Tampilkan postingan dengan label gubernur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gubernur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Gubernur Sulsel : Musda Pepabri Sulselbar, Ajang Menyatukan Tekad Membangun Bangsa

Media Pembaharuan Makassar,- Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) Sulawesi Selatan dan Barat ke-12, berlangsung di Hotel Grand Asia, Jl. Boulevard Makassar, (Kamis, 22 Januari 2015). Kegiatan ini bertujuan untuk mengawal kinerja pemerintahan sehingga mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pimpinan Pepabri Pusat, Purnawirawan Jendral TNI Agum Gumelar, didampingi Pimpinan Pepabri Sulsel, Purnawirawan Mayjen TNI Amin Syam dan Gubernur Sulsel, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H.
Pimpinan Pepabri Pusat, Agum Gumelar dalam sambutannya mengatakan, musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi sehingga harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya guna menetapkan rumusan dan keputusan yang dapat meningkatkan kinerja organisasi.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam kesempatan itu mengajak seluruh pengurus pepabri untuk menyatukan tekad membangun bangsa ini, agar terhindar dari krisis global yang melanda dunia.
“Pemprov Sulsel saat ini telah mengambil langkah strategis yakni meningkatkan kualitas pelayanan dalam pemenuhan hak masyarakat, mengaklerasikan laju peningkatan dan pemerataan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi masyarakat, lingkungan kondusif serta kelembagaan,”ungkap Syahrul. (Humas Pemprov).
Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.



Kamis, 08 Januari 2015

Syahrul: Golkar Tidak Mau Buru-buru, Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Media Pembaharuan Makassar,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel mencanangkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung dan serentak pada pertengahan November atau Desember. Bahkan tahapan Pilkada sudah dimulai Februari mendatang. Meski demikian, Golkar Sulsel tidak mau terburu-buru membuka pendaftaran calon kepala daerah, seperti halnya beberapa partai politik lainnya. "Golkar punya pengalaman politik yang dalam. Mendaftar atau tidak, bukan tujuan penting," sebut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Kantin DPRD Sulsel, Kamis (8/1) kemarin.
Jumat, 09 Januari 2015
Syahrul: Golkar Tidak Mau Buru-buru
Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Makassar,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel mencanangkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung dan serentak pada pertengahan November atau Desember. Bahkan tahapan Pilkada sudah dimulai Februari mendatang. Meski demikian, Golkar Sulsel tidak mau terburu-buru membuka pendaftaran calon kepala daerah, seperti halnya beberapa partai politik lainnya. "Golkar punya pengalaman politik yang dalam. Mendaftar atau tidak, bukan tujuan penting," sebut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Kantin DPRD Sulsel, Kamis (8/1) kemarin.

Apalagi, lanjut Syahrul, momentum pilkada masih lama karena sampai Desember. Terlebih, Golkar itu bisa bekerja untuk semua. "Golkar tidak sendiri, kan ada koalisi lama dan baru. Kalau tidak bisa yang lama, yah baru. Begitupun sebaliknya," tandasnya. Syahrul yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah ini pun menuturkan, Golkar malah mempersilahkan partai lain untuk lebih dulu menjalankan mesin politiknya menghadapi pilkada. "Biarlah dimatangkan partai lain, kita (Golkar) tinggal mensupport," pungkasnya. Terkait kisruh di DPP, Syahrul menegaskan jika Golkar Sulsel tidak akan terpengaruh utamanya dalam menghadapi pilkada.

"Biarkan saja mereka (DPP) seperti itu, kita di Sulsel tidak mau terpancing," katanya. Diketahui, Golkar Sulsel telah mengumpulkan seluruh struktur pemenangan pemilu guna mempersiapkan konsep pemenangan pilkada di 10 daerah. Meski demikian, Golkar belum membuka pendaftaran lantaran DPP belum mengeluarkan petunjuk pelaksanaan terkait aturan dan sistem penjaringan. Hal serupa diungkap Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel, Maqbul Halim. Dia menjelaskan, Golkar tidak akan terpengaruh terhadap dualisme kepengurusan yang ada di DPP.

