Kamis, 04 Desember 2014

PILIH JOKOWI.BANYAK RAKYAT KECIL YANG MENDERITA.


Media Pembaharuan Jakarta,- Pengamat ekonomi dan politik Rizal Ramli dan beberapa pakar ekonomi mengatakan bahwa sistem perekonomian di Indonesia sudah sangat terpuruk dengan segala manuver Jokowi selama ini termasuk kinerja para menterinya yang tidak transparan selama ini.
BANYAK RAKYAT KECIL YANG MENDERITA KARENA PILIH JOKOWI.
CNN Com | 03 December 2014 | 23:40 WIB

Jakarta - Pengamat ekonomi dan politik Rizal Ramli dan beberapa pakar ekonomi mengatakan bahwa sistem perekonomian di Indonesia sudah sangat terpuruk dengan segala manuver Jokowi selama ini termasuk kinerja para menterinya yang tidak transparan selama ini.

Hasil analisa ekonomi Rizal Ramli terhadap Pemerintahan Jokowi-Jk  sbb :
Di mana-mana, di beberapa kota kecil di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah serta kota lainnya diluar pulau Jawa.
Banyak rakyat yang mengeluh serta menyesal memilih Jokowi-Jk. Soalnya semua kebutuhan hidup utama rakyat seperti pangan menjadi naik semuanya tidak terkendali. Artinya biaya untuk hidup seharian setelah Jokowi mengumumkan kenaikan BBM bagi rakyat kebanyakan adalah sangat berat. 

Mereka mengatakan sebelum kenaikan harga BBM saja, kami sudah sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, apalagi sekarang pasca kenaikan BBM bersubsidi. Memang harga protein menjadi sangat mahal setelah Jokowi menaikkan harga BBM. Susu bagi anak balita kami terpaksa dikurangi porsinya dan harga susu sangat mahal tak terbeli oleh kami. 

Jika anak-anak rakyat dari golongan kecil dan miskin menderita sakit, apakah Tuan Jokowi masih tega mengatakan itu BUKAN URUSAN SAYA? 

Kartu Indonesia Sehat yang dibagikan sebagai ajang pencitraan Jokowi, juga masih dipertanyakan oleh rakyat penerima dan banyak juga beberapa rumah sakit yang menolaknya, karena pembayarannya belum jelas kata pihak rumah sakit. Begitu juga BPJS, bagi rakyat miskin, masih banyak yang belum terdata dengan baik. 
Lalu bagaimana Tuan Jokowi menyinergikan antara BPJS dengan KIS? Mengapa tidak dengan predikat BPJS saja? Anda masih saja ingin menyatakan berbeda dengan SBY dan mempertahankan predikat KIS.

Beberapa ibu rumah tangga mengatakan mereka sudah ditipu oleh Jokowi.
Pada saat Pilpres 2014 kami memilih Jokowi – Jk. Karena Jokowi berjanji tidak akan menaikan harga BBM. Begitu juga kami percaya karena partai PDIP selalu menolak kenaikan harga BBM, tetapi kenyataan kami dibohongi lagi oleh Partainya Jokowi (PDIP).
Yang membuat kami kesal adalah Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia 30% menurun dan Malaysia sendiri juga telah menurunkan harga BBM untuk rakyatnya, begitu juga harga Pertamax di dalam negeri.

Wahai Tuan Jokowi yang nama lengkap Anda Ir.H.Joko Widodo dan sekarang sebagai presiden Indonesia, bagaimana pertanggung jawaban Anda jika kebanyakan rakyat miskin semakin susah hidupnya dan rakyat golongan menengah sekarang menjadi miskin, karena banyak perusahaan yang tutup dinyatakan bangkrut karena hasil penjualannya macet karena daya beli masyarakat sangat lemah, omzet penjualan menurun drastis dan berdampak kepada pembayaran cicilan kepada bank yang juga terpaksa macet sehingga banyak karyawan terpaksa juga diberhentikan.

