Rabu, 24 Mei 2017

Penumpang Bus Liman Ditemukan Meninggal Dunia

Foto Andi Baso Pawiloi.
Korban  bernama Ismawati (21Tahun)
Media Pembaharuan Mamuju,- Penumpang bus Liman tujuan Makassar-Palu tiba-tiba heboh dengan ditemukannya seorang mahasiswi yang meninggal dalam perjalanan. Wanita tersebut diketahui meninggal pukul 05.40 Wita , Rabu dini hari (24/5/2017), Korban diketahui bernama Ismawati (21), beralamat di Dusun Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Bus Liman yang ditumpangi bernomor polisi DD 7777 AC.
Menurut sopir bus, Rustam (36), wanita itu diketahui meninggal dunia pada saat bus berada di SPBU Simbuang, Kabupaten Mamuju. “Korban diduga dalam keadaan sakit karena mengeluarkan darah dan lendir pada bagian mulutnya,” kata Rustam, Rabu (24/5/2017).
Kasus ini sedang dalam penyelidikan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mamuju. Jenazah mahasiswi ini dibawa ke RSUD Kabupaten Mamuju untuk diotopsi. (ABS)

Selasa, 23 Mei 2017

Kapten Kapal Saling Tikam dengan Juru Masak

Media Pembaharuan Bombana,- Kapten Kapal Tugboat Putra Mandara 179, Takbir (48) saling tikam di atas kapal dengan rekannya sendiri, Sahrul warga Bulukumba Sulawesi Selatan, Selasa (23/5/2017). Akibatnya keduanya mengalami luka tusuk hingga harus mengalami perawatan.
Peristiwa saling tikam kedua ABK tersebut terjadi sekitar jam 11.30 Wita di Pelabuhan JT PT Trias Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana.
Saling tikam dua ABK berawal dari ketersinggungan Sahrul (juru masak) yang hendak ke Sikeli untuk belanja logistik kebutuhan kapal.
Foto Andi Baso Pawiloi.
Kapten Kapal Tugboat Putra Mandara 179, Takbir (48)
saling tikam diatas kapal dengan rekannya sendiri,
Sahrul warga Bulukumba Sulawesi Selatan, Selasa (23/5/2017).
Sahrul saat dirawat/iNews TV/Sudirman
Sementara Takbir bermaksud hendak ikut Sahrul, namun tiba-tiba Sahrul mengeluarkan kata-kata kasar. "Kalau mau turun bayar jangan seperti kemarin," ungkap Sahrul. Takbir pun tersinggung atas perkataan Sahrul rekannya. "Kenapa kamu mau ajak saya berkelahi," jelas Takbir.
Keduanya sudah tersulut emosi terjadilah perkelahian dengan menggunakan tangan selanjutnya Takbir (kapten kapal) kembali ke kamarnya mengambil parang sementara Sahrul mengambil badik kemudian terjadi saling tikam di dalam ruangan ABK kapal.
Usai menikam Sahrul lari keluar kapal dan melompat ke laut lalu berenang ke Pelabuhan JT PT Trias. Sahrul mengalami luka robek di kepala 7 cm, lengan kanan 10 cm, luka pada siku kanan 4 cm, tangan kanan patah.
Takbir luka diperut sedalam 5 cm mengakibatkan usus terburai, luka tusuk paha bagian dalam sebelah kanan, luka tusuk di lengan kiri, luka pada jari telunjuk kanan.
Kedua korban mendapat perawatan di Puskesmas Kabaena dan akan dirujuk ke RSUD Bombana menggunakan speedboat. (ABS).

Rabu, 03 Mei 2017

KPJ Desak Kejati Sulselbar Tangkap Anggota DPRD tersangka Kasus Korupsi Dana Aspirasi Bantaeng.

Foto Andi Baso Pawiloi.
Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin dan Kajari BantaengJohan Iswahyudi
Media Pembaharuan Makassar, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ), yang diantaranya KAMPI, GAM, JK, SOMAIMAS dan KIBA mendatangi kantor kejaksaan tinggi (Kejati) Sulselbar.
KPJ ini melakukan aksi demonstrasi terkait tudingan tidak beraninya Kejari Bantaeng melakukan penahanan terhadap tersangka Korupsi Dana Aspirasi Bappeda Kabupaten Bantaeng, Alim Bahri, L, Tanah, yang juga merupakan Anggota DPRD Bantaeng, sekaligus Ketua Partai Demokrat Bantaeng.
Adapun nominal kerugian uang negara Rp. 129.200.000 dari jumlah total Rp. 250.000.000 pada kegiatan program pengembangan partisipasi kebijakan layanan publik di instansi Bappeda Bantaeng, tahun anggaran 2011, ucap kordinator lapangan aksi KPJ, Haeril Anwar. Di katakan, Alim Bahri sudah jadi tersangka sejak tahun 2013 lalu namun sampai kini tidak dilakukan penahanan, ini ada apa....???
Ketika Kejari Bantaeng tidak melakukan penahanan maka Kejati Sulselbar diminta segera mencopot Kejari Bantaeng dan segera tangkap Alim Bahri, teriak para aktivis KPJ yang berorasi secara bergantian.
Setelah melakukan orasi secara bergantian KPJ diterima langsung oleh Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin dan Kajari Bantaeng, Johan Iswahyudi yang kebetulan lagi ada di Kejati Sulselbar.
Nampak pula Kejari Bantaeng yang didampingi pula Kasi Intel Kejari Bantaeng, Fahrul.
Johan Iswahyudi, menyampaikan didepan mahasiswa KPJ bahwa, pihak Kejari Bantaeng sudah melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Tipikor Makassar pada tanggal 28 April lalu untuk segera disidangkan.
Tidak adanya penahanan oleh Kejari Bantaeng diakibatkan karena pihak penyidik Tipikor Polres Bantaeng tidak menahanahan pula pada saat penyidikan karena adanya jaminan wakil ketua DPRD Bantaeng, H.Budi Santoso dari Partai Golkar, ujar Kajari Bantaeng.(Abs).

Minggu, 22 Januari 2017

Duo Nurdin "Mesra" di Seruni

Media Pembaharuan Bantaeng, - Dua bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid (NH) dan Nurdin Abdullah (NA) nampak mesra saat keduanya bertemu dalam jamuan makan malam di pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Minggu 22 Januari 2017, malam.

Kedatangan NH ke Bantaeng yakni untuk meresmikan rumah pelayanan kekaryaan sekaligus melakukan tatap muka dengan sejumlah kader partai Golkar yang ada di Bantaeng.

Plt Ketua Golkar Sulawesi Selatan itu nampak duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati santap malam kepiting dan ikan bakar.







Senin, 21 November 2016

APBD Maros 2017 Disahkan dengan Pendapatan Rp1,2 Triliun

Media Pembaharuan Maros,-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros tahun 2017 disahkan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros di Gedung Baruga A Kantor Bupati Maros, Senin (21/11/2016).
APBD
Penetapan APBD Maros 2017. (Humas Maros)
Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam ini disahkan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun. Nilai ini menurun dari perencanaan pendapatan semula sebesar Rp1,4 Triliun. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan anggaran dari pusat yang terjadi tahun 2016 ini.
Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 mengalami pengurangan sebesar Rp200 miliar dari rencana sebesar Rp412 miliar.
“Jumlah ini termasuk DAK untuk fisik dan non fisik, makanya APBD 2017 ikut berkurang. Sehingga kita melakukan efisiensi anggaran pada 2017 dan mencari sumber-sumber PAD lainnya,” ujarnya usai menghadiri rapat paripurna ini.
Menurutnya, pihaknya memang berusaha agar APBD disahkan lebih cepat agar program yang disusun untuk tahun mendatang juga bisa lebih cepat terealisasi.
Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Maros Akbar Endra menyarankan Bupati Maros HM Hatta Rahman untuk melakukan rencana strategi peningkatan PAD.
“Terutama dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah mengingat sumber-sumber PAD Maros jika dimaksimalkan maka hasilnya bisa melebihi dari yang direncanakan,” ungkapnya. (*)

Jumat, 23 September 2016

DPRD Luwu Timur Belajar Soal Perda Pelatihan Kerja di Bantaeng

Media Pembaharuan Bantaeng,- Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantaeng Muh Hero didampingi Kepala Dinas Sosnakertrans Syahrul Bayan menerima kunjungan DPRD Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, di ruang rapat Wakil Bupati Bantaeng, Jumat 23 September 2016 pagi tadi.

Foto MEDIA Pembaharuan.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantaeng Muh Hero didampingi Kepala Dinas Sosnakertrans Syahrul Bayan
Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut dinahkodai oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Aris SitumorangIa yang mengatakan bahwa Bantaeng adalah daerah yang luar biasa sebagai tempat untuk belajar. "Kami memiliki keinginan bagaimana untuk meningkatkan daya saing masyarakat di Luwu Timur. Bupati bersama DPRD juga memiliki rencana untuk membuat BLK, maka dari itu kami datang untuk berguru di Bantaeng," ujarnya. Aris mengaku ingin mengkaji Ranperda penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja di Bantaeng, mengingat di Luwu Timur terdapat salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia, yakni PT. Vale Indonesia.

"Jadi sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan di Luwu Timur. Kami juga telah mengambil referensi dari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur," tambahnya.
Sementara itu pada kesempatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan memberi pemaparan singkat mengenai kemajuan pembangunan di Kabupaten Bantaeng dengan memfokuskan pada 3 pilar pembangunan daerah yakni Bantaeng sebagai Kota Jasa, Bantaeng sebagai Kabupaten Benih Berbasis Teknologi dan Bantaeng sebagai Pusat Pengembangan Industri.

Tampak hadir pula Ketua DPRD Bantaeng H. Sahabuddin, dan beliau menuturkan bahwa kehadiran Perda Pelatihan Kerja dan Produktivitas ini karena sesuai kebutuhan daerah kita di Bantaeng. Apalagi Bantaeng akan menjadi Kabupaten Industri. Dan ini terjadi karena komunikasi yang terbangun yang baik antara pihak eksekutif dan legislatif dalam memenuhi kebutuhan masing masing.

Selain Ketua DPRD Bantaeng, yang turut hadir dan berikan pemaparan teknis secara umum tentang Perda Pelatihan Kerja dan Produktivitas tersebut adalah Andi Syukri sebagai tim Penyusun yang juga sebagai Pengawas Ketenagakerjaan, Hj. Nurhayati sebagai Kasie Hubinsyaker dan Hamsiyah sebagai Kasie Pengawasan Ketenagakerjaan, serta Hanafiah sebagai Kasubag Bagian Hukum Setda Kabupaten Bantaeng. (Abs)