Selasa, 18 Maret 2014

Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib

Media Pembaharuan Jakarta,- MABESnews--Sosok kita ini sudah dikenal luas masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Selatan. Beragam kiprahnya di nusantara ini membuat dirinya dikenal seantero Indonesia figurnya. Beliau itu adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib, SH lahir di Bone, Sulawesi Selatan. Tepatnya tanggal 03 Juni 1946 lahir dari rahim ibu, atau berumur 67 tahun 2013 ini. (Wikipedia)
Foto Andi Muhammad Ghalib. Jenderal Andi Ghalib—begitu biasa dikenal—sangat prihatin dengan kondisi hukum di tanah air cukup memprihatinkan, tak kondusif. Ia mengungapkan, persoalan yang menyentuh rasa keadilan masyarakat sangat diabaikan oleh pemerintah yang berkuasa. Dirinya sangat peduli dan penuh keprihatinan yang mendalam terhadap reformasi hukum yang masih berjalan lambat, jalan di tempat.
Saat ini, ia berjuang kembali untuk menerimah amanah rakyat di DPR RI 2014-2019 melalui Dapil Sulsel II. Ia memilih PPP sebagai kendaraan mewakili konstituennya. Itu karena masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya yang berada di Dapil Sulsel II merindukan keberaniannya menata bangsa ini. "Hanya orang pemimpin warani (bugis: Pemberani) yang mampu memperbaiki bangsa ini. Dan itu ada pada sosok Puang Andi Muhammad Ghalib," ujar tokoh masyarakat Pangkep saat bersilaturahmi.
“Saya memilih PPP adalah sebagai panggilan tugas, pengabdian, dan ibadah untuk membesarkan Islam, karena jika PPP besar maka Islam akan jaya. Kita masih ingat dengan sangat prihatin nasib PPP yang di zaman orde baru selalu dikecilkan, di zaman reformasi digembosi, dan tidak dibiarkan menjadi besar. Oleh karena itu, saatnya sekarang ini untuk mengembalikan roh kejayaan PPP, karena PPP adalah satu-satunya partai Islam. Sehingga jika PPP menjadi besar, maka kita akan mampu melaksanakan amanah dari umat untuk membangun Rumah Besar Ummat Islam, bila tidak maka PPP akan kehilangan pengikutnya,” ujar Andi M. Ghalib (nama yang lebih popular baginya), yang juga mantan Jaksa Agung RI, dan mantan Wakil Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan.
Melihat kondisi PPP sekarang ini, Andi M. Ghalib merasa terpanggil untuk kembali membangun kebesaran PPP, setelah menyelesaikan tugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Untuk Republik India, di negara yang berpenduduk 1,5 milyar jiwa. Selama penugasannya di India, Andi M Ghalib, merasa prihatin melihat kondisi umat Islam di dunia internasional, yang selalu menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Padahal agama Islam yang notabene meruapakan agama besar dunia, selalu mendapat stigma dan predikat teroris, yang kebetulan sebagian dilakukan oleh orang Islam, pada hal Islam adalah agama yang rahmatatan lil alamin.
Menurutnya, predikat dan stigma yang salah terhadap Islam ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus, karena akan menjadikan orang benci kepada Islam, karena Islam dapat ditudding sebagai ajaran yang menghancurkan keharmonisan dunia. Anggapan dan tudingan yang keliru terhadap ummat Islam tersebut, harus segera dijawab dan diselesaikan dengan tuntas. Menurut Andi M. Ghalib, kondisi ini hanya bisa dijawab dan diselesaikan oleh orang Islam melalui PPP dengan menjadi caleg DPR RI dan Dapil Sulsel II, sekaligus untuk meredam penilaian akan predikat jelek terhadap Islam.
Alasan lain kata Andi M Ghalib, untuk melanjutkan kembali pengabdian di DPR RI pada pemilu 2004 yang lalu, hanya sempat mengabdi selama 2 tahun kemudian Andi M. Ghalib, mendapatkan tugas baru sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Republik India. Karena itu Andi M. Ghalib, merasa bahwa tugasnya dahulu belum rampung terutama untuk mengembalikan kebesaran ummat Isalm melalui PPP di parlemen.
“Pada pemulu tahun 2004 yang lalu, kami berhasil menambah 28 kursi di kabupaten/kota dan Propinsi Sulawesi Selatan, tetapi pada pemilu tahun 2009 perolehan kursi kursi tersebut telah jauh berkurang, demikian juga DPR RI yang dahulu ada 2 kursi, sekarang hanya tinggal 1 kursi,” katanya.
Untuk mengembalikan kejayaan dan kebesaran PPP di Indonesia Timur khususnya di Sulawesi Selatan, maka diperlukan kerja keras oleh segenap elemen, komponen, dan lapisan partai dan masyarakat. “Dan untuk itu, kami siap bekerja keras bersama-sama seluruh kader partai bersinergi dengan umat Islam di Sulawesi Selatan,” tegas Andi M. Ghalib yang juga mengelola Yayasan Ibnu Hadjar, yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan lembaga pendidikan mulai dari TK, SMP, SMA, SMK dan STIH, yang berdomisili di Kota Bogor ini.
Tokoh dengan 4 orang putera dan 13 orang cucu ini mengatakan bahwa, niat berjuang melalui PPP itu disebut sebagai pengabdian yang tiada akhir. Menurutnya, sekarang ini banyak kader muda partai ikut serta berjuang untuk membesarkan kejayaan PPP. “Tokoh-tokoh muda tersebut merupakan tumpuan harapan dari PPP untuk merebut kejayaan di masa depan, karena mereka adalah intelektual-intelektual muda Islam yang diharapkan bisa membangun Rumah Besar Ummat Islam,” ujar Andi M. Ghalib yang sudah pernah menerima puluhan Satya Lencana dan Bintang Seroja, Penegak, Kesetiaan VIII sampai XXIV tahun, dan Bintang Darma.
Hanya partai Islam yang besar mampu memperjuangkan Rumah Besar Ummat Islam, karena bila partai Islamnya kecil, maka tidak akan dapat memperjuangkan rumah besar, karena kecil di parlemen. “Kita semua harus bekerja keras agar PPP menjadi besar, agar dunia melihat bahwa PPP adalah representasi dari besarnya ummat Islam di Indonesia, yang dengan sendirinya akan menghapus stigma yang jelas terhadap umat Islam,” papar alumni Seskoad dan alumni Lemhanas ini.
Tugas Selaku Duta Besar LBBP RI Untuk India Telah Diselesaikan dengan Baik
Ketika Andi M. Ghalib menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di India, ia telah mengembalikan roh persahabatan Indonesia dengan India yang selama ini sangat merosot. Padahal Indonesia dan India adalah pilar dari Konperensi Asia-Afriaka di Bandung tahun 1955, yang telah melahirkan gerakan Non Blok yang berhasil memerdekakan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Persahabatan kedua bangsa besar ini telah merubah wajah dunia dari penjajahan ke alam kemerdekaan. Dua tokoh besar Konperensi Asia Afrika adalah Soekarno dan Nehru, diperkuat oleh Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Nkrumah dari Ghana, dan Josef Bros Tito dari Yugoslavia.
Tugas besar itu berhasil dilaksanakan dengan baik, dibuktikan dengan kunjungan resmi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke India tahun 2011 yang lalu selaku Tamu Kehormatan Tertinggi. Disamping telah berhasil mengembalikan roh persahabatan kedua negara besar, Andi M. Ghalib juga telah berhasil meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara besar Indonesia-India, yang diawali masa jabatannya nilai perdagangan kedua negara hanya sekitar 3 milyar USS, dan akhir jabatannya telah berhasil mencapai nilai perdagangan lebih dari 25 milyar USS dalam berbagai macam perdagangan investasi, dan penanaman modal di berbagai wilayah di Indonesia. Taufikurrahman (Sumber: Bina Persatuan).
Punya Track Record yang Baik
Letjen TNI (Purn) H Andi Muhammad Ghalib, SH, MH yang juga mantan penjabat Duta Besar Luar Biasa Indonesia dan Berkuasa Penuh untuk India ini mengatakan, Supremasi Hukum Indonesia Tergantung Man Behind The Law.
Mantan Jaksa Agung RI di era Presiden BJ Habibie (1998-1999) ini, turut merasa prihatin dengan kondisi hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Bukan karena reformasi tapi karena tidak konsisten pimpinan dalam melaksanakan hukum itu sendiri belum terlihat. Belum lagi persoalan korupsi yang terus mendera bangsa ini, hingga persoalan sengketa agrarian yang hampir terjadi di seluruh pelosok negeri ini.
“Kita perlu dan tidak perlu bosan memperbaiki terus menerus banga ini karena ini sangat menentukan masa depan negara kita,” ujar Letnan Jenderal (Pur) Andi Ghalib seperti dikutip PelitaOnline usai acara Kajian Tafsir dan Athlas Al Quran di Yayasan Majelis Al Washiyyah, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).
Lalu bagaimana hubungannya antara sifat konsisten dengan berwudhu? Saat ditanya oleh wartawan, Andi menjelaskan, semasa masih menjadi pejabat ia melihat banyaknya pejabat yang mengalami kesulitan untuk shalat.
“Alasan mereka karena terlalu ribet jika memakai jas dan dasi harus bolak balik berwudhu. Akibatnya shalatpun ditinggalkan hanya karena tidak bisa berwudhu,” jelas Andi.
Pasalnya, kata Andi, kita kurang bisa mensiasati syarat-syarat untuk shalat. Caranya sebelum memakai pakai jas dan dasi berwudhu terlebih dahulu. Sehingga ketika masuk waktu shalat, tidak lagi kerepotan untuk berwudhu. Seperti itu juga dalam penegakan dan pelaksanaan hukum di Indonesia.
“Ini yang kurang kita pahami. Sebab, dengan menjaga wudhu, tentu kita akan selalu ingat pada Sang Pencipta. Pada akhirnya kita menjadi pribadi yang konsisten dalam memegang amanah yang diberikan,” imbuh mantan Kedubes RI untuk India ini menganalogikan pelaksanaan hukum di Indonesia.
Untuk itu, ia tergerak mencanangkan Gerakan Kebersihan Masjid yang bertujuan untuk membersihkan masjid, terutama tempat air wudhu. Karena kadang-kadang orang malas berwudhu dengan alasan tempat wudhunya kotor.
“Bagaimana mau mendekati masjid tempat wudhunya saja kotor. Maka diharapkan masjid itu dipelihara agar orang tertarik untuk shalat di masjid,” katanya.
Masa Kecil hingga jadi Jaksa Agung
Di sela-sela bertugasnya Andi Ghalib menuturkan, dirinya lahir di Kadju, Sibulue Kabupaten Bone, dari pasangan H. Andi Ibnu Hadjar dan Andi Intan. Ia memulai pendidikan pada Sekolah Rakyat Negeri di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Saya menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA hanya dalam waktu 4 tahun, karena pada saat itu murid-murid yang berprestasi diberi kesempatan ujian ektranei. Saya sempat kuliah satu tahun di IKIP Negeri Makassar, kemudian masuk wajib militer, karena pada saat itu diadakan persiapan Konfrontasi Ganyang Nekolim Malaysia,” ujarnya pada wartawan.
Semasa masih menjabat Jaksa Agung, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 3 Juni 1946, ketika sedang giat-giatnya menangani penyelesaian berbagai kasus korupsi justru Teten Masduki cs dari ICW memfitnah Andi dengan tuduhan menerima suap dari penyumbang untuk kegiatan olahraga melalui rekening Andi M Ghalib sebagai Ketua Umum dan Thahir sebagai bendahara Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI).
Namun sebagaimana setelah diperiksa Puspom TNI ternyata keduanya benar-benar menyumbang untuk PGSI guna kegiatan olahraga. Fitnah tersebut telah menyebabkan terganggunya upaya Kejaksaan Agung untuk memberantas korupsi saat itu.
Sejak kontroversi di-non-aktif-kannya (yang tepat Andi M Ghalib meminta di-non-aktifkan) sebagai Jaksa Agung, nama Letjen TNI (Purn) H. A. Muh. Ghalib, SH, MH lama tidak kedengaran dengan dirinya dipercaya sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di India. Kali ini ia berjuang untuk memperjuangkan Islam melalui PPP dengan jalur dicalonkannya dirinya oleh partai dan masyarakat Sulsel, khususnya yang berdomisili di dapil 2: Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bone, dan Bulukumba.
Ia menceritakan bahwa asal mulanya proses terpilihnya sebagai Jaksa Agung di era Presiden BJ Habibie. "Sebenarnya pencalonannya menjadi Jaksa Agung diajukan pada saat penyusunan kabinet terakhir Presiden Soeharto, menjelang lengsernya beliau. Namun Pak Harto memilih orang dalam, yakni Soedjono, SH," ujarnya.
“Setelah pak Harto lengser dan digantikan oleh Presiden BJ. Habibie. Maka terpilihlah saya menjadi Jaksa Agung. Sesegera mungkin saya melakukan pemberantasan KKN di seluruh Indonesia. Prestasi yang paling menonjol pada saat saya menjadi Jaksa Agung, yakni berhasil mendatangkan dan memeriksa mantan Presiden Soeharto di Kejaksaan Agung dan di Kejati DKI Jakartar, sebanyak dua kali,” kisah pria yang juga Caleg DPR RI Dapil Sulsel II dari PPP.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai tuntutan Reformasi pada saat itu, sebagai wujud terciptanya Supremasi hukum. Sesudah itu tidak ada lagi Jaksa Agung yang berhasil memanggil mantan Presiden Soeharto untuk diperiksa, sampai beliau sakit dan meninggal dunia.
Saat ditanya, apa sebenarnya cerita dibalik kontroversi pemberhentian Bapak sebagai Jaksa Agung pada saat itu? Ia menggambarkan, “Keinginan saya untuk memberantas KKN saat itu sangat terganggu karena adanya tuduhan dari saudara Teten Masduki dari ICW, yang menuduh saya menerima suap dari beberapa pengusaha yang menyumbang melalui reke-ning PGSI. Setelah di periksa oleh Puspom TNI dan Menko Wasbang/PAN, ternyata terbukti tidak ada satu sen pun dana PGSI yang dipakai untuk kepentingan pribadi saya sebagai Ketua Umum PGSI.”
Dirinnya mengingat masa itu bahwa usaha saudara Teten Masduki untuk mempengaruhi publik melalui berbagai cara berhasil, sehingga ia nantinya terpaksa minta nonaktif sementara dari jabatan Jaksa Agung, untuk menyelesaikan fitnah dari saudara Teten Masduki.
“Trial by public yang dilancarkan oleh Teten Masduki sebenarnya tidak lepas dari usaha mereka menggagalkan pemberantasan korupsi yang sangat bagus pada masa pemerintahan Presiden BJ. Habibie. Hal tersebut dilakukan untuk menggagalkan BJ. Habibie terpilih menjadi Presiden pada waktu itu. Itulah fitnah yang saya hadapi, yang saya anggap lebih kejam dari pembunuhan.”
Setelah ia di-non-aktifkan sebagai Jaksa Agung, Jenderal Andi M Ghalib pensiun dari ABRI dan jabatan sebagai Jaksa Agung RI. Setelah itu, ia pensiun dari ABRI, dan membuka kantor Advokat. Dan disela-sela kegia-tan tersebut, ia mendapat tawaran dari beberapa partai politik untuk melanjutkan pengabdian.
“Saya memilih masuk partai Islam PPP, karena ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam yang terabaikan. (Tujuan saya menjadi caleg PPP) sebagai bentuk pengabdian saya yang tiada akhir untuk mengembalikan kejayaan Islam melalui partai Islam satu-satunya, yaitu PPP. Dan saya satu-satunya Jenderal bintang 3 yang masuk partai Islam,” akunya pada www.mabesnews.com.
Ia lanjutkan, pemilu 2004 mengantarkan Andi M Ghalib menjadi salah satu anggota DPR RI dari Dapil I Sulsel, selanjutnya bertugas di Komisi I DPR RI dan menjadi Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parleman (BKSAP) DPR RI. Hanya saja, jabatan di parlemen pusat tak berakhir hingga 2009 karena Presiden SBY menangkatnya sebagai Duta Besar di Republik India.
“Berdasarkan latar belakang diplomat yang saya miliki pada tahun 1977 sampai 1981, Presiden SBY menawarkan jabatan baru menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik India. Saya menerimanya meskipun masa jabatannya di DPR RI masih tersisa 2 tahun. Setelah lulus mengikuti Fit and Propertest, akhirnya saya ditempatkan di Republik India sejak 17 Mei 2008 sampai sekarang, sebagai Duta Besar RI Luar Biasa dan berkuasa penuh untuk India.”
Saat ditanya soal hukum karena ia sebagai orang yang memiliki background di bidang hukum, untuk menanggapi penegakan supremasi hukum di Indonesia? Ia menguraikan bahwa persoalan pegak supremasi hukum di bangsa ini sangat tergantung pada man behind the law (kesungguhan penegak hukum) untuk melaksanakan hukum yang berlaku bagi siapapun tanpa pandang bulu. Apabila itu dilaksanakan maka semua orang akan taat hukum. Karena hukum di Indonesia, katanya, tak memberi efek jerah.
Bawa 35 Pengusaha India ke Indonesia
Bersama Rekan Kerja dari berbagai Negara Dunia. Sudah TERUJI
Kemampuan Andi Ghalib melobi dan diplomasi sosial politik tak hanya sampai disitu, saat menjadi Duta Besar untuk India. Andi Ghalib membawa 35 pengusaha India ke tanah air. Itu sebagai bukti bahwa ia sangat mencintai kemajuan dan berkembangsa Indonesia dari berbagai sektor, baik hukum, kemanan dan peluang usaha di tanah air.
Dengan datangnya pengusaha itu, maka peluang bisnis di Indonesia kini kembali diramaikan. Sebanyak 35 delegasi bisnis dari India menghadiri pertemuan dengan Kementerian Perdagangan untuk kerjasama.
"Pemerintah Indonesia senantiasa membuka peluang bisnis dan investasi di Indonesia bagi para pelaku bisnis India," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami saat menerima kunjungan para delegasi bisnis India di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, (8/5/12) seperti dikutip detik.com.
Misi dagang yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk India, Andi M. Ghalib ini meliputi beberapa sektor bisnis penting di Indonesia seperti pertambangan, industri film, pertambangan, infrastruktur, energi listrik, perangkat lunak, telekomunikasi, dan furnitur.
Lebih lanjut Gusmadi menuturkan Indonesia dan India memiliki latar belakang dan dasar yang kuat dalam meningkatkan kerjasama bilateral di antara kedua negara. Seperti diketahui keduanya merupakan perintis dalam bangkitnya Asia-Afrika pada tahun 1955.
"Saat ini Indonesia dan India sebagai emerging market memiliki peranan penting dalam perekonomian dunia. Keduanya juga berpengaruh dalam forum internasional seperti G-20," tutur Ketua BPP KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone) Pusat ini.
Perusahaan India yang berpartisipasi dalam misi dagang kali ini antara lain Srei Infrastructure Finance Ltd., Mokul Group of Companies, SATFA Logistic, Monnet Ispat & Energy Limited, Saru Diamonds Pvt Ltd., Rohit Ferro, Emmsons International Ltd, Shri Lal Mahal Group Company, Renuka Ventures International, KJK Group, Asuka Mining & Export, Seaindia Freight System, Rajasree Motors, APTECH Worldwide, Ascenders Technologies, Kross Infotel, Ishan Internasional, Ajinomoto, Sunloc Foods, Advt Films Company dan Nadiadwala Grandson.
Sementara itu, terdapat 26 perusahaan Indonesia yang juga hadir dalam acara pertemuan kontak dagang dengan delegasi bisnis India, beberapa diantaranya PT Bonecom Servistama Compindo, Niramas Utama, Prima Persada Nusantara, Indo Jati Furniture, Kobe Alina Food, PT Sinar Sosro, PT Sinar Mas, PT Astra Agro Lestari, PT Jayakarta Nusatama, PT Eastern Union, PT Bima Saka Furniture, dan PT ISM.
Andi M Ghalib juga memiliki sebuah yayasan yang terletak di daerah Bogor, yaitu Yayasan Ibnu Hadjar. Yayasan tersebut bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha, SMP, SMA, SMK Taruna Andigha yang konon nama Yayasan Ibnu Hadjar diambil dari nama almarhum ayahnya H Andi Ibnu Hadjar.
Riwayat kerja
Asisten ATHAN RI di Republik Singapura
Aspri Jenderal TNI L.B.Moerdani
Wakil Gubernur Sulsel
Pejabat Walikota Makassar
Pejabat Bupati Jeneponto
Oditur Jenderal ABRI
Kepala Badan Binkum ABRI
Jaksa Agung RI
Anggota DPRRI periode tahun 2004 - 2009
Duta Besar LBBP RI untuk India.
(ABS)

Minggu, 22 Desember 2013

52 PMR Tingkat Wira Dikukuhkan

pengukuhan-pmrSebanyak 52 anggota  Palang Merah Remaja (PMR) angkatan II dikukuhkan sekaligus dilantik menjadi anggota PMR wira SMA Negeri I Malili oleh Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur HM. Thoriq Husler di Eks Lapangan Terbang Malili, Jum’at (21/12).  Kegiatan ini juga dirangkai dengan serah terima jabatan dari ketua lama ke ketua yang baru.

Pengukuhan/pelantikan dilaksanakan setelah mereka mendapatkan Pendidikan dan pelatihan (diklat) orientasi PMR dan pemilihan pengurus PMR yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan selama 2 hari.

Pengukuhan  anggota PMR yang baru  ditandai dengan pengucapan ikrar PMR serta pemasangan slayer secara simbolis oleh Ketua PMI kepada 2 perwakilan peserta dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PMR periode 2012-2013 dan penanda tanganan berita acara pengukuhan/pelantikan. Prosesi ini turut disaksikan oleh Kepala Sekolah SMA I Malili Drs. Kasman Hasiban, Pembina PMR SMA I Malili Ammas, S. Pd, serta beberapa pengurus PMI Kabupaten Luwu Timur.

Usai mengukuhkan dan melantik, Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur HM. Thoriq Husler mengatakan pengukuhan PMR Wira SMA I Malili merupakan pengukuhan untuk pertama kalinya dan merupakan peserta perdana yang dikukuhkan menjadi anggota PMR.

Untuk itu, tahun 2013 nantinya diharapkan 50% PMR tingkat wira sudah dapat terbentuk, mengingat pentingnya peran dari anggota PMR dalam membantu setiap kegiatan yang ada disekolahnya sesuai dengan prinsip dasar PMR, Bulan Sabit Merah Internasional serta tri bakti PMR.

Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur juga mengharapkan setelah terbentuknya PMR SMAI I Malili  nantinya para anggotanya dapat menjadi sumber pendonor darah tetap.

Dikatakannya, dalam waktu dekat PMI Kabupaten Luwu Timur dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur  bertekad untuk kerjasama yang dituangkan dalam MoU (kesepakatan) dalam hal pengembangan kepalangmerahan di sekolah.

“Tak hanya itu, pada tahun 2013 mendatang, personil markas PMR akan dilengkapi dengan kepala markas, kepala diklat dan staf donor darah”. tambah Husler. (ophy/hms)

Senin, 29 Juli 2013

Prof Dr Qasim Mathar Bantah Sebut Al-Quran Perlu Direvisi

Media Pembaharuan Makassar,- Pernyataan bahwa kitab suci umat muslim Al-Quran perlu direvisi atau dirubah dengan alasan Nabi Muhammad sudah meninggal dunia dibantah oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Makassar Prof Dr Qasim Mathar.
Qasim Mathar mengaku tak pernah menyatakan hal tersebut sebagaimana marak diberitakan di internet dan sosial media. Menurutnya ia merasa tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang telah menghebohkan dunia islam di Indonesia itu. "Saya sarankan agar si penulis harus bisa benar-benar mengklarifikasi hal ini,"katanya Senin 29 Juli 2013.
Qasim pun mempertanyakan sumber penulis sehingga membuat judul berita yang kontroversi.Apakah mengutip dari catatan notulen diskusi atau menanggapi sendiri pembicaraan dalam diskusi itu yang lantas tanggapan di itulah yang disebarkan ke internet.
"Kalau pun misalnya dia mencatat ucapan saya, harusnya jangan sampai salah catat. Tapi ketika itu rekaman dari suara saya yang direkam dan memang begitu seperti itu, tentu saya akan mengatakan bahwa itu keliru," tegas Qasim. Seperti diketahui berita soal Alquran perlu direvisi pertama kali dimuat di siitus online Muslimdaily.net tanggal 21 Juni 2013.
Dalam artikel Musimdaily.net memuat judul "Guru Besar UIN Makasar: Rasulullah Sudah Meninggal, Al Qur'an Perlu Direvisi".
Berikut kutipan berita tersebut:
.... Lebih lanjut, Prof. Qasim juga mengatakan bahwa sekarang Nabi sudah tidak ada. Menurutnya, hanya menjadi sebuah mimpi saja jika umat Islam hendak menyeragamkan pemahaman mengenai Islam.
Guru Besar yang mengaku sebagai aktivis Syiah itu juga menjelaskan karena Rasulullah sudah meninggal, maka ia mengatakan bahwa isi Al Quran perlu direvisi karena menurutnya sudah tidak cocok lagi dengn zaman.
Ia menyatakan tidak peduli dengan orang yang mau puasa atau tidak, mau berlebaran kapan. "Biarkan saja, karena Islam itu adil," kata profesor kelahiran Makassar pada tanggal 21 Agustus 1947 itu seperti dilaporkan Zilqiah.
Prof. Qasim yang pro JIL berpesan agar umat Islam tidak usah ditanamkan dan tidak perlu disatukan, ia menyarankan agar berhenti memikirkan mengajak orang untuk bersatu.
Sang Guru Besar Sejarah dan Pemikiran Islam itu kemudian menutup statement-nya dengan kalimat, "jangan mimpi dan sibuk mikirin untuk menyeragamkan umat muslim. capek nanti."
Kegiatan diskusi tentang Islam Liberal Kamis siang (21/06) ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara. Kepada Prof. Dr. Qasim Mathar, panitia memberikan kenang-kenangan salah satunya berupa kaos #IndonesiaTanpaJIL. [muslimdaily]
Laporan: cr11/Jabbar Bahring

