Selasa, 25 November 2014

Massa Front Pembela Islam (FPI) berencana membuat kubu tandingan di DPRD DKI Jakarta.

Media Pembaharuan Jakarta,- Massa Front Pembela Islam (FPI) berencana membuat kubu tandingan di DPRD DKI Jakarta. Bahkan Ketua FPI, Muhammad Rizieq Shihab, menegaskan akan mengangkat Haji Fakhruroziq sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kalau DPRD dan Kemendagri ngotot melantik Ahok, kami akan jadikan Haji Fakhruroziq sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Rizieq Shihab........
Massa Front Pembela Islam (FPI) berencana membuat kubu tandingan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Bahkan Ketua FPI Muhammad Rizieq Shihab menegaskan akan mengangkat Haji Fakhruroziq sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kalau DPRD dan Kemendagri ngotot melantik Ahok, kami akan jadikan Haji Fakhruroziq sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Rizieq Shihab dalam unjuk rasa di depan gedung DPRD Jakarta, Senin, 10 November 2014.
Menurut Rizieq Shihab, pembentukan DPRD tandingan di DKI Jakarta didasarkan pada situasi yang terjadi di DPR RI Senayan, yang diwarnai perseteruan dua kubu, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Perseteruan itu memunculkan pimpinan DPR RI tandingan yang dilakukan oleh KIH sebagai pendukung Jokowi.
Massa FPI menilai KIH sebagai pendukung Jokowi menandingi KMP sebagai kubu pendukung Prabowo Subianto. "Kalau mereka di sana (DPR RI) bisa, di Jakarta (DPRD DKI Jakarta) juga kami buat tandingan," ujar seorang orator FPI dari atas mobil.
Rizieq Shihab bersama pimpinan FPI lainnya kemudian bertemu dengan perwakilan DPRD DKI Jakarta. "Kami dari Koalisi Merah Putih akan berjuang mati-matian dengan kewenangan kami. Insya Allah, dalam waktu tak terlalu lama, keinginan kita terwujud," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M. Taufik. (ABS).

Jadi Saksi Kasus Annas Maamun Zulkifli Hasan Penuhi Panggilan KPK.......




"Saksi Gubernur Riau Annas Maamun," kata Zulkifli di KPK, Jakarta, Selasa (11/11). Ia tiba sekitar pukul 09.52 WIB dengan mengenakan safari warna cokelat.
Pemeriksaan Zulkifli hari ini adalah penjadwalan ulang. Zulkifli sebenarnya dijadwalkan diperiksa kemarin (10/11). Namun, Ketua MPR RI itu tidak dapat memenuhi panggilan KPK.
"Harusnya kemarin pagi tapi saya kemarin menjadi irup (inspektur upacara) tabur bunga di Kapal KRI Banda Aceh di Teluk Jakarta. Setelah itu jam 12.00 WIB final cerdas cermat di MPR bersama wapres. Jadi saya datang pagi ini," tandas Zulkifli.
Media Pembaharuan Jakarta,- Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (11/11). Zulkifli diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 kepada Kementerian Kehutanan dengan tersangka Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun.

Sebelumnya, Annas mengakui bahwa mengajukan rekomendasi revisi SK.673 tentang Perubahan Kawasan Hutan ke Kementerian Kehutanan. Ia mengaku rekomendasi itu direstui oleh Menteri Kehutanan. Begitu disinggung siapa menteri yang dimaksudnya, Annas menyebut nama Zulkifli Hasan.
Dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 kepada Kementerian Kehutanan, KPK menetapkan dua orang tersangka. Selain Annas, tersangka lainnya adalah pengusaha Gulat Medali Emas Manurung. (ABS)

Senpi Milik Aparat Hilang Saat Mabuk Berat......

