Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

Cabang BPJS Bulukumba Gelar Forum Kemitraan

FORUM KEMITRAAN. Dokter Fadilah dai BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba membawakan materi dalam forum Kemitraan BPJS di Kantor Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng, Selasa 16 Desember. (foto: ASMAUN ASMI/RADAR SELATAN)
di Kantor Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng, Selasa 16 Desember.

Media Pembaharuan Bantaeng,- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bulukumba menggelar forum Kemitraan BPJS Kesehatan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), Selasa 16 Desember. Kegiatan yang bekerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng itu berlangsung di Kantor Brigade Siaga Bencana (BSB).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskes Bantaeng, dr Takudaeng, Kepala BPJS Cabang Bulukumba, Oktavianus Andi, Kepala Unit MPKP, Indira serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bantaeng, dr Andi Ihsan. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah perwakilan Puskesmas, pengelola RSUD Anwar Makkatutu, Diskes, Klinik TNI/Polri serta dokter keluarga.
Dalam penyampaiannya, Kadis Kesehatan, dr Takudaeng, berharap setiap pasien yang dirawat oleh tim medis dapat ditangani tuntas di FKTP seperti Puskesmas atau klinik. Sehingga jika dimungkinkan tidak perlu dilakukan rujukan ke rumah sakit.
“Kita bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan begitu kalau bisa dilakukan penanganan pada tahap FKTP maka sebaiknya tidak perlu dirujuk,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara saat pemaparan materi, dr Fadillah dari BPJS membahas tentang program rujuk balik pada penyakit kronis bagi pesrta jaminan kesehatan nasional. Tujuannya adalah optimalisasi layanan primer bagi peserta dan meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan. (ABS).

Senin, 08 Desember 2014

Kepala Dinas Kesehatan Maros Menghimbau Warga Waspadai Diare

Media Pembaharuan Maros,- Pemerintah Kab.Maros dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros menghimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap penyakit diare, demam berdarah dengue (DBD), thypus, ISPA dan penyakit kulit yang menyerang saat pergantian musim kemarau ke musim penghujan.
Maros, 08 Desember 2014
Kepala Dinas Kesehatan Maros Imbau Warga Waspadai Diare........

Media Pembaharuan Maros,- Pemerintah Kab.Maros dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap penyakit diare, demam berdarah dengue (DBD), thypus, ISPA dan penyakit kulit yang menyerang saat pergantian musim kemarau ke musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Maros, Dr. Firman Jaya mengatakan pergantian musim kemarau ke musim penghujan tentu akan berdampak pada munculnya berbagai hal penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan. Penyakit yang kerap timbul seperti DBD, Thypus, Diare, ISPA serta penyakit kulit.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada warga untuk senantiasa membersihkan selokan agar tidak terjadi genangan yang dapat menjadi sumber penyakit.

“Perhatikan selokan supaya tidak terjadi genangan air. Biasakan mengkonsumsi air yang dimasak dan senantiasa mencuci tangan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/12/2014).

Jika ada keluarga atau tetangga yang terkena DBD sebaiknya segera dilaporkan untuk dilakukan fogging dan pemberian bubuk abate di bak-bak mandi atau tempat penampungan air, Kata Dr.irman,tambahnya. (ABS).
Photo Ilustrasi
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Dr. Firman Jaya mengatakan pergantian musim kemarau ke musim penghujan tentu akan berdampak pada munculnya berbagai hal penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan. Penyakit yang kerap timbul seperti DBD, Thypus, Diare, ISPA serta penyakit kulit.
Untuk itu pihaknya menghimbau kepada warga untuk senantiasa membersihkan selokan agar tidak terjadi genangan yang dapat menjadi sumber penyakit.
“Perhatikan selokan supaya tidak terjadi genangan air. Biasakan mengkonsumsi air yang dimasak dan senantiasa mencuci tangan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/12/2014).
Jika ada keluarga atau tetangga yang terkena DBD sebaiknya segera dilaporkan untuk dilakukan fogging dan pemberian bubuk abate di bak-bak mandi atau tempat penampungan air, Kata Dr.Firman,tambahnya. (ABS).

Minggu, 07 Desember 2014

Diduga Malpraktek di RSUD, Pemkab Bantaeng adakan Investigasi


Media Pembaharuan Bantaeng,- Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera turun tangan melakukan investigasi dugaan malpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu.
Dugaan malpraktek ini terungkap setelah M Bakri HD melaporkan hal itu ke Polres Bantaeng, Rabu 12 November 2014.
Menurut mantan Anggota DPRD Bantaeng ini, istrinya Hj Arfa Bakri meninggal sebelum dioperasi pihak dokter RSUD.

Pemkab Bantaeng investigasi dugaan malapraktik di RSUD

BANTAENG  - Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera turun tangan melakukan investigasi dugaan malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu. Dugaan malapraktik ini terungkap setelah M Bakri HD melaporkan hal itu ke Polres Bantaeng, Rabu 12 November 2014.

Menurut mantan Anggota DPRD Bantaeng ini, istrinya Hj Arfa Bakri meninggal sebelum dioperasi pihak dokter RSUD. Pihak keluarga menduga korban meninggal karena kelebihan obat bius sebelum operasi benjolan di pelipis kanan.

"Kami segera membentuk tim Investigasi terkait kasus ini. Kemudian mencocokkan hasil penyelidikan pihak kepolisian,"kata Abdul Gani, sekretaris daerah (Setda) Kabupaten Bantaeng kepada BeritaBulukumba.COM, Rabu (12/10).
Photo Sekda Bantaeng
Pihak keluarga menduga korban meninggal karena kelebihan obat bius sebelum operasi benjolan di pelipis kanan.
"Kami segera membentuk tim Investigasi terkait kasus ini. Kemudian mencocokkan hasil penyelidikan pihak kepolisian,"kata Abdul Gani, sekretaris daerah (Setda) Kabupaten Bantaeng kepada , Wartawan.Rabu (12/10). (ABS).