Tampilkan postingan dengan label pangkep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pangkep. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

Baru Seumur Jagung Jembatan Baru Sudah Rusak.

Foto: Kamis, 08 Januari 2015
Baru Seumur Jagung Jembatan Baru Sudah Rusak.

Media Pembaharuan Pangkep,- Baru Seumur Jagung Jembatan beton telah retak dan rusak di Jalan Arung Sabila, Kecamatan Minasatene, Pangkep. yang baru saja selesai Pembangunannya beberapa bulan yang lalu. Dengan menggunakan Anggaran Pembangunan Daerah (APBD) tahun 2014 kemarin.

Sedangkan Jembatan tersebut yang merupakan penghubung antara kelurahan Kala'birang dengan kelurahan Minasate’ne, sehingga masyarakat yang ada disana memilih jalan yang lama, karena jembatan tersebut mengalami keretakan dibadan jembatan dan pembangunan jembatan tersebut nampak miring.

Saat ditemui Wartawan Pelaksana Pekerjaan Jembatan (Kontraktor) tersebut, H Hasan, mengakui jika jembatan yang baru saja rampung Desember silam ini masih dalam status pemeliharaan. Dan Ia menyatakan akan melakukan perbaikan secepatnya. “Saya sudah hubungi PKM untuk melakukan pengecoran, insyaallah dalam waktu dekat kita kerjakan,” katanya, Kamis (8/1).

Lanjut, terkait kualitas pekerjaaan, Hasan menegaskan jika pekerjaan jembatan ini sudah sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang diisyaratkan dan Ia menuturkan memiliki dokumentasi proses pembangunan jembatan ini.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep yang bertanggung Jawab dalam hal pelaksanaan Tehnis Pembangunan, saat hendak dikonfirmasi masalah ini, yang mana dalam hal ini Sekretaris Dinas PU, Syamsuddin enggan berkomentar saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemantahuan Wartawan di lokasi, jembatan ini dalam kondisi terpalang dengan menggunakan batang  bambu dan tidak dapat lagi dilalui oleh kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. (ABS).Media Pembaharuan Pangkep,- Baru Seumur Jagung Jembatan beton telah retak dan rusak di Jalan Arung Sabila, Kecamatan Minasatene, Pangkep. yang baru saja selesai Pembangunannya beberapa bulan yang lalu. Dengan menggunakan Anggaran Pembangunan Daerah (APBD) tahun 2014 kemarin.

Sedangkan Jembatan tersebut yang merupakan penghubung antara kelurahan Kala'birang dengan kelurahan Minasate’ne, sehingga masyarakat yang ada disana memilih jalan yang lama, karena jembatan tersebut mengalami keretakan dibadan jembatan dan pembangunan jembatan tersebut nampak miring.

Saat ditemui Wartawan Pelaksana Pekerjaan Jembatan (Kontraktor) tersebut, H Hasan, mengakui jika jembatan yang baru saja rampung Desember silam ini masih dalam status pemeliharaan. Dan Ia menyatakan akan melakukan perbaikan secepatnya. “Saya sudah hubungi PKM untuk melakukan pengecoran, insyaallah dalam waktu dekat kita kerjakan,” katanya, Kamis (8/1).

Lanjut, terkait kualitas pekerjaaan, Hasan menegaskan jika pekerjaan jembatan ini sudah sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang diisyaratkan dan Ia menuturkan memiliki dokumentasi proses pembangunan jembatan ini.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep yang bertanggung Jawab dalam hal pelaksanaan Tehnis Pembangunan, saat hendak dikonfirmasi masalah ini, yang mana dalam hal ini Sekretaris Dinas PU, Syamsuddin enggan berkomentar saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemantahuan Wartawan di lokasi, jembatan ini dalam kondisi terpalang dengan menggunakan batang bambu dan tidak dapat lagi dilalui oleh kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. (ABS).

Jumat, 19 Desember 2014

Dicaci Pengguna Jalan Akibat Mahasiswa Demo

Media Pembaharuan Pangkep,- Aksi unjuk rasa yang mengganggu kepentingan publik kembali dipertontonkan mahasiswa Politeknik Negeri Pertanian, Pangkep. Seperti unjuk rasa sebelumnya, mahasiswa menduduki jalan poros Pangkep - Makassar yang juga trans Sulawesi itu.
Penutupan jalan dilakukan dengan menyandera truk pengangkut peti kemas yang sekaligus dijadikan panggung orasi. Ratusan mahasiswa berjaket almamater, merah maron itu berkerumun di tengah jalan sambil membakar ban.
Tak pelak, penutupan ruas jalan vital itu menimbulkan kemacetan parah, baik dari arah Makassar maupun ke arah Barru. Tanpa memperdulikan kepentingan para pengguna jalan, mahasiswa berorasi dan menyuarakan pendapatnya.
Tingkah mahasiswa ini pun mengundang kejengkelan para pengguna jalan. Mereka rata-rata mencaci mahasiswa karena melakukan aksinya dengan menutup jalan.
"Kita semua tidak setuju dengan kenaikan BBM. Tapi demonya yang masuk akal dong. Masa tidak ada cara menyampaikan aspirasi selain menutup jalan," kata Adnan Harun, warga yang hendak ke Parepare mengantar barang dagangannya.
Protes senada juga dikemukakan Irwan. Warga Makassar ini berencana ke Pinrang untuk menghadiri acara syukuran wisuda temannya. "Pasti mi terlambat ka sampai. Pulang semua mi ini orang baru kita sampai," keluhnya dengan nada kesal.
Bahkan, sejumlah pengguna jalan yang sudah tidak tahan dengan aksi penutupan jalan itu berupaya menerobos barikade mahasiswa. Sayangnya, upaya itu tidak berhasil karena puluhan mahasiswa langsung menghalau kendaraan yang mencoba melewati mereka.
Kejadian ini juga menimbulkan insiden kecil saat kendaraan yang mengangkut rombongan TNI dari arah Makassar sampai di lokasi kemacetan. Sejumlah prajurit TNI pun menemui mahasiswa dan minta agar mereka dibiarkan jalan. Rombongan militer ini harus ke Sidrap untuk menghadiri pagelaran terjun payung.
Negosiasi sempat berjalan alot karena mahasiswa bersikukuh menutup jalan. Namun akhirnya, mahasiswa mengalah dan membiarkan kendaraan milik TNI lewat. Setelah itu, mereka kembali tutup jalan. (ABS)