Media Pembaharuan Makassar,-Saat itu sekitar pukul 03.00 dini tepatnya hari Sabtu tanggal 18 oktober 2014 kediaman perempuan Mey yang beralamat jalan Maccini Baru tepat disamping kantor Polsekta Makassar dimana kedatangan tamu dari Anggota Polisi dari daerah Mamasa yang diketahui bernama Bripka A.Rezki dengan tujuan menginap, namun keesokan harinya timbul masalah besar yakni saat A.Rezki terbangun pada siang hari dari tidurnya dimana Senjata Api miliknya yang disimpan pada kendaraan mobil tiba-tiba raib entah kemana, yang bersangkutanpun langsung menuding sejumlah pihak yang menjadi pelaku pencurian Senpi tersebut termasuk pemilik rumah Mey.
Dimana beberapa orang yang dituding menjadi pelaku pencurian senpi tersebut diantaranya Subair, Akbar, Takbir, Saleh, Albi dan Denny. Alhasil saat itu juga mereka semua terpaksa digiring oleh Resmob Polda Sulselbar untuk diintrogasi, namun karena tidak cukup bukti mereka dilepaskan, namun selang tiga hari kemudian tepatnya hari Selasa 21 Oktober 2014 mereka yang diduga merupakan pelaku pencurian senpi kembali dilakukan penjemputan paksa oleh A.Rezki dibantu 3 anggota Resmob Polda Sulselbar untuk menyelidiki hilangnya Senpi miliknya. Namun, sekali lagi tidak ditemukan bukti adanya keterlibatan mereka, dan selang enam hari kemudian tepatnya hari Minggu 26 Oktober 2014 A.Reski kembali mendatangi rumah Mey pada pukul 12.30 dini hari untuk meminta sebagian diantara mereka yang telah diperiksa oleh Resmob Polda Sulselbar seperti Albi, Takbir dan Akbar untuk ikut bersamanya guna diperiksa dimana memberikan jaminan kepada para pihak keluarga yang bersangkutan bahwa mereka yang akan diperiksa tidak akan mengalami kekerasan dan tak lama kemudian Satuan Resmob Polda Sulselbar yang berjumlah 3 orang datang menjemput mereka sampai akhirmya terdengar kabar oleh orang tua Takbir dan Akbar yang diketahui bernama Burhanuddin dan Sita bahwa anak mereka telah tertembak pada masing-masing pada kaki betisnya oleh satuan Resmob Polda Sulselbar sesaat setelah mereka dijemput paksa saat itu, dimana mereka kemudian diserahkan Kepolsekta Rappocini dan Polsekta Bontoala terkait keterlibatan kasus yang mereka lakukan seperti Akbar dan Takbir yang diserahkan Kekantor Polsekta Rappocini terkait kasus Perampokan pada Minimarket Alfa Mart yang terletak dijalan Sungai Saddang, sedangkan Albi diserahkan Kepolsekta Bontoala terkait kasus pasal 351.
Dari pengakuan Burhanuddin ayah dari Takdir kepada wartawan mengatakan tidak mengetahui kasus anaknya namun sepengetahuannya ada tuduhan terkait pencurian di Alfa Mart beberapa waktu yang lalu, namun dirinya heran mengapa awalnya hanya kasus hilangnya senpi milik salah satu anggota Polisi kemudian bisa berkembang menjadi kasus lain.
Sementara Mey pemilik rumah yang anaknya Albi turut diamankan dan mendapat penangkapan di Polsekta Bontoala mengatakan sebelumnya A.Rezki telah mengancam apa bila senpi miliknya tidak ditemukan maka sejumlah kasus mereka yang dicurigai terlibat akan dia bongkar dan dirinya mengenal A.Rezki sudah sejak lama, dimana dia memang sering menginap dan saat itu memang A.Rezki belakangan sering muncul belakangan ini dimana malam itu A.Rezki datang dengan menumpangi kendaraan pribadi dalam keadaan mabuk berat akibat minuman beralkohol disalah satu kafe yakni Mabua, dalam keadaan mabuk berat saat itu A.Rezki memesan kepada sejumlah warga untuk dicarikan wanita untuk menemaninya berkencan tapi tidak digubris karena kondisinya mabuk berat hal ini terbukti kendaraan yang ditumpanginya diparkir ditengah jalan dan terpaksa harus didorong kepinggir jalanan oleh warga agar aman tidak mengganggu pengendara yang sedang melintas, dan aksi pencurian di Alfa Mart oleh para pelaku diketahui oleh A.Rezki, bahkan turut menikmati hasil pencurian tersebut dirumahnya seperti rokok dan makanan yang dibawa oleh pelaku saat mereka usai melakukan aksinya tersebut.
Salah satu teman A.Rezki bernama Opi mengungkapkan bahwa identitas Bripka A.Rezki bertugas Polres Mamasa sebagai Kanit 1 Dalmas dimana hilangnya senpi miliknya sempat mengantar A.Rezki di Takalar untuk menemui paranormal ustadz Dg.Lau guna mengetahui pelaku pencurian senpi dimana mereka yang diduga terlibat turut dibawa ketempat tersebut, dimana paranormal tersebut memberi keterangan bahwa bukan mereka yang melakukan pencurian tapi A.Rezki salah menyimpan senjata tersebut.
Sementara salah satu warga yang tidak ingin dikorankan namanya mengungkapkan bahwa Bripka A.Reski merupakan pemakai Narkoba yang sering melakukan pesta Narkoba diwilayah ini yang baru muncul tiba-tiba saat itu dalam keadaan mabuk berat.
Pihak Polsekta Bontoala Briptu M.Said yang dikonfirmasi terkait penangkapan Aldi mengatakan bahwa Aldi diserahkan oleh satuan Resmob Polda Sulselbar hari ini untuk diproses dan saat ini masih dalam pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan dengan senjata tajam yang terjadi dijalan Langgau pada bulan September lalu.
Kapolsekta Rappocini Kompol Ade Hermato yang dikonfirmasi terkait kasus penangkapan Takbir dan Akbar mengatakan bahwa benar kedua pelaku diserahkan oleh satuan Resmob Polda pada hari ini 26/10/2014 kepihaknya, pelaku telah dalam keadaan terluka usai tertembak dimana kasus mereka berdua merupakan pelaku Curas pencurian dengan kekerasan yang dilakukannya berdasarkan Lp/1698/2014 tanggal. 17/10/2014 dengan barang bukti berdasarkan Rekaman CCTV Alfa Mart yang merekam aksi pencurian saat itu dimana berupa uang tunai Rp.475.000 rokok sampurna 10 bungkus, 3 buah coklat silver queen dan saat ini dalam penanganan pihaknya, namun mengenai kasus hilangnya senpi milik Bripka A.Rezki tidak masuk dalam laporan pelimpahan dari Satuan Resmob Polda Sulselbar untuk ditanganinya.
Jamaluddin, SH yang menjadi kuasa hukum Takbir yang dikonfirmasi mengatakan dimana akan melaporkan Kepihak Propam Polda Sulselbar terkait proses penangkapan oleh Resmob Polda Sulselbar terkait kasus hilangnya Senpi milik A.Rezki dimana Pelaku mendapat penyiksaan serta eksekusi penembakan ternyata dengan kasus lain dimana hal ini merupakan pelanggaran berat dan segera akan menempuh langkah jalur hukum seperti Praperadilan.
Hal tersebut juga telah diakui oleh pihak Propam Polda Sulselbar Dr.Sunarno,SH saat dikonfirmasi melalui via sms mengatakan prosedur tindakan penangkapan seperti ini merupakan kesalahan besar yang bisa dipraperadilankan karena bukan tertangkap tangan namun pihak keluarga korban belum melakukan pelaporan secara resmi ke Propam Polda Sulselbar tapi laporan secara lisan telah sampai kepihaknya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Topan RI Sulselbar Drs.Budiman.S,Spd.SH terkait kasus ini mengatakan prosedur penangkapan ini dapat dinilai melanggar Prosedur, dimana seharusnya setiap penangkapan harus dilengkapi dengan surat penangkapan, dimana oknum Polisi seperti Bripka A.Rezki sudah seharusnya melapor ke Propam Polda Sulselbar mengenai hilangnya senpi miliknya dan sudah seharusnya Bripka A.Rezki turut diperiksa Propam Polda Sulselbar terkait hilangnya senpi miliknya dan bila benar dia bertugas di Polres Mamasa Provinsi Sulbar maka pihak Propam harus lebih jeli memproses tentang hilangnya senpi dan mengembangkan penyelidikan tentang perampokan soalnya perampokan terungkap berawal dari kasus kehilangan senpi dimana ketiga pelaku yang merupakan saling kenal menuding bahwa mereka pelaku pencurian senpi dimana dalam pengembangannya justru mereka terlibat kasus perampokan yang ternyata sejak awal diketahuinya sendiri bahkan diduga sempat turut menikmati hasil rampokan. (ABS)

