Selasa, 25 November 2014

IMM Maros Apresiasi “Aksi Koboi” Petinggi Maros......



Media Pembaharuan Maros – Polemik penggerebekan sebuah rumah mewah di Kecamatan Tanralili Maros yang diduga penampungan manta pramuria Dolly oleh Bupati dan DPRD Maros dan disebut sebagai “aksi koboi” oleh banyak netizen mendapat Apresiasi dari mahasiswa.
Hal tersebut dikatakan oleh ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maros, Rizal Fauzi, saat ditemui disalah satu warung kopi di Maros, Senin, (24/11/2014).
Menurutnya, “aksi koboi” petinggi Maros yang ramai dibicarakan oleh para netizen ini sudah tepat dan harus diapresiasi karena telah berani melawan kemaksiatan.
 GAMBAR : Sebuah rumah milik Haji Sakka di Desa Damai Kecamatan Tanralili, Maros yang diduga sebagai tempat penampungan Eks PSK Dolly. (Foto : Media Pembaharuan)
“Ini harus diapresiasi, sikap mereka sangat berani, memang harus ditindak tegas karena hal ini mengancam rusaknya moralitas masyarakat di Maros,” ujar Fauzi.
Lebih lanjut, Ia menyatakan dalam agama, pun memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran dimana bukan hanya tugas pemerintah saja tapi tugas kita bersama.
“Dalam agama kita diperintahkan untuk mencegah kemungkaran, persoalan terbukti atau tidak nantinya itu persoalan kedua yang jelasnya pencegahan dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi tiga, Akbar Endra melakukan sidak ke rumah milik Haji Sakka beberapa hari lalu yang menuai pro dan kontra di masyarakat khususnya para netizen.
Kemudian, siang tadi, para petinggi Maros, diantaranya Bupati, Kapolres, Kajari dan Ketua DPRD Maros kembali mendatangi tempat tersebut, namun Haji Sakka tidak ada ditempat. (ABS)

Hari Guru, SMKN 1 Bungoro Gelar Lomba.......

Media Pembaharuan Pangkep,-  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bungoro mengadakan

berbagai macam lomba dalam rangka memperingati hari guru yang ke 22 dan Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) ke 69, diikuti oleh guru, siswa dan staff, selasa, (25/11/2014).
Guru dan siswa di SMKN 1 Bungoro Pangkep, menggelar berbagai lomba dalam rangka hari guru dan PGRI, Selasa, (25/11/2014). – Foto : M. Sahrir – marospangkep.com
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah ini, digelar beberapa pertandingan seperti volly, lari karung dan kuis seputar kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. Kepala sekolah SMKN 1 Bungoro, Drs H M Akbar Parelloi MM, kepada awak media menuturkan bahwa kegiatan ini untuk memberikan suasana baru di dalam sekolah dan tidak direncanakan.

“Kegiatan ini spontan saja, kita tidak membentuk panitia, tapikan tetap meriah Dan semarak,” Katanya.
Lebih lanjut, Kepala sekolah yang sudah memasuki tahun ke enamnya ini, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merefresh guru dan siswa dari kepenatahan sehari-hari dalam kegiatan belajar mengajar.
“Ini untuk menyegarkan fikiran guru-guru kita, biasalah rutinitas disekolah jangan sampai membuat kita stress,”  ujarnya.
Selain perlombaan, juga digelar upacara penyerahan kenaikan pangkat kepada guru yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah berupa kue tart oleh siswa, sebagai wujud syukur Dan terimakasih kepada guru sang pahlawan tanpa tanda jasa. (ABS)

Rapat Bareng Gubernur, Jokowi Putuskan Naikkan Target Pembangunan Bendungan

Bogor,- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika bersama para gubernur di Istana Bogor.
Di sela-sela pertemuan dengan sejumlah gubernur, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk meningkatkan jumlah bendungan yang akan dibangun pemerintah dalam lima tahun mendatang.

Mulanya, pemerintah menargetkan pembangunan 30 bendungan baru. Namun, atas permintaan para gubernur, Jokowi memutuskan untuk menambahnya menjadi 49 bendungan.
"Misalnya kami ingin, dalam 5 tahun akan ada 30 bendungan. Tapi semuanya ingin bendungan sehingga kurang. Maka kami putuskan untuk bangun sampai 49 bendungan," ujar Jokowi di sela-sela pertemuannya dengan para gubernur di Istana Bogor, Senin (24/11/2014).
Jokowi mengungkapkan pertemuan yang kedua kalinya dilakukan bersama gubernur itu sangat penting untuk mensinergikan rencana pusat dan daerah. Dia bahkan merencanakan pertemuan seperti ini akan dilakukan secara rutin setiap bulannya.
Ke depannya, Jokowi juga berencana untuk melakukan pertemuan serupa dengan para wali kota dan bupati.
"Kami ingin dapatkan masukan keinginan provinsi, kabupaten, kota seperti apa," ucap Jokowi.
Hingga berita ini diturunkan, Jokowi masih menggelar pertemuan bersama gubernur. Seluruh gubernur diminta memaparkan rencana pembangunan di daerahnya. Jokowi ingin agar rencana-rencana tersebut bisa berjalan beriringinan dengan rancangan pembangunan yang ditetapkan oleh Bappenas. (ABS)

Ini Kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Soal Guru Besar Unhas Nyabu......

Jakarta, - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku prihatin dan menyesalkan kasus tertangkapnya Wakil Rektor sekaligus Guru Besar Universitas Hasanuddin dari Fakultas Hukum Profesor Musakkir dalam kasus narkoba. Apalagi, kasus itu terjadi di kampung halaman JK di Makassar.
"Kita ini prihatin benar. Narkoba itu sudah sampai ke ranah-ranah yang intelektual. Waduh kalau sudah ranah intelektual masuk apalagi yang tidak paham kan, luar biasa itu. Di Makassar lagi," kata JK di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (17/11).
JK mendukung penyelesaian kasus itu secara hukum oleh pihak kepolisian. Soal pencabutan gelar profesor Musakkir, ia menyerahkan sepenuhnya pada instansi terkait sesuai dengan etika yang berlaku.
Saat disinggung apakah dirinya mengenal Mussakir, JK mengaku tidak mengenalnya. Dia hanya mengetahui namanya. Kenal atau tidak, kata dia, siapapun yang terlibat kasus narkoba itu harus ditindak.
"Pokoknya biarkan tindakan hukum yang menyelesaikan itu," tegas Wapres. (ABS)

