acara Peringatan Hari Ibu ke 86 di ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan tanggal 29 Desember Tahun 2014, Terima kasih kami ucapkan kepada semua Pihak yg telah berpartisipasi sehingga Kabupaten Bantaeng bisa meraih beberapa penghargaan tersebut. Dinilai Mengusung Pengarus Utamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan terhadap Anak pada kebijakan Pemerintah, Kabupaten Bantaeng mendapatkan beberapa Penghargaan,Antara lain 1. Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (PUG) Tingkat Madya Nasional dari Presiden RI melaui Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, yang diserahkan oleh Ibu Yohana Susana Yembise kepada Bupati Bantaeng, yang diwakili oleh Wakil Bupati Bantaeng Bapak Drs.H.Muh.Yasin,MT, 2. Penghargaan Lomba P2WKSS Tk.Provinsi untuk Kel.ereng-ereng Kec.Tompobulu Kab.Bantaeng, sebagai Juara Pakarti Utama 1 Sul-Sel, pada tanggal 18 Desember 2014 di Jakarta. 3. Peringkat I Akselerasi Peningakatan Kwalitas Hidup Perempuan & Anak Sulawesi Selatan yang diserahkan oleh Bapak Gubernur Sulsel kepada Bapak Bupati Bantaeng pada Puncak acara Peringatan Hari Ibu ke 86 di ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan tanggal 29 Desember Tahun 2014, Terima kasih kami ucapkan kepada semua Pihak yg telah berpartisipasi sehingga Kabupaten Bantaeng bisa meraih beberapa penghargaan tersebut. ·

Senin, 15 Desember 2014

Pemerintah Kabupaten Selayar Memperingati Hari Nusantara



SERAHKAN. Bupati Kepulauan Selayar, H. Syahrir Wahab, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mardjani Sultan, menyerahakan bantuan kepada berbagai kelompok usaha dan desa pada peringatan Hari Nusantara Ke-15 Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar di halaman Kantor Bupati, Senin, 15 Desember. (foto: FIRMAN RMM / RADAR SELATAN)
SERAHKAN. Bupati Kepulauan Selayar, H. Syahrir Wahab, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mardjani Sultan, menyerahakan bantuan kepada berbagai kelompok usaha dan desa pada peringatan Hari Nusantara Ke-15 Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar di halaman Kantor Bupati, Senin, 15 Desember.2014
 
Media Pembaharuan Selayar,- Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk meningkatkan kembali serta mengubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut. Hal tersebut sejalan dengan Visi Presiden Jokowi mengenai Poros Maritim Dunia yang diharapakan akan mewujud dalam bentuk Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu sejahtera dan berwibawa.
Demikian Sambutan seragam Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, yang dibacakan oleh Bupati Kepulauan Selayar pada Upacara Peringatan Hari Nusantara Ke-15 Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, Senin, 15 Desember.
Dikatakannya, besarnya potensi sumber daya yang terkandung di wilayah Indonesia tidak akan bermanfaat tanpa didukung pengetahuan untuk mengelola, memanfaatkan dan melestarikan, dimana Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tumpuan untuk memanfaatkan potensi tersebut.
Inovasi teknologi yang dihasilkan oleh para peneliti dan akademisi harus dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan.
Sesaat sebelum amanat inspektur upacara, dilaksanakan penyerahan bantuan–bantuan yang diserahkan langsung Bupati Kepulauan Selayar, H. Syahrir Wahab, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mardjani Sultan, kepada berbagai kelompok usaha dan desa yakni kelompok pengembangan usaha mina pedesaan, kelompok penangkapan, kelompok budidaya, bantuan usaha garam rakyat, sertifikat tanah rumah nelayan, penyerahan kartu nelayan, serta penyerahana hadian untuk peserta lomba masak serba ikan Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar.
Mardjani Sultan bertindak sebagai pembaca Deklarasi Djoeanda menyampaikan, bentuk geografi Indonesia sebagai suatu negara kepulauan yang terdiri dari beribu–ribu pulau mempunyai sifat dan corak tersendiri sehingga bagu keutuhan teritorial dan untuk melindungi kekayaan negara Indonesia semua kepulauan serta laut yang terletak diantaranya harus dianggap sebagai suatu kesatuan yang bulat.
Setelah pelaksanaan Upacara Hari Nusantara, Bupati Kepulauan Selayar beserta Sekretaris Kabupaten Kepulauan Selayar, Kajari, yang mewakili Dandim dan Kapolres, serta para Kepala SKPD menuju ke pasar TPI/PPI dalam rangka peninjauan pasar serta sarapan pagi bersama. (ABS)

Minggu, 14 Desember 2014

Bupati Ajak Warga Menjaga Kelestarian Hutan


Foto: Minggu, 14 Desember 2014
Bupati Ajak Warga Menjaga Kelestarian Hutan

Media Pembaharuan Bantaeng,- Bupati Bantaeng, Prof.DR.H.M Nurdin Abdullah, M.Agr, sangat konsisten dengan kelestarian hutan dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia(HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Pantai Marina, Minggu 14 Desember.

“Masyarakat setempat di lembaga desa akan melakukan pengawasan. Terkhusus bapak Kapolres serta Dandim, kami sangat berharap dapat terus mendukung program Dinas Kehutanan dalam rangka melestraikan hutan di daerah ini,” ucap Nurdin dalam sambutannya.

Upaya mitigasi bencana, kata bupati, dilakukan dengan penanaman 276.389 pohon selama 2014. Pohon penghijauan ditanam di sekitar Pantai Marina, dan kawasan agrowisata Ulu Ere.    Hutan desa di Kecamatan Bissappu, Kecamatan Sinoa, dan Kecamatan Bantaeng, serta areal konservasi lainnya tak luput dari gerakan penghijauan.

Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan hutan desa telah dilakukan sejak empat tahun lalu secara bertahap. Meski statusnya sebagai hutan desa, masyarakat diberikan kebebasan untuk menanam tanaman buah. Masyarakat juga bisa mengambil manfaat dari hutan lindung non kayu.

“Kegiatan ini sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh pihak agar menenamkan kesadaran akan pentingnya menanam dan memelihara pohon. Lebih penting lagi bagaimana mengajak masyarakat melakukan penanaman dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” terang Nurdin Abdullah.

Dalam kegaitan yang mengangkat tema “Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi Terbarukan”, dilaksanakan penanaman pohon berbagai jenis seperti ketapang, trambessi, tanjung, dan glodokan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bantaeng, Akil Resa menambahkan, luas hutan desa di Bantaeng saat ini mencapai 3.223 hektare atau 52 persen dari luas kawasan hutan di daerah ini. Kegiatan reboisasi ini juga bermanfaat mengendalikan banjir jika musim hujan. (ABS).Media Pembaharuan Bantaeng,- Bupati Bantaeng, Prof.DR.H.M Nurdin Abdullah, M.Agr, sangat konsisten dengan kelestarian hutan dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia(HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Pantai Marina, Minggu 14 Desember.
 “Masyarakat setempat di lembaga desa akan melakukan pengawasan. Terkhusus bapak Kapolres serta Dandim, kami sangat berharap dapat terus mendukung program Dinas Kehutanan dalam rangka melestraikan hutan di daerah ini,” ucap Nurdin dalam sambutannya.
Upaya mitigasi bencana, kata bupati, dilakukan dengan penanaman 276.389 pohon selama 2014. Pohon penghijauan ditanam di sekitar Pantai Marina, dan kawasan agrowisata Ulu Ere. Hutan desa di Kecamatan Bissappu, Kecamatan Sinoa, dan Kecamatan Bantaeng, serta areal konservasi lainnya tak luput dari gerakan penghijauan.
Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan hutan desa telah dilakukan sejak empat tahun lalu secara bertahap. Meski statusnya sebagai hutan desa, masyarakat diberikan kebebasan untuk menanam tanaman buah. Masyarakat juga bisa mengambil manfaat dari hutan lindung non kayu.
“Kegiatan ini sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh pihak agar menenamkan kesadaran akan pentingnya menanam dan memelihara pohon. Lebih penting lagi bagaimana mengajak masyarakat melakukan penanaman dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” terang Nurdin Abdullah.
Dalam kegaitan yang mengangkat tema “Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi Terbarukan”, dilaksanakan penanaman pohon berbagai jenis seperti ketapang, trambessi, tanjung, dan glodokan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bantaeng, Akil Resa menambahkan, luas hutan desa di Bantaeng saat ini mencapai 3.223 hektare atau 52 persen dari luas kawasan hutan di daerah ini. Kegiatan reboisasi ini juga bermanfaat mengendalikan banjir jika musim hujan. (ABS).

Jumat, 12 Desember 2014

Bupati Bulukumba, mengintruksikan perusahaan tambang pasir PT Prima Logam untuk berhenti beroperasi

Media Pembaharuan Bulukumba,- Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, mengintruksikan perusahaan tambang pasir PT Prima Logam untuk berhenti beroperasi karena merusak lingkungan. Desakan penutupan terhadap perusahaan yang selama ini mensuplai pasir ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan karena karena sudah merusak lingkungan. Keberadaanya membuat para petani terancam tidak bisa mengarap sawahnya. Kedalamn galian sungai mencapai tujuh meter menjadi penyebab air irigasi tidak mengalir lagi. "Iya, kami minta aktivitas Prima Logam dihentikan. Sudah banyak laporan warga masuk.
Bupati Bulukumba Hentikan Operasi PT Prima Logam
Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Zainuddin Hasan menghentikan operasi PT Prima 
Logam. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Bulukumba, Senin (8/12/2014).
Katanya, dampaknya sudah merusak lingkungan selama," ujar mantan bupati Pohuwato, Gorontalo ini, kemarin Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin, mengapresiasi langka bupati yang mengintruksikan penutupan terhadap perusahaan Prima Logam. Menurutnya, perlunya ditutup karena keberadaannya memang sudak merusak lingkungan. Bahkan, berpotensi menjadi banjir jika tetap digali hingga kedalaman puluhan meter. Makanya, mulai sekarang harus segera dihentikan sebelum berlanjut. "Kami tahu persis kondisi lingkungan disana, karena kampung saya. Sekarang warga tidak bisa memanfaatkan batu disana. Kalau mau ambil harus beli. Ini kan kasihan," tegasnya.
Fahidin menambahkan, sawah warga yang mencapai ratusan hektar menjadi korban. Terancam tidak bisa lagi mengarap secara normal, sebabirigasi mereka mati, sehingga ini perlu menjadi perhatian Pemkab kedepannya. ''Jika perusahaan dibiarkan beroperasi akan semakin merugikan warga setempat. Maka pemerintah harus mengambil langka cepat memberhentikan,'' tegasnya. Dampaknya sangat luar biasa. Sungai menjadi rusak karena batu habis dikeruk. Kalau dibiarkan jelas semakin merusak. Mana lagi kedalaman, rawan terjadi longsor saat musim. Ini harus dipikirkan pemerintah, kata legislator asal daerah pemilihan UjungBulu-Ujung Loe Bulukumba itu. Terpisah Wakil Ketua II DPRD Bulukumba Tomy Satria, mengaku, secara pribadi maupun lembaga sudah berkunjung langsung lokasi penambangan.
Hasilnya memang terjadi ekspolarasi dampak lingkungan yang tidak sesuai dengan analisi dampak lingkungan (Amdal). Dengan demikian, pihaknya mendorong agar dilakukan audit lingkungan guna memastikan akan kebenaranya dilapangan. Masalah ini menjadi fokus dewan dalam menindaklanjuti kedepannya. "Semua akan dievaluasi, mulai UPL dan amdalnya. Kemudian mengukur kualitas lingkungan. Apakah ada penurunan,"ujarnya. Sebelumnya, salah seorang tokoh warga, H Madi, mengemukakan, sejak awal sudah minta kepada perusahaan agar segera menutup tambang pasir di wilayah tersebut. "Kami minta kepada pemerintah kiranya mengambil langkah cepat, kami tidak ingin sawah kami menjadi korban dan imbasnya kami tidak bisa lagi menggarap sawah, "harapnya. (ABS).

Rabu, 10 Desember 2014

RSUD Bantaeng Siapkan Ruangan Perawatan Kardiologi Penyakit Jantung


Media Pembaharuan Bantaeng,- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof DR H Anwar Makkatutu Bantaeng, satu-satunya RS di luar Makassar miliki dokter spesialis jantung. Hal itu dikatakan, Direktur RSUD Bantaeng, Dr Sultan,M.Kes kepada Wartawan, baru-baru ini. Mengantisipasi kebutuhan, RSU Bantaeng segera dilengkapi Ruang Perawatan Khusus Kardiologi(RPK). ''Dalam waktu dekat, alat-alatnya tiba dan sudah disiapkan tujuh tempat tidur. Ruangan dilengkapi AC.
Dokter spesialisnya, Dokter Almudaih didampingi satu dokter umum yang sudah lulus Advance Trauma Cardiac Life Support (ATCLS), ujarnya. Penunjang lain, dilengkapi 12 tenaga perawat yang telah lulus Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) atau lulus tentang masalah keperawatan jantung. Dr Sultan M.Kes menambhkan, RPK bertujuan, mengantisipasi selesainya Rumah Sakit baru bertaraf internasional. Diharapkan, kelak mampu mengantisipasi perawatan intensif care coroneri unit (ICCU)atau perawatan khusus jantung.
RSUD Siapkan RPK Penyakit Jantung
Bupati Bantaeng
Terkait itu, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah,menyarankan segera dibentuk dewan khusus untuk tenaga-tenaga SDM mengantisipasi operasional Rumah Sakit bertaraf internasional. Lanjut, sejak 1 Desember 2014, kita sudah mulai merawat pasien. Tiga pasien yang bisa kita rawat pemeriksaan khusus jantung dan ada perawatan khususnya, kata Dr.Sultan, Mkes. Pasien-pasien rujukan dari selatan-selatan seperti Jeneponto,Bulukumba,Sinjai ,Selayar dan Bone yang dekat dari Sinjai. Jika mereka dirujuk ke Bantaeng tetap akan kita layani, ungkap Sultan. (ABS).

Sabtu, 06 Desember 2014

Sidrap Canangkan Wajib Belajar 12 Tahun

Media Pembaharuan Sidrap,- Lima tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap menargetkan tidak ada lagi siswa tak tamat SMA di Kabupaten Sidrap. Untuk upaya tersebut Pemkab Sidrap mencanangkan wajib belajar 12 tahun.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, Nurkanaah dalam acara Press Room di lantai 3 Kantor Bupati Sidrap Rabu (3/12/2014).
Rusdi Masse Press Room Humas Sidrap
Rusdi Masse Press Room Humas Sidrap
“Dengan dukungan penuh Pemkab Sidrap, baik dari segi anggaran maupun program pembangunan sarana pendidikan, 5 tahun ke depan tak ada lagi anak tidak tamat SMA di daerah ini,”jelas Nurkanaah.
Untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun ini, sejak periode awal, Bupati Sidrap H Rusdi Masse telah menggratiskan biaya pendidkkan hingga SMA. “Saat pemerintah provinsi hanya mampu menggratiskan biaya pendidikan sampai SMP, kita sudah sampai SMA,”katanya.
Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Sidrap, dibawah kepemimpinan H Rusdi Masse tahun depan direncanakan untuk membangun SMA di wilayah yang jauh dari perkotaan. “Masalah selama ini karena ada daerah terpencil yang untuk lanjut SMA harus ke kota, nah pemerintah bertekad untuk mendekatkan akses pendidikan sampai pelosok, sehingga tahun depan kita programkan untuk membangun gedung SMA di Belawae Kecamatan Pitu Riase, ini wilayah Sidrap yang terjauh,”katanya.
Bukan itu saja, menurut Nurkanaah Pemerintah saat ini juga terus membuat inovasi baru dengan mendirikan perguruan tinggi negeri yang saat ini sudah mulai beroperasi.”Saya pikir ini sebuah inovasi yang luar biasa, dan bahkan pemerintah memberikan subsidi bagi mahasiswa disana,”katanya.
Untuk anak usia dini, di Kabupaten Sidrap kata dia telah berdiri sekitar 149 Taman Kanak-kanak (TK) dan 185 untuk PAUD (Play Group). “Itu artinya sektor pendidikan ini memang menjadi perhatian khusus Pemkab Sidrap, bahkan sejak periode lalu Bapak Bupati telah menggratiskan biaya untuk TK di Sidrap,”tandasnya. (ABS)