Kami mencatat Visi, Misi dan Program aksi Jokowi-Jk 2014 dari buku yang Anda buat disaat Kampanye Pilpres 2014 yang lalu, sebagian kalimatnya berbunyi:

1. Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. 
2. Kami akan meletakkan dasar-dasar bagi dimulainya desentralisasi asimetris. Kebijakan desentralisasi asimetris ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan-kawasan perbatasan, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global, dan untuk membantu daerah-daerah yang kapasitas berpemerintahan belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik. 
3. Kami akan mensinergikan tatakelola pemerintaban Indonesia sebagai satu kesatuan sistem yang tidak terfragmentasi sebagaimana berkembang selama ini. 
4. Kami akan menyelesaikan problem fragmentasi dalam penyelenggaraan politik desentralisasi di pusat dengan memperlakukan regim desentralisasi sebagai ujung tombak pengelolaan pemerintahan negara menggantikan dominasi regim sektoral dan keuangan dalam tata-pengelolaan pemerintahan negara selama ini. 
5. Kami akan melakukan reformasi dalam tata hubungan keuangan pusat dan daerah dengan cara pengaturan kembali sistem distribusi keuangan nasional sehingga proses pembangunan tidak semata-mata mengikuti logika struktur pemerintahan, tetapi melihat kondisi dan kebutuhan daerah yang asimetris. 
6. Kami berkomitmen melakukan pemerataan pembangunan antar wilayah: antara Jawa dengan luar Jawa, antara wilayah Indonesia Barat dengan wilayah Timur Indonesia, antara Kota dengan Desa”.

Tugas Pemerintah khususnya Jokowi sebagai Presiden RI ke-7 permasalahan ini adalah urusan Anda (jangan Bung Jokowi katakan bukan urusan saya) dan bagaimana rakyat yang di perbatasan sana bisa menikmati harga BBM yang sama secara adil dengan rakyat yang berada di Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.
Seluruh rakyat menunggu kemampuan Anda serta pembuktian ucapan Anda Bung Jokowi. 
JANGAN JADIKAN ALASAN SAYA BARU 1 (SATU) BULAN JADI PRESIDEN.
Kami rakyat Indonesia belum melihat bukti tanda-tanda kinerja atas janji dan kemampuan Anda untuk mensolusi berbagai permasalahan Nasional.

JIKA PENDERITAAN RAKYAT YANG JAUH DARI PULAU JAWA DAN SUMATRA SERTA KALIMANTAN INI MASIH TERUS BERLANGSUNG SEPERTI INI DAN BISA BERPOTENSI KUAT UNTUK MENJADIKAN ALASAN DISINTEGRASI BANGSA.

JANGAN SALAHKAN RAKYAT INDONESIA YANG SEDANG MENDERITA INI AKAN MELAKUKAN REVOLUSI  RAKYAT, TERHADAP ANDA BUNG JOKOWI DARI TAMPUK KEKUASAAN YANG SE MENA-MENA ANDA LAKUKAN.Hasil analisa ekonomi Rizal Ramli terhadap Pemerintahan Jokowi-Jk sbb :
Di mana-mana, di beberapa kota kecil di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah serta kota lainnya diluar pulau Jawa.
Banyak rakyat yang mengeluh serta menyesal memilih Jokowi-Jk. Soalnya semua kebutuhan hidup utama rakyat seperti pangan menjadi naik semuanya tidak terkendali. Artinya biaya untuk hidup seharian setelah Jokowi mengumumkan kenaikan BBM bagi rakyat kebanyakan adalah sangat berat.
Mereka mengatakan sebelum kenaikan harga BBM saja, kami sudah sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, apalagi sekarang pasca kenaikan BBM bersubsidi. Memang harga protein menjadi sangat mahal setelah Jokowi menaikkan harga BBM. Susu bagi anak balita kami terpaksa dikurangi porsinya dan harga susu sangat mahal tak terbeli oleh kami.
Jika anak-anak rakyat dari golongan kecil dan miskin menderita sakit, apakah Tuan Jokowi masih tega mengatakan itu BUKAN URUSAN SAYA?
Kartu Indonesia Sehat yang dibagikan sebagai ajang pencitraan Jokowi, juga masih dipertanyakan oleh rakyat penerima dan banyak juga beberapa rumah sakit yang menolaknya, karena pembayarannya belum jelas kata pihak rumah sakit. Begitu juga BPJS, bagi rakyat miskin, masih banyak yang belum terdata dengan baik.
Lalu bagaimana Tuan Jokowi menyinergikan antara BPJS dengan KIS? Mengapa tidak dengan predikat BPJS saja? Anda masih saja ingin menyatakan berbeda dengan SBY dan mempertahankan predikat KIS.
Beberapa ibu rumah tangga mengatakan mereka sudah ditipu oleh Jokowi.
Pada saat Pilpres 2014 kami memilih Jokowi – Jk. Karena Jokowi berjanji tidak akan menaikan harga BBM. Begitu juga kami percaya karena partai PDIP selalu menolak kenaikan harga BBM, tetapi kenyataan kami dibohongi lagi oleh Partainya Jokowi (PDIP).
Yang membuat kami kesal adalah Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia 30% menurun dan Malaysia sendiri juga telah menurunkan harga BBM untuk rakyatnya, begitu juga harga Pertamax di dalam negeri.
Wahai Tuan Jokowi yang nama lengkap Anda Ir.H.Joko Widodo dan sekarang sebagai presiden Indonesia, bagaimana pertanggung jawaban Anda jika kebanyakan rakyat miskin semakin susah hidupnya dan rakyat golongan menengah sekarang menjadi miskin, karena banyak perusahaan yang tutup dinyatakan bangkrut karena hasil penjualannya macet karena daya beli masyarakat sangat lemah, omzet penjualan menurun drastis dan berdampak kepada pembayaran cicilan kepada bank yang juga terpaksa macet sehingga banyak karyawan terpaksa juga diberhentikan.
Kami mencatat Visi, Misi dan Program aksi Jokowi-Jk 2014 dari buku yang Anda buat disaat Kampanye Pilpres 2014 yang lalu, sebagian kalimatnya berbunyi:
1. Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
2. Kami akan meletakkan dasar-dasar bagi dimulainya desentralisasi asimetris. Kebijakan desentralisasi asimetris ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan-kawasan perbatasan, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global, dan untuk membantu daerah-daerah yang kapasitas berpemerintahan belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik.
3. Kami akan mensinergikan tatakelola pemerintaban Indonesia sebagai satu kesatuan sistem yang tidak terfragmentasi sebagaimana berkembang selama ini.
4. Kami akan menyelesaikan problem fragmentasi dalam penyelenggaraan politik desentralisasi di pusat dengan memperlakukan regim desentralisasi sebagai ujung tombak pengelolaan pemerintahan negara menggantikan dominasi regim sektoral dan keuangan dalam tata-pengelolaan pemerintahan negara selama ini.
5. Kami akan melakukan reformasi dalam tata hubungan keuangan pusat dan daerah dengan cara pengaturan kembali sistem distribusi keuangan nasional sehingga proses pembangunan tidak semata-mata mengikuti logika struktur pemerintahan, tetapi melihat kondisi dan kebutuhan daerah yang asimetris.
6. Kami berkomitmen melakukan pemerataan pembangunan antar wilayah: antara Jawa dengan luar Jawa, antara wilayah Indonesia Barat dengan wilayah Timur Indonesia, antara Kota dengan Desa”.
Tugas Pemerintah khususnya Jokowi sebagai Presiden RI ke-7 permasalahan ini adalah urusan Anda (jangan Bung Jokowi katakan bukan urusan saya) dan bagaimana rakyat yang di perbatasan sana bisa menikmati harga BBM yang sama secara adil dengan rakyat yang berada di Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.
Seluruh rakyat menunggu kemampuan Anda serta pembuktian ucapan Anda Bung Jokowi.
JANGAN JADIKAN ALASAN SAYA BARU 1 (SATU) BULAN JADI PRESIDEN.
Kami rakyat Indonesia belum melihat bukti tanda-tanda kinerja atas janji dan kemampuan Anda untuk mensolusi berbagai permasalahan Nasional.
JIKA PENDERITAAN RAKYAT YANG JAUH DARI PULAU JAWA DAN SUMATRA SERTA KALIMANTAN INI MASIH TERUS BERLANGSUNG SEPERTI INI DAN BISA BERPOTENSI KUAT UNTUK MENJADIKAN ALASAN DISINTEGRASI BANGSA.
JANGAN SALAHKAN RAKYAT INDONESIA YANG SEDANG MENDERITA INI AKAN MELAKUKAN REVOLUSI RAKYAT, TERHADAP ANDA BUNG JOKOWI DARI TAMPUK KEKUASAAN YANG SEMENA-MENA ANDA LAKUKAN. (ABS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar