Selasa, 13 Juni 2017

Keistimewaan Malam NuzululQur’an

Media Pembaharuan,- Untuk Ramadhan tahun 2017/1438 Hijriyah, Malam Nuzulul Qur’an jatuh pada Minggu malam atau tepatnya Senin,(12/6/2017). Malam Nuzulul Quran adalah malam dimana Kitab Suci Umat Islam (Al-Qur’an) diturunkan secara keseluruhan dari lauhil Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.
Kemudian secara berangsur diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di sepanjang kehidupannya atau dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Surat Al-Qur’an pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
adalah Surat Al-Alaq sebanyak 5 ayat. Al- Quran diturunkan pada malam lailatul qadar secara keseluruhan,
namun penyampaiannya kepada Nabi Muhammad dilakukan secara berangsur-angsur.
 ﻰَﻠَﻋ ُﻩَﺃَﺮْﻘَﺘِﻟ ُﻩﺎَﻨْﻗَﺮَﻓ ًﺎﻧﺁْﺮُﻗَﻭ
ًﻼﻳِﺰﻨَﺗ ُﻩﺎَﻨْﻟَّﺰَﻧَﻭ ٍﺚْﻜُﻣ ﻰَﻠَﻋ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ
Artinya : “Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur- angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. Jika kita melihat atau
merujuk dari pengertian malam nuzulul qur’an , maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa keistimewaan dari malam nuzulul Qur’an adalah sebagai berikut :
Foto Andi Baso Pawiloi.
ilustrasi
1. Malam turunnya Al- Qur’an Keistimewaan malam Nuzulul Qur’an yang pertama yaitu malam turunnya Al- Qur’an. Dan ini tidak terjadi di malam – malam yang lain, maka dari itu sudah jelas ini merupakan keistimewaan dari malam Nuzulul Qur’an. Al- Qur’an diturunkan bukan hanya untuk Nabi muhammad sendiri, melainkan untuk pembeda antara hak dan batil serta merupakan petunjuk bagi umat muslim .
2. Diturunkannya Wahyu yang pertama Di malam Nuzulul Qur’an. Allah swt menurunkan wahyu yang pertama melalui perantara malaikat Jibril . Dan wahyu yang pertama diturunkan yaitu surah Al- ‘Alaq ayat 1- 5 . Dan tempatnya berada di Gua Hira.
3. Diangkatnya Nabi Muhammad saw menjadi utusan Allah Swt dan menjadi Nabi yang terakhir. Sejak kecil memang sudah muncul ciri – ciri kenabian dalam Nabi Muhammad saw . Namun di usia 40 an lah baru Allah swt secara resmi mengangkat Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul . Dan diangkatnya beliau menjadi nabi, terjadi pada saat wahyu yang pertama beliau terima yaitu di bulan Ramadhan tepatnya saat Nuzulul
Qur’an. Nabi muhammad saw juga merupakan nabi akhiruszaman, yang artinya sebagai nabi terakhir dan merupakan nabi yang membawa manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini . Dan kewajiban kita saat ini yaitu selain mempercayai dengan adanya peristiwa Nuzulul Qur’an. Tetapi kita juga harus mampu mengamalkan segala hal yang sudah diajarkan Rasulullah Saw dalam beribadah kepada Allah swt. Serta kita juga harus rajin membaca Al- Qur’an, namun juga harus memahami isinya dan harus mengamalkannya. Di Indonesia , dewasa ini setiap malam nuzulul qur’an banyak yang menjalankan khatam Al- Qur’an secara bersama – sama, khatam Al- Qur’an sendiri , bahkan ada juga yang menjalankan pengajian dengan tema Nuzulul Qur’an. Hal ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur manusia Indonesia kepada Allah swt dan merupakan bentuk peringatan peristiwa yang sangat istimewa.
Karena sesungguhnya peristiwa malam Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa yang perlu di peringati selain istimewa, malam Nuzulul Qur’an juga merupakan waktu yang sangat penting bagi kita semua sebagai umat
muslim . Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam turunnya petunjuk bagi umat muslim dalam menjalankan kehidupan di dunia untuk menuju kehidupan abadi yaitu kelak di akhirat. Subhanallah, begitu istimewanya peristiwa malam Nuzulul Qur’an.Dan ternyata malam Nuzulul Qur’an sangat berguna bagi seluruh umat muslim baik yang hidup di masa lalu, masa sekarang atau masa yang akan datang .(Abs)

Senin, 12 Juni 2017

KORUPSI DANA PELATIHAN PARTISIPATIF, WAKIL KETUA DPRD BANTAENG CAPAI RATUSAN JUTA RUPIAH



Andi Alim Bahri L Tana kembali digelar
di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Senin (12/6/2017).
Media Pembaharuan Makassar,- Sidang kasus korupsi dana aspirasi Bappeda Kabupaten Bantaeng dengan terdakwa Andi Alim Bahri L Tana kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Senin (12/6/2017).
Sidang diagendakan bakal memeriksa empat orang saksi yang merupakan pegawai Bappeda Kabupaten Bantaeng. Sidang yang rencananya dimulai pukul 09.00 Wita diruang sidang Sultan Hasanuddin ini sempat molor hingga pukul 13.00 Wita. Sidang pun sempat dipindahkan ke ruang Andi Djemma.
Andi Alim Bahri L Tana yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana aspirasi Bappeda Kabupaten Bantaeng tahun anggaran 2011. Akibat perbuatan Alim, negara ditaksir mengalami kerugian negara senilai Rp 129 juta. (ABS).

Senin, 05 Juni 2017

60 Ulama Diterjunkan Pemkab Bantaeng ke Tengah Ummat, Ceramahnya Dibatasi Bicara Poltik.

Media Pembaruan Bantaeng,-Sebanyak 60 ulama dikerahkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng pada pelaksanaan safari Ramadhan yang dilaksanakan, Senin (5/6/2017). Tim safari Ramadhan yang akan berlangsung selama delapan hari ke depan ini, dipimpin langsung Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Wakil Bupati Muhammad Yasin.
Kepala Bagian Kesra Muhammad Saeruddin mengatakan, ada yang menarik pada safari ramadhan tahun 2017 yakni seluruh puhak yang terlibat dalam tim sangat diharapkan untuk membatasi bahas masalah politik.
"Jadi yang terlibat di tim safari sedapat mungkin membatasi bicara politik dan biarkan ummat fokus melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan," ujar Kabag Kesra, Senin (5/6/2017) di kantornya.
Apalagi dijajaran Pemkab sendiri, lanjut dia, ada beberapa figur yang berniat dan telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Bantaeng.
Saeruddin juga menyebutkan, seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan memberikan cenderamata kepada 134 masjid diseluruh desa dan kelurahan yang di kunjungi oleh tim.
"Sedikitnya 60 ulama yang direkomendasikan Majelis Ulama Indonesia di terjunkan pada safari ramadhan kali ini yang akan berlangsung selama delapan hari," jelasnya.(ABS).

Minggu, 04 Juni 2017

Enam Pelaku Perampokan Minimarket Maros Dibekuk



Media Pembaharuan Maros,- Enam pelaku perampokan minimarket di Maros yang terjadi Sabtu 3 Juni lalu telah dibekuk Satreskrim Polres Maros yang diback up Timsus Polda Sulsel.
Para pelaku dibekuk di sejumlah tempat terpisah di Gowa dan satu pelaku diserahkan pihak keluarga di Posko Timsus Polda Sulsel di Panakkukang Makassar.
Enam pelaku perampokan minimarket yang berlokasi di Lingkungan Bontokapetta Kelurahan Allepolea Kecamatan Lau Kabupaten Maros itu, yakni Abdul Karim alias Edo, Muh Fahrul alias Uun, Muh Ilham alias Illang, Hendra alias Dg Lalang, Hendra alias Indra, dan Fauzi Fadla alias Acca.
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Jufri Natsir menyampaikan, meski enam pelaku kini sudah diamankan, namun masih ada satu orang pelaku yakni Fardi yang belum ditangkap.
“Pelaku perampokan minimarket di Maros tersebut adalah komplotan pelaku perampokan minimarket di sejumlah daerah, seperti Gowa dan Takalar,” ujarnya, Minggu (4/6/2017).

Grand Mall Batangase Maros Bergaya Romawi, Warga Protes

Lukisan bergaya Romawi pada interior mall di Maros.
Media Pembaharuan Maros,- Desain bangunan dan interior Grand Mall Batangase Maros menuai protes warga. Mall ini memiliki arsitektur bergaya Romawi, dengan lukisan dan patung khas Eropa klasik.
Sedangkan di bagian dinding ruangan dipenuhi lukisan-lukisan zaman renaissance Romawi, patung-patung dewa di sudut-sudut ruangan juga terpajang. Ornamen itu dinilai mirip dengan simbol-simbol agama tertentu.
Beberapa OKP Islam, pemuda dan masyarakat pun menggelar pertemuan bersama MUI Maros di aula Masjid Al Markaz Al Islami Maros untuk membahas hal tersebut, Minggu (4/6/2017).
Organisasi tersebut yakni KAHMI, HMI, HPPMI, BKPRMI, KAMMI, Forum Rohis, Oi, Pemuda Anshor, Pemuda Islam, juga Pemuda Pancasila.
Wakil Ketua MUI Maros, Said Patombongi mengatakan, konsep bangunan mall baru tersebut dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal, misalnya patung-patung dan lukisan yang dipajang. Sementara, Maros menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam.
“Desain dalam dan luar mall ini tidak sesuai dengan budaya kita. Mall itu mirip bangunan Eropa dan Yunani. Kami nilai itu simbol agama tertentu,” ujarnya.
Dikatakannya pula, MUI Maros merespon aspirasi dari warga dan beberapa ormas Islam mengenai mall tersebut, apalagi sudah banyak warga protes, bahkan sudah ada yang mau aksi.
“MUI Maros berusaha untuk mediasi dulu dengan pemerintah daerah untuk menjembatani aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini,” katanya.
Sementara itu, Store Manajer Grand Mall Batangase Darlan Hasim mengatakan kepada wartawan bahwa mall tersebut dibangun dengan konsep Eropa klasik modern. (ABS)

Rabu, 31 Mei 2017

Jalang Kote Putra Makassar Buatan Daeng Misi Ini Jadi Buruan Warga Balikpapan untuk Menu Berbuka

Media Pembaharuan Balikpapan,- Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi umat Islam yang menjalankannya. Tidak terkecuali bagi para pedagang, seperti yang dirasakan pedagang jalang kote ini.
Jalang kote merupakan jenis makanan gorengan ragam khas Makassar yang menyerupai pastel. Kudapan ini biasa dijadikan takjil atau pengantar berbuka puasa.
Saat Ramadan seperti sekarang, banyak pedagang yang marak menjual jalang kote di pasar-pasar Ramadan atau di pinggiran jalan kota Balikpapan.
Daeng Misi melayani pembeli jalang kote khas Makassar buatannya
di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, 
Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017).
Seperti pedagang bernama Misi atau akrab disapa Daeng Misi, yang membuka lapak di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. Ia mulai berjualan sejak pukul 12.00 Wita.
Daeng Misi melayani pembeli jalang kote khas Makassar buatannya di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017).
Sejak lima tahun lalu Misi sudah membuka lapaknya yang berada tepat di pertigaan pintu masuk Pasar Pandansari. Ia mengaku tidak hanya berjualan pada bulan Ramadan saja, tapi setiap hari rutin menjajakan gorengan khas Makassar tersebut.
Daeng Misi yang berasal dari daerah Galesong, Kabupaten Takalar, Sulsel, bersyukur karena usahanya tersebut laris pembeli. Terutama di bulan Ramadan.
"Alhamdulillah selama bulan puasa sehari bisa menjual habis 1.600 biji jalang kote. Biasanya para pembeli bisa memborong dari Rp 50.000 sampai Rp 100.000 sekali beli," ungkapnya.
Selain itu, Daeng Misi selalu menggunakan bahan-bahan segar untuk menjaga kualitas rasa jalang kote.
Dalam sehari, Daeng Misi dapat menggunakan tepung terigu seberat 25 Kg dan menggunakan minyak goreng sebanyak 5 liter.
Daeng Misi melayani pembeli jalang kote khas Makassar buatannya di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017).
Para pelanggan yang berdatangan pun rela mengantre untuk menunggu jalang kote yang digoreng kira-kira 10 menit hingga matang.
"Saya sudah biasa beli di sini, rasa sausnya itu yang enak, beda dari yang lain. Di sini juga bisa beli jalang kote yang basah untuk digoreng sendiri di rumah, harganya terjangkau," ungkap Eli, salah seorang pembeli yang memborong hingga Rp 30.000.
Hal serupa juga disampaikan oleh Husman, "Sering beli di sini karena rasanya renyah. Saya sama istri sering beli kalau liburan, bukan cuma saat puasa. Ditambah lagi penjualnya ramah, makanya saya suka belanja di sini," akunya.
Misi pun bersyukur jika jualannya tersebut tidak bergantung pada cuaca. "Musim hujan atau panas tidak masalah, jualan saya selalu laku," tuturnya. (ABS)

Pendukung Rizieq Shihab Siap Turun Gunung Tuntut Mundur Jokowi Setelah Lebaran

Media Pembaharuan Jakarta,-"Tarik mandat," pekik para pria yang berkumpul di aula yang tidak terlalu besar tersebut. Meski berdedak-desakan namun beberapa eksponen alumni 212 ini tetap memaksakan diri berkumpul di Masjid Baiturahman, Jln Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/2017).
Mereka siap untuk turun gunung lagi untuk memperjuangkan nasib pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percakapan berunsur pornografi antara dirinya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.
Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo
Mereka mengatakan bahwa kelompoknya telah memperingatkan pemerintah untuk tidak membuat gaduh terhadap para umat Islam selama Ramadan.
"Pekan lalu kami sudah sampaikan surat terbuka pada kapolri, presiden, bagaimana ramadan ini kita mengisi dengan saling tenggang rasa, hormat menghormati," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, dalam konferensi pers di Masjid Baiturahman, Saharjo, Rabu (31/5/2016).
Menurut mereka, pemerintah tidak memberikan tanggapan yang sesuai dengan keinginan mereka yakni dengan menersangkakan Rizieq Shihab.
Selain kasus Rizieq Shihab, para alumni gerakan 212 juga menyoroti kasus yang menjerat tokoh Islam lainnya diantaranya kasus Munarman, Bahtiar Nasir, Muhammad Al Khaththath dan pembubaran HTI.
Para Alumni 212 akan kembali membuat gerakan seperti aksi Bela Islam yang dilakukan untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Poernama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.
"Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi maka kita akan bikin perlawanan. Jihad Konstitusional," tegas Sambo.
Kelompok ini berjanji akan menggalang kekuatan umat Islam di seluruh Indonesia dengan aksi Bela Ulama. Dalam aksi ini mereka akan mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan menuntut mundur Jokowi.
"Menuntut mundur Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai presiden RI untuk menegakkan hukum," tambah Sambo. Aksi ini akan digelar setelah bulan Ramadan yang diikuti oleh jutaan umat Islam.
Sebelum melakukan aksi tersebut, para alumni 212 akan melakukan tabligh akbar, istighasah, zikir, di seluruh Indonesia. Aksi ini akan dimulai sejak Jumat pekan ini di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
"Setelah ini kita bikin bikin long march ke Komnas HAM, mulai Ashar sampai Maghrib ada tabligh akbar," jelas Sambo.
Jumat selanjutnya akan digelar acara serupa di Masjid Istiqlal. Menurut Sambo, gerakan ini akan sebesar aksi 212.
Mereka juga meminta Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasi bahwa Jokowi telah melakukan pelanggaran berat sistematis dan terstrukutr kepada ulama dan HTI.
Hasil rekomendasi Komnas HAM akan dibawa ke DPR. Mereka mendesak DPR untuk melakukan sidang istimewa untuk melengserkan Jokowi.
Mereka juga akan membawa hasil rekomendasi Komnas HAM ke Organisasi Kerjasama Negara-negara Islam (OKI) terutama lembaga HAM.
"Kita juga bawa ke pengadilan internasional untuk menyelidiki dan mengadili kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Joko Widodo," ungkap Sambo.
Mengenai kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia, para alumni 212 siap mengumpulkan satu juta orang untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq di bandara Soekarno- Hatta.
"Kami akan bilang, Habib, umat sudah siap, silahkan kalau habib mau pulang," tambah Sambo.
Namun mereka berharap Jokowi bisa menginstruksikan anak buahnya untuk mencabut semua proses hukum terhadap para ulama. (ABS)