Sabtu, 17 Juni 2017

MUDIK 2017 MENHUB CEK BANDARA DAN PELABUHAN MAKASSAR.

Media Pembaharuan Makassar,- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan angkutan mudik 2017 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno- Hatta, Makassar hari ini, Sabtu, 17 Juni 2017. Hal itu dilakukan Menhub setelah berkunjung dari Balikpapan. Menhub tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 15.01 WITA.
Foto Media Pembaharuan.Ia akan langsung disambut oleh Kepala Otoritas Bandara, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Pantauan #Media_Pembaharuan pada posko terpadu angkutan lebaran 2017 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar telah bersiap sejumlah penjaga.

Foto Media Pembaharuan.Ada setidaknya, 5 televisi layar lebar yang menampilkan informasi pantauan traffic penumpang pesawat, data cuaca, radar pesawat Airnav, hingga posko kantor kesehatan dan pelayanan. Salah seorang petugas humas posko, Frida Asih, mengungkapkan, posko mudik tersebut telah dibuka sejak tanggal 15 Juni 2017. Sejauh ini, pengunjung banyak memanfaatkan posko untuk mengetahui jam kedatangan pesawat yang ditumpangi kerabat atau sanak saudaranya. "Rata-rata tanya pesawatnya datang jam berapa, itu bisa dilihat di flight radarnya Airnav jam berapanya. Karena kadang kan ada yang delay. Kalau delay normal kan 30 menit, jadi bisa estimasi jam berapa, karena tidak persis dengan jadwal tiket," kata Frida di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Sementara itu, untuk jumlah penumpang yang ada saat ini, masih
dalam kondisi yang normal.

Berdasarkan data terakhir PT Angkasa Pura I, pada H-9 atau 16 Juni 2017 total kedatangan (arrival) penumpang sebanyak 17.624, keberangkatan (departure) 22.264 orang. Sedangkan jumlah pesawat yang datang sebanyak 163 pesawat, dan berangkat sebanyak 162 pesawat. "Ini masih belum masa puncak mas, prediksi puncak, 22-23-24 Juni," ujarnya. (Abs)

Kamis, 15 Juni 2017

MENANTU BUNUH MERTUA DI BANTAENG

Foto Media Pembaharuan.

Media Pembaharuan Bantaeng,- Pelaku Inisial (SR) yang terduga membunuh mertuanya inisial (RN) menggorok leher korban di Desa Borongloe Kec. Pajukukan Kab. Bantaeng, sekitar pukul 19.02 Wita. Kamis (15/06/2017)Dari keterangan salah satu warga Rhika Riska yang berada dilokasi kejadian, bahwa pelaku yang tiba-tiba datang dirumah istrinya marah-marah dan langsung bertanya kepada istrinya Hasni masih mauko sama saya kemudian sang istri menjawab tidak mauma dan langsung masuk kamar. 
"Korban RN yang sementara diruang tamu entah apa perkataannya kemudian langsung digorok" ucap Rhika saat dihubungi awak media lewat akun Facebooknya Bripka Sandri Humas Polres Bantaeng Membenarkan kejadian tersebut pelaku terduga membunuh korban dengan menggorok lehernya "Sementara ini pelaku masih dalam tahap pengejaran oleh petugas dilapangan" pungkasnya saat dihubungi oleh Media Pembaharuan (Wahyu)

Selasa, 13 Juni 2017

Keistimewaan Malam NuzululQur’an

Media Pembaharuan,- Untuk Ramadhan tahun 2017/1438 Hijriyah, Malam Nuzulul Qur’an jatuh pada Minggu malam atau tepatnya Senin,(12/6/2017). Malam Nuzulul Quran adalah malam dimana Kitab Suci Umat Islam (Al-Qur’an) diturunkan secara keseluruhan dari lauhil Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.
Kemudian secara berangsur diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di sepanjang kehidupannya atau dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Surat Al-Qur’an pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
adalah Surat Al-Alaq sebanyak 5 ayat. Al- Quran diturunkan pada malam lailatul qadar secara keseluruhan,
namun penyampaiannya kepada Nabi Muhammad dilakukan secara berangsur-angsur.
 ﻰَﻠَﻋ ُﻩَﺃَﺮْﻘَﺘِﻟ ُﻩﺎَﻨْﻗَﺮَﻓ ًﺎﻧﺁْﺮُﻗَﻭ
ًﻼﻳِﺰﻨَﺗ ُﻩﺎَﻨْﻟَّﺰَﻧَﻭ ٍﺚْﻜُﻣ ﻰَﻠَﻋ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ
Artinya : “Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur- angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. Jika kita melihat atau
merujuk dari pengertian malam nuzulul qur’an , maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa keistimewaan dari malam nuzulul Qur’an adalah sebagai berikut :
Foto Andi Baso Pawiloi.
ilustrasi
1. Malam turunnya Al- Qur’an Keistimewaan malam Nuzulul Qur’an yang pertama yaitu malam turunnya Al- Qur’an. Dan ini tidak terjadi di malam – malam yang lain, maka dari itu sudah jelas ini merupakan keistimewaan dari malam Nuzulul Qur’an. Al- Qur’an diturunkan bukan hanya untuk Nabi muhammad sendiri, melainkan untuk pembeda antara hak dan batil serta merupakan petunjuk bagi umat muslim .
2. Diturunkannya Wahyu yang pertama Di malam Nuzulul Qur’an. Allah swt menurunkan wahyu yang pertama melalui perantara malaikat Jibril . Dan wahyu yang pertama diturunkan yaitu surah Al- ‘Alaq ayat 1- 5 . Dan tempatnya berada di Gua Hira.
3. Diangkatnya Nabi Muhammad saw menjadi utusan Allah Swt dan menjadi Nabi yang terakhir. Sejak kecil memang sudah muncul ciri – ciri kenabian dalam Nabi Muhammad saw . Namun di usia 40 an lah baru Allah swt secara resmi mengangkat Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul . Dan diangkatnya beliau menjadi nabi, terjadi pada saat wahyu yang pertama beliau terima yaitu di bulan Ramadhan tepatnya saat Nuzulul
Qur’an. Nabi muhammad saw juga merupakan nabi akhiruszaman, yang artinya sebagai nabi terakhir dan merupakan nabi yang membawa manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini . Dan kewajiban kita saat ini yaitu selain mempercayai dengan adanya peristiwa Nuzulul Qur’an. Tetapi kita juga harus mampu mengamalkan segala hal yang sudah diajarkan Rasulullah Saw dalam beribadah kepada Allah swt. Serta kita juga harus rajin membaca Al- Qur’an, namun juga harus memahami isinya dan harus mengamalkannya. Di Indonesia , dewasa ini setiap malam nuzulul qur’an banyak yang menjalankan khatam Al- Qur’an secara bersama – sama, khatam Al- Qur’an sendiri , bahkan ada juga yang menjalankan pengajian dengan tema Nuzulul Qur’an. Hal ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur manusia Indonesia kepada Allah swt dan merupakan bentuk peringatan peristiwa yang sangat istimewa.
Karena sesungguhnya peristiwa malam Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa yang perlu di peringati selain istimewa, malam Nuzulul Qur’an juga merupakan waktu yang sangat penting bagi kita semua sebagai umat
muslim . Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam turunnya petunjuk bagi umat muslim dalam menjalankan kehidupan di dunia untuk menuju kehidupan abadi yaitu kelak di akhirat. Subhanallah, begitu istimewanya peristiwa malam Nuzulul Qur’an.Dan ternyata malam Nuzulul Qur’an sangat berguna bagi seluruh umat muslim baik yang hidup di masa lalu, masa sekarang atau masa yang akan datang .(Abs)

Senin, 12 Juni 2017

KORUPSI DANA PELATIHAN PARTISIPATIF, WAKIL KETUA DPRD BANTAENG CAPAI RATUSAN JUTA RUPIAH



Andi Alim Bahri L Tana kembali digelar
di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Senin (12/6/2017).
Media Pembaharuan Makassar,- Sidang kasus korupsi dana aspirasi Bappeda Kabupaten Bantaeng dengan terdakwa Andi Alim Bahri L Tana kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Senin (12/6/2017).
Sidang diagendakan bakal memeriksa empat orang saksi yang merupakan pegawai Bappeda Kabupaten Bantaeng. Sidang yang rencananya dimulai pukul 09.00 Wita diruang sidang Sultan Hasanuddin ini sempat molor hingga pukul 13.00 Wita. Sidang pun sempat dipindahkan ke ruang Andi Djemma.
Andi Alim Bahri L Tana yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana aspirasi Bappeda Kabupaten Bantaeng tahun anggaran 2011. Akibat perbuatan Alim, negara ditaksir mengalami kerugian negara senilai Rp 129 juta. (ABS).

Senin, 05 Juni 2017

60 Ulama Diterjunkan Pemkab Bantaeng ke Tengah Ummat, Ceramahnya Dibatasi Bicara Poltik.

Media Pembaruan Bantaeng,-Sebanyak 60 ulama dikerahkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng pada pelaksanaan safari Ramadhan yang dilaksanakan, Senin (5/6/2017). Tim safari Ramadhan yang akan berlangsung selama delapan hari ke depan ini, dipimpin langsung Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Wakil Bupati Muhammad Yasin.
Kepala Bagian Kesra Muhammad Saeruddin mengatakan, ada yang menarik pada safari ramadhan tahun 2017 yakni seluruh puhak yang terlibat dalam tim sangat diharapkan untuk membatasi bahas masalah politik.
"Jadi yang terlibat di tim safari sedapat mungkin membatasi bicara politik dan biarkan ummat fokus melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan," ujar Kabag Kesra, Senin (5/6/2017) di kantornya.
Apalagi dijajaran Pemkab sendiri, lanjut dia, ada beberapa figur yang berniat dan telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Bantaeng.
Saeruddin juga menyebutkan, seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan memberikan cenderamata kepada 134 masjid diseluruh desa dan kelurahan yang di kunjungi oleh tim.
"Sedikitnya 60 ulama yang direkomendasikan Majelis Ulama Indonesia di terjunkan pada safari ramadhan kali ini yang akan berlangsung selama delapan hari," jelasnya.(ABS).

Minggu, 04 Juni 2017

Enam Pelaku Perampokan Minimarket Maros Dibekuk



Media Pembaharuan Maros,- Enam pelaku perampokan minimarket di Maros yang terjadi Sabtu 3 Juni lalu telah dibekuk Satreskrim Polres Maros yang diback up Timsus Polda Sulsel.
Para pelaku dibekuk di sejumlah tempat terpisah di Gowa dan satu pelaku diserahkan pihak keluarga di Posko Timsus Polda Sulsel di Panakkukang Makassar.
Enam pelaku perampokan minimarket yang berlokasi di Lingkungan Bontokapetta Kelurahan Allepolea Kecamatan Lau Kabupaten Maros itu, yakni Abdul Karim alias Edo, Muh Fahrul alias Uun, Muh Ilham alias Illang, Hendra alias Dg Lalang, Hendra alias Indra, dan Fauzi Fadla alias Acca.
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Jufri Natsir menyampaikan, meski enam pelaku kini sudah diamankan, namun masih ada satu orang pelaku yakni Fardi yang belum ditangkap.
“Pelaku perampokan minimarket di Maros tersebut adalah komplotan pelaku perampokan minimarket di sejumlah daerah, seperti Gowa dan Takalar,” ujarnya, Minggu (4/6/2017).

Grand Mall Batangase Maros Bergaya Romawi, Warga Protes

Lukisan bergaya Romawi pada interior mall di Maros.
Media Pembaharuan Maros,- Desain bangunan dan interior Grand Mall Batangase Maros menuai protes warga. Mall ini memiliki arsitektur bergaya Romawi, dengan lukisan dan patung khas Eropa klasik.
Sedangkan di bagian dinding ruangan dipenuhi lukisan-lukisan zaman renaissance Romawi, patung-patung dewa di sudut-sudut ruangan juga terpajang. Ornamen itu dinilai mirip dengan simbol-simbol agama tertentu.
Beberapa OKP Islam, pemuda dan masyarakat pun menggelar pertemuan bersama MUI Maros di aula Masjid Al Markaz Al Islami Maros untuk membahas hal tersebut, Minggu (4/6/2017).
Organisasi tersebut yakni KAHMI, HMI, HPPMI, BKPRMI, KAMMI, Forum Rohis, Oi, Pemuda Anshor, Pemuda Islam, juga Pemuda Pancasila.
Wakil Ketua MUI Maros, Said Patombongi mengatakan, konsep bangunan mall baru tersebut dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal, misalnya patung-patung dan lukisan yang dipajang. Sementara, Maros menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam.
“Desain dalam dan luar mall ini tidak sesuai dengan budaya kita. Mall itu mirip bangunan Eropa dan Yunani. Kami nilai itu simbol agama tertentu,” ujarnya.
Dikatakannya pula, MUI Maros merespon aspirasi dari warga dan beberapa ormas Islam mengenai mall tersebut, apalagi sudah banyak warga protes, bahkan sudah ada yang mau aksi.
“MUI Maros berusaha untuk mediasi dulu dengan pemerintah daerah untuk menjembatani aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini,” katanya.
Sementara itu, Store Manajer Grand Mall Batangase Darlan Hasim mengatakan kepada wartawan bahwa mall tersebut dibangun dengan konsep Eropa klasik modern. (ABS)