Media Pembaharuan Jakarta,- Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama geram soal kinerja anak buahnya yang mengecewakan.
Padahal standar gaji PNS di Ibu Kota bisa dikatakan fantastis.
Bahkan, kata pria yang akrab disapa Ahok ini, ada golongan paling rendah
yang diupah sekitar Rp25 juta. Tapi gaji sebesar itu ternyata tak
menjamin kinerja memuaskan.
"Kalian itu tidak tahu, gaji guru-guru di DKI, rata-rata sudah Rp12
juta. Gaji PNS paling rendah disini, yang baru lulus saja, sama
Tunjangan Kinerja Daerah (TKD-nya) Rp7 jutaan. Gaji PNS pajak dan di
BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), yang mana ada tiga bidang itu,
golongan terendah (gajinya) Rp25 juta," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan
Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, (4/12/2014).
Besaran gaji yang relatif besar itu, kata Ahok, tak sebanding dengan kinerjanya. Ahok mengaku kesal dengan beberapa anak buahnya.
Terutama PNS yang bekerja di lingkungan pajak. Menurut dia, golongan terendah pegawai pajak yang diupah Rp25 juta itu, tidak menunjukkan kinerja yang maksimal.
"Enggak ada yang tahu kan (gajinya sebesar itu)? Tapi kelakuannya masih banyak yang minor-minor. Kelakuannya, (seperti) pajak masih enggak beres online 2 tahun," ujar Ahok.
"Mana ada orang pajak, duduk-duduk aja, (diupah) Rp25 juta. Makanya semua nyogok-nyogok jadi orang pajak. Duduk saja, ngumpulin pajak, enggak beres. Bikin target rendah. Kalau tercapai dapat bonus. Gak bisa sekarang, gak ada lagi bonus gitu," jelas dia.(ABS).
| Photo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama |
Besaran gaji yang relatif besar itu, kata Ahok, tak sebanding dengan kinerjanya. Ahok mengaku kesal dengan beberapa anak buahnya.
Terutama PNS yang bekerja di lingkungan pajak. Menurut dia, golongan terendah pegawai pajak yang diupah Rp25 juta itu, tidak menunjukkan kinerja yang maksimal.
"Enggak ada yang tahu kan (gajinya sebesar itu)? Tapi kelakuannya masih banyak yang minor-minor. Kelakuannya, (seperti) pajak masih enggak beres online 2 tahun," ujar Ahok.
"Mana ada orang pajak, duduk-duduk aja, (diupah) Rp25 juta. Makanya semua nyogok-nyogok jadi orang pajak. Duduk saja, ngumpulin pajak, enggak beres. Bikin target rendah. Kalau tercapai dapat bonus. Gak bisa sekarang, gak ada lagi bonus gitu," jelas dia.(ABS).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar