Media Pembaharuan Makassar,- Dua orang peserta ujian Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi (SBMPTN) rayon Universitas Hasanuddin (Unhas)
tertangkap memakai joki, Selasa kemarin. Keduanya diketahui perempuan
berinisal U (18) dan laki-laki berinisal Ai (18).

U
ditangkap saat ujian digedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA) Unhas. Sedangkan AI tertangkap saat ujian di SMA 21,
Kecamatan Tamalanrea.
Kepala Humas Unhas, Dahlan Abu Bakar menuturkan, U kini dikarantina
di salah satu hotel di Makassar oleh panitia untuk kepentingan
penyelidikan. Ini dilakukan sekaligus mengungkap lebih jauh jaringan
joki yang digunakan U. Adapun peserta ujian laki-laki berinisial Ai,
saat ini ditangani Polrestabes Makassar.
Dalam keterangan U, kata Dahlan, joki yang dimanfaatkan ada delapan
orang. Para joki diketahui beberapa di antaranya berasal dari Sulawesi
Selatan dan di luar.
Untuk memuluskan ujian, U bahkan menyerahkan uang senilai Rp 50 juta
sebagai kompensasi. Nantinya U akan diberikan kunci jawaban melalui
pesan dikirim gunakan ponsel.
“Jika kelak lulus, maka U harus menambah lagi Rp 200 juta jadi total
Rp 250 juta,” kata Dahlan Abu Bakar mengulang keterangan perempuan U.
Caranya, tambah Dahlan, saat mengisi lembar jawaban, U harus
mengosongkan kode soal lalu menunggu kiriman jawaban melalui pesan
pendek dari ponsel.
Dari sinilah, kata Dahlan, awal mula terungkapnya kasus joki
tersebut. “Saat peserta ujian sementara sibuk mempelajari soal-soal
ujian, perempuan U ini justru terlihat gelisah dan bahasa tubuhnya
seolah-olah sedang menunggu. Pengawas ujian langsung tanggap dan
memanggil yang bersangkutan. Dan akhirnya diketahui jika dia sementara
menunggu jawaban via ponselnya,” jelasnya.
Dahlan menambahkan, jeli membaca gerak-gerik peserta ujian sudah
menjadi bagian dari hal yang harus dipahami pengawas ujian. Selain itu,
pengawas juga diminta memperketat pelbagai barang yang bisa dimanfaatkan
peserta ujian untuk membuat pelanggaran. Ponsel harus dinonaktifkan,
dimasukkan dalam tas dan diletakkan di bagian depan kelas ruangan ujian.
Tapi rupanya, peserta ujian ini nyaris saja lolos dari pantauan.
Sementara itu, pelaksana tugas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar,
Kompol Tri Hambodo mengaku belum menerima laporan terkait temuan
jaringan joki di rayon Unhas itu. “Sampai saat ini kita belum terima
laporan soal joki,” kata Kompol Tri Hambodo saat dikonfirmasi.