Tampilkan postingan dengan label bulukumba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulukumba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2014

Anggota PMR Bulukumba Sebanyak 55 Orang Bertolak ke Pangkep



BERFOTO. Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Marlina berfoto dengan siswanya yang akan berangkat ke Kabupaten Pangkep mengikuti Jambore tingkat provinsi. (foto: NINDAR ROSMAWAN / RADAR SELATAN)
BERFOTO. Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Marlina berfoto dengan siswanya yang akan berangkat ke Kabupaten Pangkep mengikuti Jambore tingkat provinsi.



Media Pembaharuan Bulukumba,- Sebanyak 55 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Cabang Bulukumba akan berangkat ke Kabupaten Pangkep, Kamis, 25 Desember mendatang untuk mengikuti Jambore tingkat provinsi.

“55 anggota PMR berasal dari 23 sekolah baik PMR Mula SD, PMR Madia SMP dan PMR wira SMA,” kata Nurdin Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) relawan PMR sekaligus ketua kontingen, kepada Wartawan, Kamis, 18 Desember.

Dia menjelaskan, kegiatan di sana berupa lomba Jambore masing-masing, traveling, kepalang merahan, pertolongan pertama, kepemimpinan, remaja sehat, donor darah dan siaga bencana. Kemudian lomba cabang olahraga antaranya, catur, futsal dan bakia. Sedangkan dalam bidang kesenian, lomba majalah dinding (Mading) dan menari.

“Adapun lomba yang dipersiapkan sebagai ajang persahabatan dengan forum komunikasi yakni pelatihan jurnalistik,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Nurdin pemusatan latihan mulai 10 hingga 20 November dan lanjut 16 hingga 22 Desember guna mempermantap laga pada lomba,” tandasnya.

Dia mengaku kalau jambore di kabupaten itu dilaksanakan 2011 silam diadakan dua tahun sekali sedangkan di provinsi diadakan tiga tahun sekali dan di tingkat nasional empat tahun sekali.

“Siswa atau anggota PMR yang kami ikutkan itu sebelumnya sudah melalui seleksi di kantor PMR cabang Bulukumba,” bebernya.

Sementara itu, Marlina guru pembina PMR SDN 2 Terang-terang mengaku sebanyak empat orang siswanya akan berangkat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sekarang masih melakukan latihan pemantapan PMR dalam memberikan bimbingan yang lebih intensif lagi,” tutup Marlina. (A.Wahida).

Rabu, 17 Desember 2014

Mapolres Siap Hadapi Natal dan Tahun Baru

RAPAT KORDINASI. Kabag Ops Polres Bulukumba, Kompol Syarifuddin meminpin rapat kordinasi terkait pengamana menjelang Natal dan tahun baru, Rabu 17 Desember di aula Mapolres Bulukumba.IRWANSYAH/RADAR SELATAN
RAPAT KORDINASI. Kabag Ops Polres Bulukumba, Kompol Syarifuddin meminpin rapat kordinasi terkait pengamana menjelang Natal dan tahun baru. 


Media Pembaharuan Bulukumba,- Kabag Ops Polres Bulukumba, Kompol Syarifuddin mengaku pihaknya siap menghadapi perayaan Natal dan tahun baru 2015. Hal ini diungkapkan dalam rapat koordinasi lintas sektoral di aula Mapolres Bulukumba, Rabu 17 Desember.
Rapat dihadiri para Kapolsek, Kodim 1411, Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bulukumba, H Tjamiruddin. Menurut Syarifuddin, pengamanan perayaan dua momen tersebut akan melibatkan sejumlah instansi dalam operasi lilin 2014.
“Kita evaluasi operasi lilin tahun lalu untuk penyempurnaan tahun ini. Makanya kita lakukan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi. Apalagi akan dibuat pos pengamanan di jalur-jalur rawan dan padat kendaraan, termasuk titik-titik strategis lainnya,” ujarnya dalama rapat.
Sementara itu, Ketua MUI Bulukumba, H Tjamiruddin, meminta pengamanan di sejumlah gereja lebih dimaksimalkan. Menyusul adanya informasi masyarakat di sekitar gereja yang keberatan dengan adanya pelaksanaan ibadah/kebaktian di malam Natal nanti.
“Ini perlu ditindaklanjuti secara serius, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga akan mencoba melakukan upaya agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” ujarnya. (Wahida)

Senin, 15 Desember 2014

Semangat Hari Ibu, Kampanye Pentingnya Menjaga Organ Reproduksi Perempuan

Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Nurhayati. (foto:A Resky Nurjannah/Radar Selatan)
Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Nurhayati. (Wahida)
 

Media Pembaharuan Bulukumba,- Hari Ibu 22 Desember mempunyai makna yang dalam bagi perempuan Indonesia. Di Bulukumba, Hari Ibu akan diperingati secara sederhana oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba. Peringatan yang jauh dari kesan mewah tapi tidak mengurangi nilai-nilai dari hari bersejarah itu. Seperti apa kiprahnya, berikut petikan wawancara RADAR SELATAN dengan Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Nurhayati.
SUNARTI SAIN
Tidak terasa kita akan memperingati Hari Ibu di 22 Desember mendatang. Sebagai Ketua TP PKK Bulukumba, tentu banyak kegiatan yang bakal mewarnai peringatan Hari Ibu.
Iya, benar sekali. Setiap tahun kita memperingati Hari Ibu 22 Desember. Selain upacara bendera, tentu ada sejumlah agenda yang sudah dipersiapkan oleh ibu-ibu PKK. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami lebih mengedepankan kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bisa dijelaskan seperti apa kegiatan sosial yang Ibu maksud?
Pelayanan kepada masyarakat khususnya perempuan atau kaum ibu. Kami akan melakukan bakti sosial yang melibatkan 10 kecamatan yang ada di daerah ini.
Sebenarnya menurut Ibu, apa makna dari peringatan Hari Ibu?
Di Indonesia kita setiap tahun memperingati Hari Ibu. Sebenarnya ada peristiwa bersejarah dan istimewa yang terjadi pada tanggal tersebut. Di zaman sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 22 Desember sampai 25 Desember di Yogyakarta, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada saat itu berkumpul untuk mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yang pertama). Inilah yang menjadi cikal bakal peringatan Hari Ibu setiap tahun.
Artinya, sejak dulu peran perempuan itu sudah sangat diperhitungkan?
Ya betul sekali. Perempuan itu bukan saja pahlawan dalam keluarga tapi juga pahlawan untuk bangsanya. Makanya, kami dari TP PKK sangat konsen berjuang untuk perbaikan nasib perempuan termasuk perbaikan kesehatan perempuan.
Bicara soal kesehatan perempuan terutama kesehatan ibu, di Bulukumba kasus atau jumlah ibu yang meninggal karena melahirkan masih cukup besar. Bagaimana Ibu melihat fenomena ini?
Kami tentu sangat prihatin. Artinya pekerjaan kami di PKK masih sangat besar. Masyarakat khususnya perempuan harus diajarkan untuk peduli pada kesehatan dan pemerintah harus menyiapkan fasilitas yang memadai untuk itu.
Di Bulukumba ini, soal papsmear saja, ibu-ibunya masih banyak yang takut untuk periksa. Jangan ibu-ibu di desa, ibu-ibu PKK saja banyak yang tidak mau dipapsmear karena takut. Saya sampai bilang ke mereka, sudahlah ibu bupati saja yang mulai papsmear supaya semua bisa ikut. Ini program gratis tapi tetap saja tidak ada yang berani.
Lantas apa yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Kami akan perbanyak turun ke lapangan, ketemu dengan ibu-ibu dan mengkampanyekan pentingnya hidup bersih terutama menjaga kebersihan organ reproduksi. Ini memang bukan pekerjaan mudah dan harus dilakukan terus menerus.
Nah, kembali ke persoalan peringatan Hari Ibu, saat ini kesannya peringatan dilakukan hanya sebatas seremoni belaka.
Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini sebenarnya lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji peran para ibu, baik ibu yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa untuk perempuan secara keseluruhan. Meski secara maknawi peringatan Hari Ibu saat ini kurang sejalan dengan makna kegiatan perempuan yang dilakukan pada masa perjuangan dahulu, tapi itulah kenyataan yang ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Terima kasih Ibu untuk penjelasannya, dan selamat Hari Ibu.
Terima kasih juga. Semoga dengan semangat Hari Ibu, kita lebih peduli dengan persoalan perempuan khususnya kaum ibu. (Wahida).

Jumat, 12 Desember 2014

Bupati Bulukumba, mengintruksikan perusahaan tambang pasir PT Prima Logam untuk berhenti beroperasi

Media Pembaharuan Bulukumba,- Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, mengintruksikan perusahaan tambang pasir PT Prima Logam untuk berhenti beroperasi karena merusak lingkungan. Desakan penutupan terhadap perusahaan yang selama ini mensuplai pasir ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan karena karena sudah merusak lingkungan. Keberadaanya membuat para petani terancam tidak bisa mengarap sawahnya. Kedalamn galian sungai mencapai tujuh meter menjadi penyebab air irigasi tidak mengalir lagi. "Iya, kami minta aktivitas Prima Logam dihentikan. Sudah banyak laporan warga masuk.
Bupati Bulukumba Hentikan Operasi PT Prima Logam
Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Zainuddin Hasan menghentikan operasi PT Prima 
Logam. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Bulukumba, Senin (8/12/2014).
Katanya, dampaknya sudah merusak lingkungan selama," ujar mantan bupati Pohuwato, Gorontalo ini, kemarin Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin, mengapresiasi langka bupati yang mengintruksikan penutupan terhadap perusahaan Prima Logam. Menurutnya, perlunya ditutup karena keberadaannya memang sudak merusak lingkungan. Bahkan, berpotensi menjadi banjir jika tetap digali hingga kedalaman puluhan meter. Makanya, mulai sekarang harus segera dihentikan sebelum berlanjut. "Kami tahu persis kondisi lingkungan disana, karena kampung saya. Sekarang warga tidak bisa memanfaatkan batu disana. Kalau mau ambil harus beli. Ini kan kasihan," tegasnya.
Fahidin menambahkan, sawah warga yang mencapai ratusan hektar menjadi korban. Terancam tidak bisa lagi mengarap secara normal, sebabirigasi mereka mati, sehingga ini perlu menjadi perhatian Pemkab kedepannya. ''Jika perusahaan dibiarkan beroperasi akan semakin merugikan warga setempat. Maka pemerintah harus mengambil langka cepat memberhentikan,'' tegasnya. Dampaknya sangat luar biasa. Sungai menjadi rusak karena batu habis dikeruk. Kalau dibiarkan jelas semakin merusak. Mana lagi kedalaman, rawan terjadi longsor saat musim. Ini harus dipikirkan pemerintah, kata legislator asal daerah pemilihan UjungBulu-Ujung Loe Bulukumba itu. Terpisah Wakil Ketua II DPRD Bulukumba Tomy Satria, mengaku, secara pribadi maupun lembaga sudah berkunjung langsung lokasi penambangan.
Hasilnya memang terjadi ekspolarasi dampak lingkungan yang tidak sesuai dengan analisi dampak lingkungan (Amdal). Dengan demikian, pihaknya mendorong agar dilakukan audit lingkungan guna memastikan akan kebenaranya dilapangan. Masalah ini menjadi fokus dewan dalam menindaklanjuti kedepannya. "Semua akan dievaluasi, mulai UPL dan amdalnya. Kemudian mengukur kualitas lingkungan. Apakah ada penurunan,"ujarnya. Sebelumnya, salah seorang tokoh warga, H Madi, mengemukakan, sejak awal sudah minta kepada perusahaan agar segera menutup tambang pasir di wilayah tersebut. "Kami minta kepada pemerintah kiranya mengambil langkah cepat, kami tidak ingin sawah kami menjadi korban dan imbasnya kami tidak bisa lagi menggarap sawah, "harapnya. (ABS).

Senin, 01 Desember 2014

Mantan Kadis Kesehatan Bulukumba Jadi Tersangka Korupsi ALKES

Bulukumba,- Penyidik kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2011 senilai Rp20 miliar, telah menetapkan tersangka baru.

Tersangka baru tersebut adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Dian Weliyati Kabier. Mantan Kepala Dinkes Bulukumba, dr Dian Weliyati Kabier, disebut-sebut banyak tahu soal pengadaan alkes.

Keterlibatan mantan Kadis Kesehatan, dr Dian Weliyati Kabier, yang kini sudah menjadi tersangka patut didalami lebih jauh. Penyidik alkes harus memeriksa atasan mantan Kepala Dinkes Bulukumba.

Siapa atasan mantan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba? lembaga anti korupsi Bulukumba menyebutnya adalah Bupati Bulukumba.

“SCW minta agar penyidik tidak ragu memeriksa Bupati Bulukumba tanpa harus minta izin dari gubernur. Karena penerapan UU 32 Tahun 2004 tentang Pemda pasal 36 ayat 1, 2, 3, 4, 5, telah dibatalkan MK sesuai putusan nomor 73/PUU-IX/2011. Jadi, penyidik tidak perlu minta izin presiden, apalagi kepada gubernur untuk memeriksa Bupati Bulukumba,”kata La Ode Hardiman, direktur SCW Bulukumba, Minggu (30/11) .

Sebelumna, Polres Bulukumba telah menetapkan Dua orang tersangka dalam kasus alkes Bulukumba. Kedua tersangka adalah M Alwi (PPK Dinkes) dan Syamsuddin Rauf, sub kontraktor.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), menyebutkan total kerugian negara dari kasus pengadaan alkes Rp20 miliar mencapai Rp4,2 miliar. (ABS)