Minggu, 24 Februari 2013

Seorang Ibu Lahirkan Bayi Buaya Hebohkan Warga Sinjai



Media Pembaharuan Sinjai,- Warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan kelahiran bayi laki-laki yang memiliki kembaran seekor buaya. Ibunya, Huda (40), mengaku saat hamil mengalami keanehan.
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/24/1131531-kembar-buaya-620X310.jpg Setelah mendengar kejadian aneh itu, warga Sinjai dari berbagai desa penasaran dan mendatangi rumah Huda dan suaminya. Warga yang datang dan melihat anak buaya yang sedang berenang di dalam baskom itu kemudian diabadikan melalui telepon genggam.
"Ini yang pertama kali terjadi, belum pernah kami melihat fenomena ini. Biasanya kami hanya melihat di layar kaca dan mendengar saja, tetapi belum pernah melihat secara langsung seperti saat ini," ujar seorang warga, Risti, Minggu (24/2/2013).
Sementara Huda, mengaku kehamilannya ini memang berbeda dengan kehamilan sebelumnya. Saat usia kandungannya menginjak bulan pertama hingga bulan ketiga, dia tidak pernah makan nasi karena tidak merasa lapar.
Saat melahirkan di rumahnya di Dusun Bontosunggu, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, dia dibantu suaminya, Marping. Bukan bayi yang keluar, namun telur putih sebesar bola tenis. Tiba-tiba telur itu pecah dan keluar seekor buaya dengan kulit bergaris berwarna hitam dan keemasan.
Kendati sudah melahirkan, perut Huda tetap besar. Ke esokan harinya, Huda kembali melahirkan, namun kali ini yang keluar seorang bayi berjenis kelamin laki-laki.
Dari situlah, Huda dan suaminya meyakini jika anak buaya yang diberi nama Nur Baya itu merupakan kembaran dari anak laki-lakinya yang lahir dan diberi nama Muhammad Nur. Buaya itu baru muncul, setelah saudara kembarnya telah lahir dan mendatangi ibunya di malam hari untuk diberi air asi layaknya manusia, kata Huda.
"Kembarannya baru muncul setelah mengetahui jika saudara kembarnya sudah lahir. Dan dia datang pertama kali pada malam hari dan langsung menyusui seperti manusia," kata Huda kepada Kompas.com.

Sabtu, 05 Januari 2013

Ratusan Warga Diungsikan Akibat Banjir Bandang di Maros

Banjir Bandang di Maros, Ratusan Warga Diungsikan‏
Anggota tim SAR mengevakuasi warga ketika banjir melanda Perumnas Antang, Manggala, Makassar, (4/1). Warga di Perumnas Antang terpaksa diungsikan akibat banjir merendam perumahan mereka hingga dua meter. (ABS).

Media Pembaharuan Maros,- Akses jalan poros Maros-Bone, Sulawesi Selatan, di Kota Kecamatan Camba tidak bisa dilalui akibat banjir bandang, Sabtu (5Januari 2013) sore. "Tidak ada satupun kendaraan yang bisa melintas menuju Maros atau Bone, jalan tergenang air setinggi 1 meter akibat luapan air dari sungai sekitar jalan itu," kata salah seorang warga Camba, Asmar, saat dihubungi.

"Saya pun sedang berada di Kecamatan Mallawa belum bisa kembali ke rumah di Camba", kata Asmar.

Camat Camba, Andi Mappellawa, mengatakan, tidak ada tanah longsor dalam banjir bandang dari Sungai Camba sejak pukul 15:00 hingga pukul 19:00 Wita, dengan ketinggian air di jalan 1 meter sepanjang 1 km.

Dampak banjir bandang itu, kata Mappelawa, ada sekitar 242 keluarga dievakuasi. Mereka berasal dari Desa Pattirodeceng, Sawaru, Cenrana, Kelurahan Cempaniga, Mario Pulana, dan Desa Timpuseng, "Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan dapat dilalui kendaraan," kata Mappilawa.