"Kami sementara memantapkan persiapan penjaringan pilkada. Adapun semua struktur pemenangan akan dihadirkan untuk menetapkan formasi apa yang akan digunakan di 10 daerah pelakasana pilkada," katanya. Terpisah, Wakil Sekretaris Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, pun menyatakan bahwa para calon tidak perlu khawatir karena perbedaan pendapat cuma ada di DPP, bukan di DPD I maupun DPD II. "Tidak ada ji yang perlu ditakutkan. Kan lagi pula pemerintah masih mengakui Aburizal Bakrie dan Idrus Maham sebagai pucuk pimpinan di partai Golkar," sebut Armin. (ABS). Apalagi, lanjut Syahrul, momentum pilkada masih lama karena sampai Desember. Terlebih, Golkar itu bisa bekerja untuk semua. "Golkar tidak sendiri, kan ada koalisi lama dan baru. Kalau tidak bisa yang lama, yah baru. Begitupun sebaliknya," tandasnya. Syahrul yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah ini pun menuturkan, Golkar malah mempersilahkan partai lain untuk lebih dulu menjalankan mesin politiknya menghadapi pilkada. "Biarlah dimatangkan partai lain, kita (Golkar) tinggal mensupport," pungkasnya. Terkait kisruh di DPP, Syahrul menegaskan jika Golkar Sulsel tidak akan terpengaruh utamanya dalam menghadapi pilkada.
"Biarkan saja mereka (DPP) seperti itu, kita di Sulsel tidak mau terpancing," katanya. Diketahui, Golkar Sulsel telah mengumpulkan seluruh struktur pemenangan pemilu guna mempersiapkan konsep pemenangan pilkada di 10 daerah. Meski demikian, Golkar belum membuka pendaftaran lantaran DPP belum mengeluarkan petunjuk pelaksanaan terkait aturan dan sistem penjaringan. Hal serupa diungkap Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel, Maqbul Halim. Dia menjelaskan, Golkar tidak akan terpengaruh terhadap dualisme kepengurusan yang ada di DPP.
"Kami sementara memantapkan persiapan penjaringan pilkada. Adapun semua struktur pemenangan akan dihadirkan untuk menetapkan formasi apa yang akan digunakan di 10 daerah pelakasana pilkada," katanya. Terpisah, Wakil Sekretaris Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, pun menyatakan bahwa para calon tidak perlu khawatir karena perbedaan pendapat cuma ada di DPP, bukan di DPD I maupun DPD II. "Tidak ada ji yang perlu ditakutkan. Kan lagi pula pemerintah masih mengakui Aburizal Bakrie dan Idrus Maham sebagai pucuk pimpinan di partai Golkar," sebut Armin. (ABS).

Rabu, 07 Januari 2015

Gubernur Sulawesi Selatan Ekspor 50 Ton Udang ke Jepang

Media pembaharuan Makassar, – Pemerintah Sulawesi Selatan terus meningkatkan potensi yang dimilikinya untuk menjawab kebutuhan komoditi dunia khususnya di bidang perikanan dan kelautan, dengan melakukan ekspor udang ke Jepang, Rabu (7/1/2015).
Dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan diantaranya perusahaan PT Bogatama Marinusa, Pemprov Sulsel kembali mengekspor udang ke Jepang sebanyak 50 ton atau mencapai 500.000 US Dollar atau senilai Rp. 6 miliar.
Gubernur Sulawesi Selatan Ekspor 50 Ton Udang ke Jepang

Makassar – Pemerintah Sulawesi Selatan terus meningkatkan potensi yang dimilikinya untuk menjawab kebutuhan komoditi dunia khususnya di bidang perikanan dan kelautan, dengan melakukan ekspor udang ke Jepang, Rabu (7/1/2015).

Dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan diantaranya perusahaan PT Bogatama Marinusa, Pemprov Sulsel kembali mengekspor udang ke Jepang sebanyak 50 ton atau mencapai 500.000 US Dollar atau senilai Rp. 6 miliar.

Ekspor ini ditandai dengan pelepasan ekspor komoditi udang yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah unsur Muspida Sulsel. Pelepasan ekspor ke negeri matahari terbit ini dilakukan di perusahaan PT Bogatama Marinusa yang terletak di kompleks Kawasan Industri Makassar (KIMA) Kota Makassar Sulsel.

Pada pelepasan ini gubernur juga melakukan pemeriksaan dua kontainer berisi 50 ton udang serta melepas secara resmi dengan menandatangi spanduk dan memecahkan kendi sebagai tanda jika ekspor siap dilakukan. Selain itu, pemprov juga memberikan sertifikat jika udang yang dieskpor higenis dan aman dikonsumsi.

Ekspor udang ini disebutkan sebagai ekspor pengiriman pertama di awal tahun 2015 dan selanjutnya akan bertahap ke negara-negara lainnya.

Adapun jenis udang yang dieskpor yakni mulai dari udang beku, udang segar hingga udang olahan yang sudah siap saji. Berdasarkan data dari Pemprov Sulsel adapun proyeksi produksi dan realisasi hasil budidaya udang di Sulsel diklaim terus meningkat yakni pada tahun 2013 mencapai 34.420 dari target 33.200 ton dan pada tahun 2014 yakni 43.865 ton dari target 33.500 ton dan untuk tahun 2015 pemprov menargetkan ekspor udang sebanyak 33.800 ton.

“ Ekspor udang ke Jepang ini sebagai bentuk pergerakan potensi Sulsel untuk menjawab peluang – peluang dunia,” kata Gubernur Syahrul YL.

Sebelumnya pada tahun 2014 lalu provinsi sulawesi selatan juga telah mengekspor sejumlah bahan komoditi lain seperti kakao biji mente dan minyak mente. (ABS). Ekspor ini ditandai dengan pelepasan ekspor komoditi udang yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah unsur Muspida Sulsel. Pelepasan ekspor ke negeri matahari terbit ini dilakukan di perusahaan PT Bogatama Marinusa yang terletak di kompleks Kawasan Industri Makassar (KIMA) Kota Makassar Sulsel.
Pada pelepasan ini gubernur juga melakukan pemeriksaan dua kontainer berisi 50 ton udang serta melepas secara resmi dengan menandatangi spanduk dan memecahkan kendi sebagai tanda jika ekspor siap dilakukan. Selain itu, pemprov juga memberikan sertifikat jika udang yang dieskpor higenis dan aman dikonsumsi.
Ekspor udang ini disebutkan sebagai ekspor pengiriman pertama di awal tahun 2015 dan selanjutnya akan bertahap ke negara-negara lainnya.
Adapun jenis udang yang dieskpor yakni mulai dari udang beku, udang segar hingga udang olahan yang sudah siap saji. Berdasarkan data dari Pemprov Sulsel adapun proyeksi produksi dan realisasi hasil budidaya udang di Sulsel diklaim terus meningkat yakni pada tahun 2013 mencapai 34.420 dari target 33.200 ton dan pada tahun 2014 yakni 43.865 ton dari target 33.500 ton dan untuk tahun 2015 pemprov menargetkan ekspor udang sebanyak 33.800 ton.
“ Ekspor udang ke Jepang ini sebagai bentuk pergerakan potensi Sulsel untuk menjawab peluang – peluang dunia,” kata Gubernur Syahrul YL.
Sebelumnya pada tahun 2014 lalu provinsi sulawesi selatan juga telah mengekspor sejumlah bahan komoditi lain seperti kakao biji mente dan minyak mente. (ABS).

Jumat, 02 Januari 2015

Gubernur Launching Gerai Samsat Melihat Pelayanan di Kantor Camat Biringkanaya

Hari Ini, Gubernur Launching Gerai Samsat
Melihat Pelayanan di Kantor Camat Biringkanaya

Media Pembaharuan,- Hari ini, Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo akan melaunching gerai Samsat 14 kecamatan di Kota Makassar yang dilakukan di Kantor Kecamatan Biringkanaya. "Insya Allah, hari ini Jumat (2/1), Pak Gubernur yang langsung melaunching gerai Samsat di Biringkanaya," kata Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde, kemarin. Berdasarkan pemantauan, di kantor Kecamatan Biringkanaya dalam sepekan ini, beberapa persiapan telah dilakukan oleh panitia dan aparat kecamatan setempat. Mulai dari pembenahan ruangan/kantor, pemasangan dan penempatan sarana dan fasilitas hingga persiapan seremoni peluncuran gerai Samsat.

Hingga Kamis (1/1) kemarin. "Jauh sebelumnya kami sudah melakukan persiapan. Semua apa yang dibutuhkan pada kegiatan ini kita sudah siapkan. Insya Allah besok, (hari ini red) launching gerasi Samsat berjalan baik sesuai rencana," kata Andi Sayhrum. Menurut Syahrum, pembukaan gerai samsat ini guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang lokasi tempat tinggalnya jauh di wilayah perkotaan. "Jadi tujuannya adalah untuk memudahkan warga mendapatkan pelayanan samsat. Warga Biringkanaya tidak perlu lagi repot-repot ke samsat pusat, karena beberapa pelayanan samsat bisa dilakukan di kantor kecamatan," ujarnya.

Syahrum menjelaskan, pelayanan samsat di kecamatan mirip dengan samsat keliling, yakni melayani perpanjangan STNK berserta denda dan pembayaran link. "Ini mirip samsat keliling. Kecuali pergantian pelat, itu harus ke Samsat yang ada di Jl Mappanyukki dan Pettarani," pungkasnya. Dengan adanya gerai di Kantor Kecamatan ini, lanjut Syahrum sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat pemakai kendaraan bermotor dalam bidang registrasi dan identifikasi dan pembayaran pajak kendaraan. Beberapa warga Biringkanaya mengaku sangat terbantu dengan dibukanya gerai Samsat di kantor kecamatan, karena relatif dekat dengan tempat tinggalnya. "Kami sangat terbantu dengan adanya gerai samsat di kantor kecamatan. Aapalagi kami yang tinggal di daerah Biringkanaya, lokasinya jauh jika kita pergi mengurus di kantor samsat Mappanyukki," kata Cakra (49) salah satu warga Biringkanaya. (Abs).Media Pembaharuan Makassar,- Hari ini, Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo akan melaunching gerai Samsat 14 kecamatan di Kota Makassar yang dilakukan di Kantor Kecamatan Biringkanaya. "Insya Allah, hari ini Jumat (2/1), Pak Gubernur yang langsung melaunching gerai Samsat di Biringkanaya," kata Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde, kemarin. Berdasarkan pemantauan, di kantor Kecamatan Biringkanaya dalam sepekan ini, beberapa persiapan telah dilakukan oleh panitia dan aparat kecamatan setempat. Mulai dari pembenahan ruangan/kantor, pemasangan dan penempatan sarana dan fasilitas hingga persiapan seremoni peluncuran gerai Samsat.
Hingga Kamis (1/1) kemarin. "Jauh sebelumnya kami sudah melakukan persiapan. Semua apa yang dibutuhkan pada kegiatan ini kita sudah siapkan. Insya Allah besok, (hari ini red) launching gerasi Samsat berjalan baik sesuai rencana," kata Andi Sayhrum. Menurut Syahrum, pembukaan gerai samsat ini guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang lokasi tempat tinggalnya jauh di wilayah perkotaan. "Jadi tujuannya adalah untuk memudahkan warga mendapatkan pelayanan samsat. Warga Biringkanaya tidak perlu lagi repot-repot ke samsat pusat, karena beberapa pelayanan samsat bisa dilakukan di kantor kecamatan," ujarnya.
Syahrum menjelaskan, pelayanan samsat di kecamatan mirip dengan samsat keliling, yakni melayani perpanjangan STNK berserta denda dan pembayaran link. "Ini mirip samsat keliling. Kecuali pergantian pelat, itu harus ke Samsat yang ada di Jl Mappanyukki dan Pettarani," pungkasnya. Dengan adanya gerai di Kantor Kecamatan ini, lanjut Syahrum sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat pemakai kendaraan bermotor dalam bidang registrasi dan identifikasi dan pembayaran pajak kendaraan. Beberapa warga Biringkanaya mengaku sangat terbantu dengan dibukanya gerai Samsat di kantor kecamatan, karena relatif dekat dengan tempat tinggalnya. "Kami sangat terbantu dengan adanya gerai samsat di kantor kecamatan. Aapalagi kami yang tinggal di daerah Biringkanaya, lokasinya jauh jika kita pergi mengurus di kantor samsat Mappanyukki," kata Cakra (49) salah satu warga Biringkanaya. (Abs).

Rabu, 31 Desember 2014

Mengantar Pergantian Tahun Pemprov. Sulsel Gelar Dzikir dan Doa Bersama

Media Pembaharuan Makassar,- Seperti tahun tahun sebelumnya, setiap menyambut Tahun Baru, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menggelar Dzikir Akbar di halaman rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka. Tahun Baru 2015, Syahrul juga diagendakan menggelar zikir bersama pejabat pemprov.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Andi Darmawan Bintang, Selasa (30/12) membenarkan jika gubernur, wakil gubernur, asisten, kepala SKPD dan seluruh pegawai lingkup Pemprov Sulsel melakukan zikir akbar dalam menyambut pergantian tahun. Kegiatan keagamaan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain zikir akbar, Pemprov Sulsel juga akan memberikan penghargaan kepada kepala SKPD berprestasi yang kinerjanya memuaskan.

Jelang pergantian tahun 2014 menuju 2015, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar dzikir dan doa bersama di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, 31 Desember 2014. Acara dihadiri Gubernur Sulsel, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, Sekwilda Prov. Sulsel, Ir. H. Abdul Latif, pejabat SKPD dan pegawai lingkup Pemprov. Sulsel. Dzikir bersama dipimpin oleh Masykur Yusuf dari Kelompok Dzikir Syahrul Mubaraq.
Foto: Rabu, 31 Desember 2014
Mengantar Pergantian Tahun Pemprov. Sulsel Gelar Dzikir dan Doa Bersama

Media Pembaharuan Makassar,- Jelang pergantian tahun 2014 menuju 2015, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar dzikir dan doa bersama di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, 31 Desember 2014. Acara dihadiri Gubernur Sulsel, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, Sekwilda Prov. Sulsel, Ir. H. Abdul Latif, pejabat SKPD dan pegawai lingkup Pemprov. Sulsel. Dzikir bersama dipimpin oleh Masykur Yusuf dari Kelompok Dzikir Syahrul Mubaraq.

Syahrul dalam sambutannya mengatakan, rangkaian dzikir dan doa bersama mengantar satu tahun perjalanan hidup kita ini digelar untuk keselamatan bangsa dan Negara. “Mari kita sama-sama mengagungkan asma Allah, berdzikir mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk semakin memperkuat aqidah, istiqamah dan keimanan kita,”pesannya.

“Tidak ada yang terjadi tanpa kehendak Allah, segala sukses yang ada, segala apa yang kita lakukan dan kita capai sampai hari ini hanya terjadi jika kita kuat menghadapi segala cobaan dan goncangan. Dan itu semua karena Allah selalu menyertai kita, “pesannya lagi.

Gubernur Sulsel dua periode ini meyakinkan, bahwa setiap orang yang senantiasa melafadzkan dan menyatukan dirinya dengan nama kebesaran Allah, maka akan menjadi bagian dari energy kehidupannya.

Oleh karena itu ia meminta agar kita jangan eforia dengan bersenang-senang dan hanya berpesta saja menyambut tahun baru ini tetapi hendaknya menjadi perenungan bagi kita untuk kehidupan selanjutnya agar lebih baik dari tahun-tahun kemarin.

“Saya percaya apa yang telah kita capai di Sulsel ini adalah bagian dari ridha Allah SWT dan tentunya kita berharap provinsi kita ini terhindar dari segala musibah dan bencana, karena kita punya doa,”ujarnya.

Syahrul menambahkan, beberapa waktu lalu Pemprov. Sulsel juga telah mengirim + 12 – 15 ton beras ke Provinsi Jawa Tengah untuk bantuan korban yang tertimpa bencana longsor. Bantuan diantar langsung oleh Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang.

Disela-sela sambutannya, Syahrul juga mengajak semua yang hadir untuk mendoakan korban musibah jatuhnya pesawat Airasia QS 8501. Ia berharap musibah ini dapat menyentuh nurani keIslaman dan nurani kemanusiaan kita sekaligus nurani atas nama bangsa.

Sementara, Ustadz Hasanuddin yang mengantarkan ceramah mengatakan, jika ingin sukses dunia akhirat maka kita harus taat aturan dan ketentuan dari Allah SWT. “Allah menciptakan 118 jenis makhluk dan menempatkannya sesuai dengan kesenangannya masing-masing dan apabila ada makhluk yang mencoba menentang aturan yang telah digariskan oleh Allah, maka pasti akan celaka,”pesannya.

Manusia diciptakan Allah yang sebaik-baiknya dan paling sempurna, dan siapapun yang senantiasa taat kepada aturan yang telah ditentukan oleh Allah maka dia akan diberi jaminan rezeki.

Menurut ustadz, ada 4 orang yang dijamin rekenya oleh Allah, yaitu orang gila, orang sakit yang ada di rumah sakit, orang yang terpenjara dan bayi.

Ia juga menmabahkan, cirri-ciri orang sukses adalah, memiliki teman yang baik, memiliki hati yang selalu bersyukur kepada Allah SWT, orang yang memiliki pasangan hidup yang shaleh dan shalehah, dan orang yang sudah memiliki anak yang shaleh dan shalehah.Syahrul dalam sambutannya mengatakan, rangkaian dzikir dan doa bersama mengantar satu tahun perjalanan hidup kita ini digelar untuk keselamatan bangsa dan Negara. “Mari kita sama-sama mengagungkan asma Allah, berdzikir mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk semakin memperkuat aqidah, istiqamah dan keimanan kita,”pesannya.
 “Tidak ada yang terjadi tanpa kehendak Allah, segala sukses yang ada, segala apa yang kita lakukan dan kita capai sampai hari ini hanya terjadi jika kita kuat menghadapi segala cobaan dan goncangan. Dan itu semua karena Allah selalu menyertai kita, “pesannya lagi.
Gubernur Sulsel dua periode ini meyakinkan, bahwa setiap orang yang senantiasa melafadzkan dan menyatukan dirinya dengan nama kebesaran Allah, maka akan menjadi bagian dari energy kehidupannya. Oleh karena itu ia meminta agar kita jangan eforia dengan bersenang-senang dan hanya berpesta saja menyambut tahun baru ini tetapi hendaknya menjadi perenungan bagi kita untuk kehidupan selanjutnya agar lebih baik dari tahun-tahun kemarin.
“Saya percaya apa yang telah kita capai di Sulsel ini adalah bagian dari ridha Allah SWT dan tentunya kita berharap provinsi kita ini terhindar dari segala musibah dan bencana, karena kita punya doa,”ujarnya. Syahrul menambahkan, beberapa waktu lalu Pemprov. Sulsel juga telah mengirim + 12 – 15 ton beras ke Provinsi Jawa Tengah untuk bantuan korban yang tertimpa bencana longsor.
Bantuan diantar langsung oleh Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang. Disela-sela sambutannya, Syahrul juga mengajak semua yang hadir untuk mendoakan korban musibah jatuhnya pesawat Airasia QS 8501. Ia berharap musibah ini dapat menyentuh nurani keIslaman dan nurani kemanusiaan kita sekaligus nurani atas nama bangsa. Sementara, Ustadz Hasanuddin yang mengantarkan ceramah mengatakan, jika ingin sukses dunia akhirat maka kita harus taat aturan dan ketentuan dari Allah SWT.
“Allah menciptakan 118 jenis makhluk dan menempatkannya sesuai dengan kesenangannya masing-masing dan apabila ada makhluk yang mencoba menentang aturan yang telah digariskan oleh Allah, maka pasti akan celaka,”pesannya.
Manusia diciptakan Allah yang sebaik-baiknya dan paling sempurna, dan siapapun yang senantiasa taat kepada aturan yang telah ditentukan oleh Allah maka dia akan diberi jaminan rezeki.
Menurut ustadz, ada 4 orang yang dijamin rekenya oleh Allah, yaitu orang gila, orang sakit yang ada di rumah sakit, orang yang terpenjara dan bayi.
Ia juga menmabahkan, cirri-ciri orang sukses adalah, memiliki teman yang baik, memiliki hati yang selalu bersyukur kepada Allah SWT, orang yang memiliki pasangan hidup yang shaleh dan shalehah, dan orang yang sudah memiliki anak yang shaleh dan shalehah. (ABS).

Jumat, 26 Desember 2014

Lutfi Belum Dapat Restu SYL

Foto: Jum'at, 26 Desember 2014
Lutfi Belum Dapat Restu SYL

Media Pembaharuan,- Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Lutfi Halide masih perlu berjuang keras untuk maju sebagai calon bupati (Cabup) di Pilkada Kabupaten Soppeng tahun depan. Pasalnya, selain belum memiliki kendaraan politik, dirinya juga terkendala pada persoalan izin baik dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri). "Sampai saat ini Pak Lutfi belum mengajukan izin ingin maju di Pilkada Soppeng," ungkap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul menyebut Lutfi yang juga merupakan besannya, mengaku sampai saat ini yang bersangkutan (Lutfi) masih berada dalam ikatan dinas. Tentunya setiap pegawai atau kepala dinas yang ingin mencalonkan diri maju di Pilkada 2015 harus mengajukan izin dan persetujuan kepada pimpinannya. "Jadi saya tegaskan kembali restu tersebut belum ada karena pemberitahuan melalui surat izin juga belum dimasukkan," ujar Ketua Golkar Sulsel ini.

Sebelumnya, dikabarkan SYL dan Bupati Soppeng Andi Soetomo sudah membangun komitmen serta kesepakatan bersama bahwa Lutfi akan berpasangan dengan Andi Zulkarnaen di Pilkada Soppeng. "Sudah ada kesepakatan antara dua belah pihak," kata Andi Soetomo. Kendati demikian, Soetomo belum bisa memastikan apakah keduanya akan diusung oleh Golkar dan Gerindra. Terpisah, Lutfi Halide yang dikonfirmasi melalui teleponnya belum bersedia memberikan keterangan terkait surat izin permintaan persetujuan maju di Pilkada Soppeng. "Kalau persoalan ingin maju saya siap, tapi kan prosesnya panjang harus izin dulu ke atasan dan Mendagri," ujarnya. (ABS).
Gubernur Sulawesi Selatan
Media Pembaharuan Makassar,- Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Lutfi Halide masih perlu berjuang keras untuk maju sebagai calon bupati (Cabup) di Pilkada Kabupaten Soppeng tahun depan. Pasalnya, selain belum memiliki kendaraan politik, dirinya juga terkendala pada persoalan izin baik dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri). "Sampai saat ini Pak Lutfi belum mengajukan izin ingin maju di Pilkada Soppeng," ungkap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Syahrul menyebut Lutfi yang juga merupakan besannya, mengaku sampai saat ini yang bersangkutan (Lutfi) masih berada dalam ikatan dinas. Tentunya setiap pegawai atau kepala dinas yang ingin mencalonkan diri maju di Pilkada 2015 harus mengajukan izin dan persetujuan kepada pimpinannya. "Jadi saya tegaskan kembali restu tersebut belum ada karena pemberitahuan melalui surat izin juga belum dimasukkan," ujar Ketua Golkar Sulsel ini.
Sebelumnya, dikabarkan SYL dan Bupati Soppeng Andi Soetomo sudah membangun komitmen serta kesepakatan bersama bahwa Lutfi akan berpasangan dengan Andi Zulkarnaen di Pilkada Soppeng. "Sudah ada kesepakatan antara dua belah pihak," kata Andi Soetomo. Kendati demikian, Soetomo belum bisa memastikan apakah keduanya akan diusung oleh Golkar dan Gerindra. Terpisah, Lutfi Halide yang dikonfirmasi melalui teleponnya belum bersedia memberikan keterangan terkait surat izin permintaan persetujuan maju di Pilkada Soppeng. "Kalau persoalan ingin maju saya siap, tapi kan prosesnya panjang harus izin dulu ke atasan dan Mendagri," ujarnya. (ABS).