Selasa, 18 Maret 2014

Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib

Media Pembaharuan Jakarta,- MABESnews--Sosok kita ini sudah dikenal luas masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Selatan. Beragam kiprahnya di nusantara ini membuat dirinya dikenal seantero Indonesia figurnya. Beliau itu adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib, SH lahir di Bone, Sulawesi Selatan. Tepatnya tanggal 03 Juni 1946 lahir dari rahim ibu, atau berumur 67 tahun 2013 ini. (Wikipedia)
Foto Andi Muhammad Ghalib. Jenderal Andi Ghalib—begitu biasa dikenal—sangat prihatin dengan kondisi hukum di tanah air cukup memprihatinkan, tak kondusif. Ia mengungapkan, persoalan yang menyentuh rasa keadilan masyarakat sangat diabaikan oleh pemerintah yang berkuasa. Dirinya sangat peduli dan penuh keprihatinan yang mendalam terhadap reformasi hukum yang masih berjalan lambat, jalan di tempat.
Saat ini, ia berjuang kembali untuk menerimah amanah rakyat di DPR RI 2014-2019 melalui Dapil Sulsel II. Ia memilih PPP sebagai kendaraan mewakili konstituennya. Itu karena masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya yang berada di Dapil Sulsel II merindukan keberaniannya menata bangsa ini. "Hanya orang pemimpin warani (bugis: Pemberani) yang mampu memperbaiki bangsa ini. Dan itu ada pada sosok Puang Andi Muhammad Ghalib," ujar tokoh masyarakat Pangkep saat bersilaturahmi.
“Saya memilih PPP adalah sebagai panggilan tugas, pengabdian, dan ibadah untuk membesarkan Islam, karena jika PPP besar maka Islam akan jaya. Kita masih ingat dengan sangat prihatin nasib PPP yang di zaman orde baru selalu dikecilkan, di zaman reformasi digembosi, dan tidak dibiarkan menjadi besar. Oleh karena itu, saatnya sekarang ini untuk mengembalikan roh kejayaan PPP, karena PPP adalah satu-satunya partai Islam. Sehingga jika PPP menjadi besar, maka kita akan mampu melaksanakan amanah dari umat untuk membangun Rumah Besar Ummat Islam, bila tidak maka PPP akan kehilangan pengikutnya,” ujar Andi M. Ghalib (nama yang lebih popular baginya), yang juga mantan Jaksa Agung RI, dan mantan Wakil Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan.
Melihat kondisi PPP sekarang ini, Andi M. Ghalib merasa terpanggil untuk kembali membangun kebesaran PPP, setelah menyelesaikan tugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Untuk Republik India, di negara yang berpenduduk 1,5 milyar jiwa. Selama penugasannya di India, Andi M Ghalib, merasa prihatin melihat kondisi umat Islam di dunia internasional, yang selalu menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Padahal agama Islam yang notabene meruapakan agama besar dunia, selalu mendapat stigma dan predikat teroris, yang kebetulan sebagian dilakukan oleh orang Islam, pada hal Islam adalah agama yang rahmatatan lil alamin.
Menurutnya, predikat dan stigma yang salah terhadap Islam ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus, karena akan menjadikan orang benci kepada Islam, karena Islam dapat ditudding sebagai ajaran yang menghancurkan keharmonisan dunia. Anggapan dan tudingan yang keliru terhadap ummat Islam tersebut, harus segera dijawab dan diselesaikan dengan tuntas. Menurut Andi M. Ghalib, kondisi ini hanya bisa dijawab dan diselesaikan oleh orang Islam melalui PPP dengan menjadi caleg DPR RI dan Dapil Sulsel II, sekaligus untuk meredam penilaian akan predikat jelek terhadap Islam.
Alasan lain kata Andi M Ghalib, untuk melanjutkan kembali pengabdian di DPR RI pada pemilu 2004 yang lalu, hanya sempat mengabdi selama 2 tahun kemudian Andi M. Ghalib, mendapatkan tugas baru sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Republik India. Karena itu Andi M. Ghalib, merasa bahwa tugasnya dahulu belum rampung terutama untuk mengembalikan kebesaran ummat Isalm melalui PPP di parlemen.
“Pada pemulu tahun 2004 yang lalu, kami berhasil menambah 28 kursi di kabupaten/kota dan Propinsi Sulawesi Selatan, tetapi pada pemilu tahun 2009 perolehan kursi kursi tersebut telah jauh berkurang, demikian juga DPR RI yang dahulu ada 2 kursi, sekarang hanya tinggal 1 kursi,” katanya.
Untuk mengembalikan kejayaan dan kebesaran PPP di Indonesia Timur khususnya di Sulawesi Selatan, maka diperlukan kerja keras oleh segenap elemen, komponen, dan lapisan partai dan masyarakat. “Dan untuk itu, kami siap bekerja keras bersama-sama seluruh kader partai bersinergi dengan umat Islam di Sulawesi Selatan,” tegas Andi M. Ghalib yang juga mengelola Yayasan Ibnu Hadjar, yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan lembaga pendidikan mulai dari TK, SMP, SMA, SMK dan STIH, yang berdomisili di Kota Bogor ini.