Namun kata dia, akibat dari bencana itu tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga Kantor Polsek, Puskesmas dan Kantor Kecamatan Camba. "Kini ratusan warga itu tengah dibantu untuk dievakuasi ke rumah sanak keluarganya, sebagian lainnya dievakuasi ke salah satu gedung yayasan yang tidak terkena banjir," katanya,

Selain itu, empat jembatang gantung di beberapa desa juga ikut hanyut, "Saat ini belum ada informasi rumah yang hanyut termasuk adanya korban jiwa," katanya.

Banjir juga terjadi di Dusun Tombolo, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Maros. "Ada 50 rumah yang ditinggakan pemiliknya karena terendam banjir bandang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya beberapa ternak unggas warga hilang," kata warga Tombolo, Basarullah.

Di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Maros, masih terendam air. Untuk menuju di wilayah itu, warga harus menggunakan perahu, kata Camat Moncongloe, Abdul Haris.

Banjir bandang juga menerjang wilayah Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, dan Desa Jenataesa, Kecamatan Simbang, Maros. Terminal baru Maros pun ikut terendam banjir sekitar 30 cm. (ABS).

Selasa, 01 Januari 2013

Anak Wakil Bupati Bantaeng Bantah Konsumsi Narkoba

Media Pembaharuan Makassar,-  Polres Bantaeng menyatakan Kepala Lurah Lembang, Andi Sultan Karaeng Bibi (33), yang juga putra dari Wakil Bupati Bantaeng, A Asli Mustadjab positif mengkonsumsi narkoba. Namun Sultan dengan tegas membantah jika dirinya ikut terlibat pesta narkoba. Dia bahkan bersikukuh jika saat penggerebekan polisi dirinya dijebak oleh lawan politiknya. “Ini sudah politik agar nama bapak saya jelek dengan kasus ini. Kita tahu kan Pilkada sudah tidak lama lagi. Kami sangat dirugikan.
Bahkan kami tidak tahu jika ada alat isap di dalam kamar, ”kata Sultan. Selama proses penyelidikan, pun Sultan membantah keras dari hasil tes urine yang menunjukkan dia positif menggunakan narkoba jenis
sabu-sabu. “Walau ditembak sekalipun saya tidak bersalah.Saya tidak pernah menggunakan narkoba,” tegasnya. (Abs)

Senin, 31 Desember 2012

Putra Wakil Bupati Bantaeng Dinyatakan Positif Narkoba

Media Pembaharuan Bantaeng,- Hasil pemeriksaan urine Polres Bantaeng menyatakan Kepala Lurah Lembang, Andi Sultan Karaeng Bibi (33), yang juga putra dari Wakil Bupati Bantaeng, A Asli Mustadjab positif mengkonsumsi narkoba. Namun, Polisi terus mendalami perihal keterlibatan Sultan dalam kasus ini, mengingat tidak ada barang bukti berupa sabu- sabu yang disita.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi, mengatakan, dari lima pelaku yang diamankan, ada tiga orang yang dinyatakan positif. Selain Sultan, dua rekannya yang juga positif yakni Burhanuddin (46), dan Iswanto (32).
Keduanya merupakan wiraswasta dan beralamat dilokasi kejadian. Dua lainnya dinyatakan tidak terbukti konsumsi narkoba yakni, Iswan Cahyadi (29) dan Islamul Kautzar (16), masing- masing wiraswasta dan pelajar. “Kelima orang diamankan di Markas Polres Bantaeng dan dilakukan tes urine. Tiga diantaranya positif dan sekarang masih pengembangan,” ujar mantan Kapolres Enrekang ini.
Sultan bersama empat rekannya itu diringkus dalam sebuah rumah panggung di Jalan Sungai Biola, Kelurahan Mallilingi, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Senin (31/12) sore.
Penggrebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang curiga adanya aktivitas mereka. Saat digrebek, kelimanya sedang duduk di teras sambil minum kopi.
Polisi kemudian melakukan penggeledahan, dan akhirnya menemukan sejumlah barang bukti di kamar milik Islamul Kautzar. Namun, dalam penggeledahan tidak ditemukan sabu-sabu hanya seperangkat alat hisap. Adapun barang bukti yang diamankan yaitu, satu botol alat isap alias bong, satu pireks, satu sendok, dua batang pipet warna putih, dua lembar plastik bening, dua sambungan pipet warna biru, sebuah peniti dan telepon seluler jenis BlackBerry.