IMM Maros Apresiasi “Aksi Koboi” Petinggi Maros......



Media Pembaharuan Maros – Polemik penggerebekan sebuah rumah mewah di Kecamatan Tanralili Maros yang diduga penampungan manta pramuria Dolly oleh Bupati dan DPRD Maros dan disebut sebagai “aksi koboi” oleh banyak netizen mendapat Apresiasi dari mahasiswa.
Hal tersebut dikatakan oleh ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maros, Rizal Fauzi, saat ditemui disalah satu warung kopi di Maros, Senin, (24/11/2014).
Menurutnya, “aksi koboi” petinggi Maros yang ramai dibicarakan oleh para netizen ini sudah tepat dan harus diapresiasi karena telah berani melawan kemaksiatan.
 GAMBAR : Sebuah rumah milik Haji Sakka di Desa Damai Kecamatan Tanralili, Maros yang diduga sebagai tempat penampungan Eks PSK Dolly. (Foto : Media Pembaharuan)
“Ini harus diapresiasi, sikap mereka sangat berani, memang harus ditindak tegas karena hal ini mengancam rusaknya moralitas masyarakat di Maros,” ujar Fauzi.
Lebih lanjut, Ia menyatakan dalam agama, pun memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran dimana bukan hanya tugas pemerintah saja tapi tugas kita bersama.
“Dalam agama kita diperintahkan untuk mencegah kemungkaran, persoalan terbukti atau tidak nantinya itu persoalan kedua yang jelasnya pencegahan dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi tiga, Akbar Endra melakukan sidak ke rumah milik Haji Sakka beberapa hari lalu yang menuai pro dan kontra di masyarakat khususnya para netizen.
Kemudian, siang tadi, para petinggi Maros, diantaranya Bupati, Kapolres, Kajari dan Ketua DPRD Maros kembali mendatangi tempat tersebut, namun Haji Sakka tidak ada ditempat. (ABS)

Hari Guru, SMKN 1 Bungoro Gelar Lomba.......

Media Pembaharuan Pangkep,-  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bungoro mengadakan

berbagai macam lomba dalam rangka memperingati hari guru yang ke 22 dan Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) ke 69, diikuti oleh guru, siswa dan staff, selasa, (25/11/2014).
Guru dan siswa di SMKN 1 Bungoro Pangkep, menggelar berbagai lomba dalam rangka hari guru dan PGRI, Selasa, (25/11/2014). – Foto : M. Sahrir – marospangkep.com
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah ini, digelar beberapa pertandingan seperti volly, lari karung dan kuis seputar kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. Kepala sekolah SMKN 1 Bungoro, Drs H M Akbar Parelloi MM, kepada awak media menuturkan bahwa kegiatan ini untuk memberikan suasana baru di dalam sekolah dan tidak direncanakan.

“Kegiatan ini spontan saja, kita tidak membentuk panitia, tapikan tetap meriah Dan semarak,” Katanya.
Lebih lanjut, Kepala sekolah yang sudah memasuki tahun ke enamnya ini, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merefresh guru dan siswa dari kepenatahan sehari-hari dalam kegiatan belajar mengajar.
“Ini untuk menyegarkan fikiran guru-guru kita, biasalah rutinitas disekolah jangan sampai membuat kita stress,”  ujarnya.
Selain perlombaan, juga digelar upacara penyerahan kenaikan pangkat kepada guru yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah berupa kue tart oleh siswa, sebagai wujud syukur Dan terimakasih kepada guru sang pahlawan tanpa tanda jasa. (ABS)

Rapat Bareng Gubernur, Jokowi Putuskan Naikkan Target Pembangunan Bendungan

Bogor,- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika bersama para gubernur di Istana Bogor.
Di sela-sela pertemuan dengan sejumlah gubernur, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk meningkatkan jumlah bendungan yang akan dibangun pemerintah dalam lima tahun mendatang.

Mulanya, pemerintah menargetkan pembangunan 30 bendungan baru. Namun, atas permintaan para gubernur, Jokowi memutuskan untuk menambahnya menjadi 49 bendungan.
"Misalnya kami ingin, dalam 5 tahun akan ada 30 bendungan. Tapi semuanya ingin bendungan sehingga kurang. Maka kami putuskan untuk bangun sampai 49 bendungan," ujar Jokowi di sela-sela pertemuannya dengan para gubernur di Istana Bogor, Senin (24/11/2014).
Jokowi mengungkapkan pertemuan yang kedua kalinya dilakukan bersama gubernur itu sangat penting untuk mensinergikan rencana pusat dan daerah. Dia bahkan merencanakan pertemuan seperti ini akan dilakukan secara rutin setiap bulannya.
Ke depannya, Jokowi juga berencana untuk melakukan pertemuan serupa dengan para wali kota dan bupati.
"Kami ingin dapatkan masukan keinginan provinsi, kabupaten, kota seperti apa," ucap Jokowi.
Hingga berita ini diturunkan, Jokowi masih menggelar pertemuan bersama gubernur. Seluruh gubernur diminta memaparkan rencana pembangunan di daerahnya. Jokowi ingin agar rencana-rencana tersebut bisa berjalan beriringinan dengan rancangan pembangunan yang ditetapkan oleh Bappenas. (ABS)

Ini Kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Soal Guru Besar Unhas Nyabu......

Jakarta, - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku prihatin dan menyesalkan kasus tertangkapnya Wakil Rektor sekaligus Guru Besar Universitas Hasanuddin dari Fakultas Hukum Profesor Musakkir dalam kasus narkoba. Apalagi, kasus itu terjadi di kampung halaman JK di Makassar.
"Kita ini prihatin benar. Narkoba itu sudah sampai ke ranah-ranah yang intelektual. Waduh kalau sudah ranah intelektual masuk apalagi yang tidak paham kan, luar biasa itu. Di Makassar lagi," kata JK di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (17/11).
JK mendukung penyelesaian kasus itu secara hukum oleh pihak kepolisian. Soal pencabutan gelar profesor Musakkir, ia menyerahkan sepenuhnya pada instansi terkait sesuai dengan etika yang berlaku.
Saat disinggung apakah dirinya mengenal Mussakir, JK mengaku tidak mengenalnya. Dia hanya mengetahui namanya. Kenal atau tidak, kata dia, siapapun yang terlibat kasus narkoba itu harus ditindak.
"Pokoknya biarkan tindakan hukum yang menyelesaikan itu," tegas Wapres. (ABS)