Selasa, 16 Desember 2014

Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2015

Media Pembaharuan Makassar,- Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si,.M.H menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2015, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa, 16 Desember 2014. Hadir dalam penyerahan DIPA, Ketua/Wakil Ketua dan para Ketua Komisi DPRD Prov Sulsel, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang, para Bupati/Walikota se-Sulsel, para Kepala Kantor Instansi Vertikal, Kementerian/Lembaga dan para Kepala SKPD Lingkup Pemprov Sulsel.
H. Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, penyerahan  DIPA kali ini merupakan awal dari periode pembangunan jangka menengah 2015-2019 yang juga merupakan Periode Awal Pemerintahan Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Pada tahun 2014 ini APBN yang dialokasikan di daerah kita ini mengalami peningkatan dari Rp 37,4 triliun lebih menjadi  Rp 39,9 triliun lebih atau meningkat sebesar 6,78 persen.
“Diantara jenis anggaran tersebut yang mengalami peningkatan terbesar adalah Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) yakni sebesar 65,52 persen. Pagu yang besar tersebut perlu dikelola dengan baik sehingga kinerja pemerintah daerah dapat meningkat serta memberikan kemanfaatan yang besar bagi penguatan Pemerintah Daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan,” lanjut Syahrul.
Pelaksanaan kegiatan yang telah kita capai hingga saat ini, patut kita syukuri mengingat pada tahun 2014 ekonomi Sulsel dapat tumbuh sebesar 8,23 persen yang berarti masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. “Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik tersebut merupakan dampak dari penurunan tingkat pengangguran yang mencapai 5,10 persen atau 188,7 ribu, kemiskinan 10,28 persen atau 864,3 ribu orang, dengan tingkat inflasi 6,54 persen serta peningkatan pendapatan perkapita masyarakat yang hingga tahun 2013 mencapai Rp 22,15 juta lebih,”terangnya.
Menurutnya, melalui  Pengembangan Kawasan Strategis Tahun 2015 sesuai dengan tema pembangunan tersebut, maka aktivitas pembangunan di Sulsel kita prioritaskan pada pengembangan kerjasama daerah dan daya saing daerah, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan pendidikan, kepemudaan, keolahragaan dan kebudayaan pembangunan kesehatan, peningkatan kapasitas infrastruktur wilayah, pengembangan kawasan strategis, pengelolaan sumber daya air dan peningkatan kapasitas infrastruktur irigasi, reformasi  birokrasi dan penguatan kapasitas kelembagaan.
 “Kendala administratif, procedural, birokrasi dan sebagainya tidak lagi menjadi penghambat dalam pelaksanaan anggaran 2015 ini sehingga program-program pemerintah dapat berjalan dengan segera dan rakyat dapat merasakan manfaatnya tanpa menunggu terlalu lama, dan kesemuanya dapat dicapai apabila ada koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk saling mendukung dalam proses pelaksanaan setiap program,”harap Syahrul.
Syahrul mengajak para Kuasa Pengguna Anggaran dan siapapun yang berhubungan dengan keuangan Negara agar dapat menjaga amanah dalam mengelolanya dengan lebih terjadwal, cepat, cermat dan lebih akurat namun tetap dapat mempertanggungjawabkan hasilnya.(ABS)
Sumber Berita: www.sulselprov.go.id

Senin, 15 Desember 2014

PNS Berprestasi Terima Penghargaan Gubernur

Media Pembaharuan Makassar,- Tiga puluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) berprestasi lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, menerima penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H. Penghargaan tersebut diserahkan langsung gubernur di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (15 Desember 2014).
Dua pejabat Eselon II yang menerima penghargaan adalah Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Andi Murlina. Selain itu, ada pejabat Eselon III dan IV masing-masing empat orang. Gubernur juga memberikan penghargaan kepada 20 PNS non pejabat struktural atau staf. 
Selain memberikan penghargaan kepada PNS berprestasi, Syahrul juga menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada PNS yang mengabdi 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Terdiri dari, 118 PNS yang mengabdi 30 tahun, 119 PNS yang mengabdi 20 tahun, dan 23 PNS yang mengabdi 10 tahun.
Syahrul mengatakan, PNS yang mendapatkan penghargaan memiliki angka lebih dibandingkan yang lain. Prestasi tersebut tentunya membuat seseorang lebih berharga dan melahirkan penghargaan-penghargaan lainnya.
"Saya harap, penghargaan ini memotivasi untuk PNS yang lain ikut berprestasi dan penerima penghargaan bisa terus berkarya dan meraih prestasi-prestasi lainnya," kata Syahrul.
Sementara, Sekretaris Wilayah Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Latif, mengatakan, penghargaan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebanyak dua orang, dengan kriteria penilaian yaitu kemampuan dan kemauan untuk memberikan motivasi bawahan atau staf, khususnya dalam menaati kewajiban atau ketentuan disiplin PNS. Sedangkan, penghargaan kepada pejabat struktural Eselon III dan IV masing-masing sebanyak empat orang dengan kriteria penilaian yaitu keseluruhan aspek perilaku kerja dengan titik berat pada aspek disiplin dan tambahan pemahaman terhadap tupoksi melalui karya tulis berupa makalah tentang substansi tugas atau pekerjaan.
"Penghargaan kepada PNS non pejabat struktural sebanyak 20 orang dengan kriteria penilaian yaitu keseluruhan aspek perilaku kerja, kecuali aspek kepemimpinan, dengan titik berat pada aspek disiplin," jelas Latif.
Ia menambahkan, PNS yang ditetapkan sebagai penerima penghargaan masing-masing diberikan Piagam Penghargaan dari Gubernur dan Pin Korpri yang terbuat dari emas murni. (ABS).

Sumber Berita: www.sulselprov.go.id

Selasa, 09 Desember 2014

Ketahanan Beras Bulog Hingga 15 Bulan

Media Pembaharuan Makassar,- Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar, Abdullah Djawas, mengungkapkan, jumlah stok beras yang dikuasai bulog saat ini mencapai 140 ribu ton. Jumlah tersebut cukup untuk ketahanan 15 bulan ke depan. 
"Stok beras kita aman, mencukupi untuk 15 bulan ke depan," kata Abdullah Djawas, usai bertemu Gubernur Sulsel, DR. H. Syahrul Yasin Limpo.,SH.,M.Si.,M.H di Kantor Gubernur, Selasa (9/12). 
Ia mengatakan, tahun ini target serapan beras bulog sekira 490 ribu ton. Namun, yang terealisasi hanya 330 ribu ton atau sekira 60 persen. 
"Kendalanya cuaca sehingga berpengaruh pada proses penggilingan. Kemudian, banyak juga pembeli dari luar provinsi yang membeli beras petani Sulsel," ujarnya. 
Terkait raskin, Abdullah Djawas mengatakan, realisasinya sudah mencapai 100 persen. "Realisasinya sudah mencapai 100 persen dan khusus untuk tunggakan-tunggakan di daerah itu sifatnya dinamis, berubah setiap harinya," jelasnya. 
Khusus untuk target tahun 2015, Abdullah Djawas mengaku masih membicarakannya. Namun ia berharap, bisa melebihi serapan tahun ini atau minimal sama dengan tahun ini. 
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar bulog memaksimalkan serapan beras petani. Termasuk, peningkatan kualitas.(ABS).
 
Sumber Berita: www.sulselprov.go.id

Kamis, 04 Desember 2014

Ahok Geram Soal Kinerja Anak Buahnya

Media Pembaharuan Jakarta,-  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram soal kinerja anak buahnya yang mengecewakan. Padahal standar gaji PNS di Ibu Kota bisa dikatakan fantastis.
Bahkan, kata pria yang akrab disapa Ahok ini, ada golongan paling rendah yang diupah sekitar Rp25 juta. Tapi gaji sebesar itu ternyata tak menjamin kinerja memuaskan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama--Antara/Wahyu Putro A
Photo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
"Kalian itu tidak tahu, gaji guru-guru di DKI, rata-rata sudah Rp12 juta. Gaji PNS paling rendah disini, yang baru lulus saja, sama Tunjangan Kinerja Daerah (TKD-nya) Rp7 jutaan. Gaji PNS pajak dan di BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), yang mana ada tiga bidang itu, golongan terendah (gajinya) Rp25 juta," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, (4/12/2014).
Besaran gaji yang relatif besar itu, kata Ahok, tak sebanding dengan kinerjanya. Ahok mengaku kesal dengan beberapa anak buahnya.
Terutama PNS yang bekerja di lingkungan pajak. Menurut dia, golongan terendah pegawai pajak yang diupah Rp25 juta itu, tidak menunjukkan kinerja yang maksimal.
"Enggak ada yang tahu kan (gajinya sebesar itu)? Tapi kelakuannya masih banyak yang minor-minor. Kelakuannya, (seperti) pajak masih enggak beres online 2 tahun," ujar Ahok.
"Mana ada orang pajak, duduk-duduk aja, (diupah) Rp25 juta. Makanya semua nyogok-nyogok jadi orang pajak. Duduk saja, ngumpulin pajak, enggak beres. Bikin target rendah. Kalau tercapai dapat bonus. Gak bisa sekarang, gak ada lagi bonus gitu," jelas dia.(ABS).