Tokoh dengan 4 orang putera dan 13 orang cucu ini mengatakan bahwa, niat berjuang melalui PPP itu disebut sebagai pengabdian yang tiada akhir. Menurutnya, sekarang ini banyak kader muda partai ikut serta berjuang untuk membesarkan kejayaan PPP. “Tokoh-tokoh muda tersebut merupakan tumpuan harapan dari PPP untuk merebut kejayaan di masa depan, karena mereka adalah intelektual-intelektual muda Islam yang diharapkan bisa membangun Rumah Besar Ummat Islam,” ujar Andi M. Ghalib yang sudah pernah menerima puluhan Satya Lencana dan Bintang Seroja, Penegak, Kesetiaan VIII sampai XXIV tahun, dan Bintang Darma.
Hanya partai Islam yang besar mampu memperjuangkan Rumah Besar Ummat Islam, karena bila partai Islamnya kecil, maka tidak akan dapat memperjuangkan rumah besar, karena kecil di parlemen. “Kita semua harus bekerja keras agar PPP menjadi besar, agar dunia melihat bahwa PPP adalah representasi dari besarnya ummat Islam di Indonesia, yang dengan sendirinya akan menghapus stigma yang jelas terhadap umat Islam,” papar alumni Seskoad dan alumni Lemhanas ini.
Tugas Selaku Duta Besar LBBP RI Untuk India Telah Diselesaikan dengan Baik
Ketika Andi M. Ghalib menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di India, ia telah mengembalikan roh persahabatan Indonesia dengan India yang selama ini sangat merosot. Padahal Indonesia dan India adalah pilar dari Konperensi Asia-Afriaka di Bandung tahun 1955, yang telah melahirkan gerakan Non Blok yang berhasil memerdekakan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Persahabatan kedua bangsa besar ini telah merubah wajah dunia dari penjajahan ke alam kemerdekaan. Dua tokoh besar Konperensi Asia Afrika adalah Soekarno dan Nehru, diperkuat oleh Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Nkrumah dari Ghana, dan Josef Bros Tito dari Yugoslavia.
Tugas besar itu berhasil dilaksanakan dengan baik, dibuktikan dengan kunjungan resmi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke India tahun 2011 yang lalu selaku Tamu Kehormatan Tertinggi. Disamping telah berhasil mengembalikan roh persahabatan kedua negara besar, Andi M. Ghalib juga telah berhasil meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara besar Indonesia-India, yang diawali masa jabatannya nilai perdagangan kedua negara hanya sekitar 3 milyar USS, dan akhir jabatannya telah berhasil mencapai nilai perdagangan lebih dari 25 milyar USS dalam berbagai macam perdagangan investasi, dan penanaman modal di berbagai wilayah di Indonesia. Taufikurrahman (Sumber: Bina Persatuan).
Punya Track Record yang Baik
Letjen TNI (Purn) H Andi Muhammad Ghalib, SH, MH yang juga mantan penjabat Duta Besar Luar Biasa Indonesia dan Berkuasa Penuh untuk India ini mengatakan, Supremasi Hukum Indonesia Tergantung Man Behind The Law.
Mantan Jaksa Agung RI di era Presiden BJ Habibie (1998-1999) ini, turut merasa prihatin dengan kondisi hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Bukan karena reformasi tapi karena tidak konsisten pimpinan dalam melaksanakan hukum itu sendiri belum terlihat. Belum lagi persoalan korupsi yang terus mendera bangsa ini, hingga persoalan sengketa agrarian yang hampir terjadi di seluruh pelosok negeri ini.
“Kita perlu dan tidak perlu bosan memperbaiki terus menerus banga ini karena ini sangat menentukan masa depan negara kita,” ujar Letnan Jenderal (Pur) Andi Ghalib seperti dikutip PelitaOnline usai acara Kajian Tafsir dan Athlas Al Quran di Yayasan Majelis Al Washiyyah, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).
Lalu bagaimana hubungannya antara sifat konsisten dengan berwudhu? Saat ditanya oleh wartawan, Andi menjelaskan, semasa masih menjadi pejabat ia melihat banyaknya pejabat yang mengalami kesulitan untuk shalat.
“Alasan mereka karena terlalu ribet jika memakai jas dan dasi harus bolak balik berwudhu. Akibatnya shalatpun ditinggalkan hanya karena tidak bisa berwudhu,” jelas Andi.
Pasalnya, kata Andi, kita kurang bisa mensiasati syarat-syarat untuk shalat. Caranya sebelum memakai pakai jas dan dasi berwudhu terlebih dahulu. Sehingga ketika masuk waktu shalat, tidak lagi kerepotan untuk berwudhu. Seperti itu juga dalam penegakan dan pelaksanaan hukum di Indonesia.
“Ini yang kurang kita pahami. Sebab, dengan menjaga wudhu, tentu kita akan selalu ingat pada Sang Pencipta. Pada akhirnya kita menjadi pribadi yang konsisten dalam memegang amanah yang diberikan,” imbuh mantan Kedubes RI untuk India ini menganalogikan pelaksanaan hukum di Indonesia.
Untuk itu, ia tergerak mencanangkan Gerakan Kebersihan Masjid yang bertujuan untuk membersihkan masjid, terutama tempat air wudhu. Karena kadang-kadang orang malas berwudhu dengan alasan tempat wudhunya kotor.
“Bagaimana mau mendekati masjid tempat wudhunya saja kotor. Maka diharapkan masjid itu dipelihara agar orang tertarik untuk shalat di masjid,” katanya.
Masa Kecil hingga jadi Jaksa Agung
Di sela-sela bertugasnya Andi Ghalib menuturkan, dirinya lahir di Kadju, Sibulue Kabupaten Bone, dari pasangan H. Andi Ibnu Hadjar dan Andi Intan. Ia memulai pendidikan pada Sekolah Rakyat Negeri di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Saya menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA hanya dalam waktu 4 tahun, karena pada saat itu murid-murid yang berprestasi diberi kesempatan ujian ektranei. Saya sempat kuliah satu tahun di IKIP Negeri Makassar, kemudian masuk wajib militer, karena pada saat itu diadakan persiapan Konfrontasi Ganyang Nekolim Malaysia,” ujarnya pada wartawan.
Semasa masih menjabat Jaksa Agung, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 3 Juni 1946, ketika sedang giat-giatnya menangani penyelesaian berbagai kasus korupsi justru Teten Masduki cs dari ICW memfitnah Andi dengan tuduhan menerima suap dari penyumbang untuk kegiatan olahraga melalui rekening Andi M Ghalib sebagai Ketua Umum dan Thahir sebagai bendahara Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI).
Namun sebagaimana setelah diperiksa Puspom TNI ternyata keduanya benar-benar menyumbang untuk PGSI guna kegiatan olahraga. Fitnah tersebut telah menyebabkan terganggunya upaya Kejaksaan Agung untuk memberantas korupsi saat itu.
Sejak kontroversi di-non-aktif-kannya (yang tepat Andi M Ghalib meminta di-non-aktifkan) sebagai Jaksa Agung, nama Letjen TNI (Purn) H. A. Muh. Ghalib, SH, MH lama tidak kedengaran dengan dirinya dipercaya sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di India. Kali ini ia berjuang untuk memperjuangkan Islam melalui PPP dengan jalur dicalonkannya dirinya oleh partai dan masyarakat Sulsel, khususnya yang berdomisili di dapil 2: Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bone, dan Bulukumba.
Ia menceritakan bahwa asal mulanya proses terpilihnya sebagai Jaksa Agung di era Presiden BJ Habibie. "Sebenarnya pencalonannya menjadi Jaksa Agung diajukan pada saat penyusunan kabinet terakhir Presiden Soeharto, menjelang lengsernya beliau. Namun Pak Harto memilih orang dalam, yakni Soedjono, SH," ujarnya.
“Setelah pak Harto lengser dan digantikan oleh Presiden BJ. Habibie. Maka terpilihlah saya menjadi Jaksa Agung. Sesegera mungkin saya melakukan pemberantasan KKN di seluruh Indonesia. Prestasi yang paling menonjol pada saat saya menjadi Jaksa Agung, yakni berhasil mendatangkan dan memeriksa mantan Presiden Soeharto di Kejaksaan Agung dan di Kejati DKI Jakartar, sebanyak dua kali,” kisah pria yang juga Caleg DPR RI Dapil Sulsel II dari PPP.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai tuntutan Reformasi pada saat itu, sebagai wujud terciptanya Supremasi hukum. Sesudah itu tidak ada lagi Jaksa Agung yang berhasil memanggil mantan Presiden Soeharto untuk diperiksa, sampai beliau sakit dan meninggal dunia.
Saat ditanya, apa sebenarnya cerita dibalik kontroversi pemberhentian Bapak sebagai Jaksa Agung pada saat itu? Ia menggambarkan, “Keinginan saya untuk memberantas KKN saat itu sangat terganggu karena adanya tuduhan dari saudara Teten Masduki dari ICW, yang menuduh saya menerima suap dari beberapa pengusaha yang menyumbang melalui reke-ning PGSI. Setelah di periksa oleh Puspom TNI dan Menko Wasbang/PAN, ternyata terbukti tidak ada satu sen pun dana PGSI yang dipakai untuk kepentingan pribadi saya sebagai Ketua Umum PGSI.”
Dirinnya mengingat masa itu bahwa usaha saudara Teten Masduki untuk mempengaruhi publik melalui berbagai cara berhasil, sehingga ia nantinya terpaksa minta nonaktif sementara dari jabatan Jaksa Agung, untuk menyelesaikan fitnah dari saudara Teten Masduki.
“Trial by public yang dilancarkan oleh Teten Masduki sebenarnya tidak lepas dari usaha mereka menggagalkan pemberantasan korupsi yang sangat bagus pada masa pemerintahan Presiden BJ. Habibie. Hal tersebut dilakukan untuk menggagalkan BJ. Habibie terpilih menjadi Presiden pada waktu itu. Itulah fitnah yang saya hadapi, yang saya anggap lebih kejam dari pembunuhan.”
Setelah ia di-non-aktifkan sebagai Jaksa Agung, Jenderal Andi M Ghalib pensiun dari ABRI dan jabatan sebagai Jaksa Agung RI. Setelah itu, ia pensiun dari ABRI, dan membuka kantor Advokat. Dan disela-sela kegia-tan tersebut, ia mendapat tawaran dari beberapa partai politik untuk melanjutkan pengabdian.
“Saya memilih masuk partai Islam PPP, karena ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam yang terabaikan. (Tujuan saya menjadi caleg PPP) sebagai bentuk pengabdian saya yang tiada akhir untuk mengembalikan kejayaan Islam melalui partai Islam satu-satunya, yaitu PPP. Dan saya satu-satunya Jenderal bintang 3 yang masuk partai Islam,” akunya pada www.mabesnews.com.
Ia lanjutkan, pemilu 2004 mengantarkan Andi M Ghalib menjadi salah satu anggota DPR RI dari Dapil I Sulsel, selanjutnya bertugas di Komisi I DPR RI dan menjadi Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parleman (BKSAP) DPR RI. Hanya saja, jabatan di parlemen pusat tak berakhir hingga 2009 karena Presiden SBY menangkatnya sebagai Duta Besar di Republik India.
“Berdasarkan latar belakang diplomat yang saya miliki pada tahun 1977 sampai 1981, Presiden SBY menawarkan jabatan baru menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik India. Saya menerimanya meskipun masa jabatannya di DPR RI masih tersisa 2 tahun. Setelah lulus mengikuti Fit and Propertest, akhirnya saya ditempatkan di Republik India sejak 17 Mei 2008 sampai sekarang, sebagai Duta Besar RI Luar Biasa dan berkuasa penuh untuk India.”
Saat ditanya soal hukum karena ia sebagai orang yang memiliki background di bidang hukum, untuk menanggapi penegakan supremasi hukum di Indonesia? Ia menguraikan bahwa persoalan pegak supremasi hukum di bangsa ini sangat tergantung pada man behind the law (kesungguhan penegak hukum) untuk melaksanakan hukum yang berlaku bagi siapapun tanpa pandang bulu. Apabila itu dilaksanakan maka semua orang akan taat hukum. Karena hukum di Indonesia, katanya, tak memberi efek jerah.
Bawa 35 Pengusaha India ke Indonesia
Bersama Rekan Kerja dari berbagai Negara Dunia. Sudah TERUJI
Kemampuan Andi Ghalib melobi dan diplomasi sosial politik tak hanya sampai disitu, saat menjadi Duta Besar untuk India. Andi Ghalib membawa 35 pengusaha India ke tanah air. Itu sebagai bukti bahwa ia sangat mencintai kemajuan dan berkembangsa Indonesia dari berbagai sektor, baik hukum, kemanan dan peluang usaha di tanah air.
Dengan datangnya pengusaha itu, maka peluang bisnis di Indonesia kini kembali diramaikan. Sebanyak 35 delegasi bisnis dari India menghadiri pertemuan dengan Kementerian Perdagangan untuk kerjasama.
"Pemerintah Indonesia senantiasa membuka peluang bisnis dan investasi di Indonesia bagi para pelaku bisnis India," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami saat menerima kunjungan para delegasi bisnis India di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, (8/5/12) seperti dikutip detik.com.
Misi dagang yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk India, Andi M. Ghalib ini meliputi beberapa sektor bisnis penting di Indonesia seperti pertambangan, industri film, pertambangan, infrastruktur, energi listrik, perangkat lunak, telekomunikasi, dan furnitur.
Lebih lanjut Gusmadi menuturkan Indonesia dan India memiliki latar belakang dan dasar yang kuat dalam meningkatkan kerjasama bilateral di antara kedua negara. Seperti diketahui keduanya merupakan perintis dalam bangkitnya Asia-Afrika pada tahun 1955.
"Saat ini Indonesia dan India sebagai emerging market memiliki peranan penting dalam perekonomian dunia. Keduanya juga berpengaruh dalam forum internasional seperti G-20," tutur Ketua BPP KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone) Pusat ini.
Perusahaan India yang berpartisipasi dalam misi dagang kali ini antara lain Srei Infrastructure Finance Ltd., Mokul Group of Companies, SATFA Logistic, Monnet Ispat & Energy Limited, Saru Diamonds Pvt Ltd., Rohit Ferro, Emmsons International Ltd, Shri Lal Mahal Group Company, Renuka Ventures International, KJK Group, Asuka Mining & Export, Seaindia Freight System, Rajasree Motors, APTECH Worldwide, Ascenders Technologies, Kross Infotel, Ishan Internasional, Ajinomoto, Sunloc Foods, Advt Films Company dan Nadiadwala Grandson.
Sementara itu, terdapat 26 perusahaan Indonesia yang juga hadir dalam acara pertemuan kontak dagang dengan delegasi bisnis India, beberapa diantaranya PT Bonecom Servistama Compindo, Niramas Utama, Prima Persada Nusantara, Indo Jati Furniture, Kobe Alina Food, PT Sinar Sosro, PT Sinar Mas, PT Astra Agro Lestari, PT Jayakarta Nusatama, PT Eastern Union, PT Bima Saka Furniture, dan PT ISM.
Andi M Ghalib juga memiliki sebuah yayasan yang terletak di daerah Bogor, yaitu Yayasan Ibnu Hadjar. Yayasan tersebut bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha, SMP, SMA, SMK Taruna Andigha yang konon nama Yayasan Ibnu Hadjar diambil dari nama almarhum ayahnya H Andi Ibnu Hadjar.
Riwayat kerja
Asisten ATHAN RI di Republik Singapura
Aspri Jenderal TNI L.B.Moerdani
Wakil Gubernur Sulsel
Pejabat Walikota Makassar
Pejabat Bupati Jeneponto
Oditur Jenderal ABRI
Kepala Badan Binkum ABRI
Jaksa Agung RI
Anggota DPRRI periode tahun 2004 - 2009
Duta Besar LBBP RI untuk India.
(ABS)

