Tampilkan postingan dengan label makassar.gubernur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makassar.gubernur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Gubernur Sulsel Melantik 53 Orang PNS Lingkup Pemprov. Sulsel

Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.Media Pembaharuan Makassar,- Sebanyak 53 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, yang terdiri dari eselon 2 lima orang, eselon 3 lima belas orang, serta eselon 4 sebanyak tiga puluh tiga orang, dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (23 Januari 2015).
Gubernur Sulsel dalam sambutannya, mengaku, pelantikan ini merupakan hal yang biasa dan rutin dilakukan guna penyegaran dan pengembangan tugas di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, sekaligus memenuhi tuntutan kerja yang semakin tinggi.
Jabatan yang diperoleh, lanjut Syahrul, bukan sebuah pemberian, tapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar, yang harus diemban dan dilaksanakan guna mewujudkan Provinsi Sulsel sebagai pilar utama nasional.
“Menjadi pejabat, dituntut bisa mengayomi dan memberi contoh bagi bawahannya, sekaligus loyalitas yang tinggi, dalam mengabdikan dirinya bagi masyarakat bangsa dan negara,”ungkap Syahrul.
Syahrul menambahkan, berdasarkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), keberhasilan kembali diraih Pemerintah Provinsi Sulsel, dimana akuntabilitas keuangan, kinerja, pembangunan dan pelayanan publik di Sulsel mendapatkan hasil audit clean and clear. “Semua ini merupakan kerja keras semua pihak yang harus terus ditingkatkan,”pesannya. (Humas Pemerintah Propinsi).
Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Selasa, 30 Desember 2014

DPD Legiun Veteran RI Sulselbar Temui Gubernur Sulsel

Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.Media Pembaharuan Makassar,- Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo menerima DPD Legiun Veteran RI Sulselbar bersama Panitia Pembangunan Monumen Pahlawan Nasional Mahaputra Adiprana Letjen TRI Andi Abdullah Bau Massepe di ruang kerjanya, Selasa, 30 Desember 20114.
Legiun veteran yang juga ahli waris Pahlawan Nasional Andi Abdullah Bau Massepe, Drs. H. A. Pamadengrukka Mappanyompa menemui Gubernur untuk melaporkan pembangunan Monumen Pahlawan Andi Abdullah Bau Massepe di Pare-pare yang sudah hampir rampung.
“Rencananya monumen ini akan diresmikan oleh Pak Gubernur bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Pare-pare ke-56,”kata Pamadengrukka usai audience. Untuk pelaksanaan selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Walikota Pare-pare.
Ia menambahkan, untuk pendanaan pembangunan monumen ini berasal dari bantuan Gubernur Sulsel, Bank Sulselbar, BRI, Panglima TNI, Tonasa, masyarakat Pare-pare dan keluarga Andi Abdullah Bau Massepe dengan jumlah dana secara keseluruhan sebesar Rp 1,3 miliar. Monumen ini berisi museum dan patung Andi Bau Massepe yang mempunyai landasan 5 meter dengan tinggi 7 meter.
Pamadengrukka menuturkan, asal mula pendirian patung ini adalah inisiatif dari para pejuang veteran dengan melalui proses panjang. Pimpinan Veteran Sulsel, A. Oddang menugaskan kepada pimpinan veteran Pare-pare untuk membentuk panitia pembangunan monumen itu. “Pembangunan monumen ini tujuannya tidak lain adalah untuk mengenang jasa pahlawan Andi Bau Massepe agar dapat menjadi suri tauladan warisan nilai-nilai juang kepahlawanan untuk generasi yang akan datang.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyambut baik pembangunan Monumen ini dan siap hadir pada acara peresmian monumen Andi Bau Massepe bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pare-pare ke-56.
Ia berharap, kehadiran monumen ini tidak hanya sekedar menjadi symbol tapi juga dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenang jasa pahlawan terdahulu dengan nilai-nilai juang kepahlawanannya.

Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.Foto Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.



Selasa, 16 Desember 2014

Upacara Peringatan Hari Nusantara Tingkat Provinsi ke-15 Tahun 2014

Media Pembaharuan Makassar,- Peringatan Hari Nusantara yang ke-14, 13 Desember 2014 berlangsung khidmat di Anjungan Pantai Losari Makassar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H.
Menteri Kelautan RI, Susi Pudjiastuty dalam sambutan seragamnya yang dibacakan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan hari Nusantara ini kita rayakan untuk mengingatkan akan kekayaan sumber daya laut Indonesia yang luar biasa. “Selain itu, juga untuk penghormatan kita atas kedaulatan bangsa Indonesia sebagai Negara Maritim,”ujar Syahrul.
“Pada tanggal, 13 Desember 1957 silam, Pemerintah RI mendeklarasikan bahwa laut pedalaman adalah bagian dari wilayah Indonesia. Deklarasi ini menyatukan seluruh pulau dan kepulauan kedalam satu kesatuan Negara RI. Laut teritorial yang dibatasi hanya 3 mil akibat warisan imperialisme. Hal ini akan membawa dampak negatif dan membahayakan dan pada akhirnya wilayah kita dikotak-kotakkan,”jelas Syahrul.
Sebagai Negara kepulauan, wilayah Indonesia adalah suatu hamparan perairan laut yang luas dengan puluhan ribu pulau yang tersebar didalamnya yang merupakan suatu wilayah kesatuan laut nusantara. Perjuangan untuk mempertahankan kepentingan nasional tersebut berujung pada pengakuan Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia pada tahun 1982 dalam konferensi hukum laut Internasional. Oleh karenanya tidak beralasan bagi kita untuk tidak memperingati setiap tahun, karena deklarasi tersebut mengandung makna dan arti sebagai penyatuan wilayah NKRI.
Syahrul menambahkan, peringatan Hari Nusantara ini bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup, dimana matra darat dan matra laut menjadi berimbang. Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Jokowi mengenai poros maritime dunia yang diharapkan diwujudkan Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu, sejahtera, dan property.
Presiden RI,  Jokowi menegaskan bahwa Indonesia telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, memunggungi selat dan teluk. Untuk itu agenda pembangunan nasional harus digotong oleh 5 pilar utama, yaitu pembangunan kembali budaya maritim, komitmen untuk menjaga dan mengelolah sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritime yang mengajak semua mitra Indonesia bekerjasama pada bidang kelautan dan membangun kekuatan pertahanan maritim.
“Kita harus berani menghapus semua aktifitas yang dapat merusak lingkungan, eksploitasi sumberdaya kelautan yang merugikan negar yang banyak dilakukan oleh masyarakat kita sendiri, terlebih lagi bangsa asing. Kita harus memiliki komitmen bahwa laut harus mensejahterakan rakyat Indonesia dan komitmen kuat untuk menegakkan kedaulatan diatas laut,”pesannya.
Besarnya potensi sumberdaya yang ada di Indonesia tidak akan bermanfaat tanpa didukung pengetahuan untuk mengelolanya, memanfaatkan dan melestarikannya. IPTEK menjadi tumpuan kita agar dapat memanfaatkan potensi tersebut. Inovasi teknologi yang dihasilkan oleh para peneliti dan akademisi harus dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan.(ABS).
Sumber Berita: www.sulselprov.go.id