Minggu, 22 Desember 2013

52 PMR Tingkat Wira Dikukuhkan

pengukuhan-pmrSebanyak 52 anggota  Palang Merah Remaja (PMR) angkatan II dikukuhkan sekaligus dilantik menjadi anggota PMR wira SMA Negeri I Malili oleh Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur HM. Thoriq Husler di Eks Lapangan Terbang Malili, Jum’at (21/12).  Kegiatan ini juga dirangkai dengan serah terima jabatan dari ketua lama ke ketua yang baru.

Pengukuhan/pelantikan dilaksanakan setelah mereka mendapatkan Pendidikan dan pelatihan (diklat) orientasi PMR dan pemilihan pengurus PMR yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan selama 2 hari.

Pengukuhan  anggota PMR yang baru  ditandai dengan pengucapan ikrar PMR serta pemasangan slayer secara simbolis oleh Ketua PMI kepada 2 perwakilan peserta dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PMR periode 2012-2013 dan penanda tanganan berita acara pengukuhan/pelantikan. Prosesi ini turut disaksikan oleh Kepala Sekolah SMA I Malili Drs. Kasman Hasiban, Pembina PMR SMA I Malili Ammas, S. Pd, serta beberapa pengurus PMI Kabupaten Luwu Timur.

Usai mengukuhkan dan melantik, Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur HM. Thoriq Husler mengatakan pengukuhan PMR Wira SMA I Malili merupakan pengukuhan untuk pertama kalinya dan merupakan peserta perdana yang dikukuhkan menjadi anggota PMR.

Untuk itu, tahun 2013 nantinya diharapkan 50% PMR tingkat wira sudah dapat terbentuk, mengingat pentingnya peran dari anggota PMR dalam membantu setiap kegiatan yang ada disekolahnya sesuai dengan prinsip dasar PMR, Bulan Sabit Merah Internasional serta tri bakti PMR.

Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur juga mengharapkan setelah terbentuknya PMR SMAI I Malili  nantinya para anggotanya dapat menjadi sumber pendonor darah tetap.

Dikatakannya, dalam waktu dekat PMI Kabupaten Luwu Timur dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur  bertekad untuk kerjasama yang dituangkan dalam MoU (kesepakatan) dalam hal pengembangan kepalangmerahan di sekolah.

“Tak hanya itu, pada tahun 2013 mendatang, personil markas PMR akan dilengkapi dengan kepala markas, kepala diklat dan staf donor darah”. tambah Husler. (ophy/hms)